Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Kemenkumham: Lima Kasus Diduga Melanggar HAM Terjadi di Kalteng

- Apahabar.com Rabu, 6 Februari 2019 - 23:21 WIB

Kemenkumham: Lima Kasus Diduga Melanggar HAM Terjadi di Kalteng

Ilustrasi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Foto-net

apahabar.com, PALANGKARAYA – Awal 2019 sedikitnya lima kasus dugaan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan sedang ditangani oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) setempat.

“Kami sudah menerima sebanyak lima laporan terkait dugaan pelanggaran HAM, saat ini semuanya masih kami tangani,” kata Kepala Bidang HAM Kanwil Kemenkumham Kalteng, Karyadi di Palangkaraya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/2/2019).

Baca Juga: Peresmian Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut Ditunda

apahabar.com

Kepala Bidang HAM Kanwil Kemenkumham Kalteng, Karyadi.Foto-antara

Menurut Karyadi, lima kasus ini terjadi di sejumlah kabupaten yang ada di Kalteng. Rata-rata dugaan pelanggaran HAM terkait penyerobotan atau sengketa tanah antara masyarakat dengan pemerintah maupun perusahaan.

Karyadi juga menyebut, saat ini tim yang mereka miliki sedang bekerja dan mengkaji setiap laporan yang telah diterima. Pihaknya belum bisa memastikan semua laporan tersebut melanggar HAM atau tidak, hingga penanganan selesai dilakukan.

“Semua laporan harus kami kaji dan dalami, karena dari penanganan kasus yang sudah-sudah, tidak semuanya benar melanggar HAM,” ucapnya.

Baca Juga: Polda Kalteng Amankan Kapal Bawa Kayu Ilegal

Ia mencontohkan, pernah menangani laporan dugaan pelanggaran HAM terkait penyerobotan tanah. Setelah didalami, ternyata tanah yang dipermasalahkan selama puluhan tahun tidak pernah diurus atau kelola.

Kasus seperti ini tidak bisa dimasukkan dalam kategori pelanggaran HAM, sebab sesuai aturan yang berlaku tanah milik seseorang yang lama ditelantarkan maka akan kembali kepada negara.

Selain itu masih banyak warga yang memiliki pemahaman yang salah terkait HAM, sehingga setiap kejadian di lapangan yang dilaporkan kepada Kanwil Kemenkumham tidak semuanya benar-benar melanggar HAM usai ditelusuri.

Baca Juga: Perang Tanpa Akhir Melawan Narkoba

“Untuk itu selain menangani kasus, kami juga secara rutin melakukan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang HAM kepada berbagai pihak,” tutur Karyadi.

Ia mengimbau agar masyarakat secara aktif membantu pihaknya melaporkan setiap kejadian di lapangan, khususnya yang diduga melanggar HAM. Laporan tersebut dapat dilaporkan secara langsung ataupun tidak.

“Bahkan kami bisa menangani dugaan pelanggaran HAM yang tidak dilaporkan, kami bisa langsung masuk ke ranah tersebut untuk memastikan kebenarannya,” tegasnya.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Pekerja Tewas Kesetrum di Kabel Menara Sutet

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Sokong Food Estate, OJK dan KPw BI Kalteng Perkuat Sinergitas
apahabar.com

Kalteng

Diduga Kelainan Seks, Pria di Kobar Curi Ribuan Celana Dalam Wanita
apahabar.com

Kalteng

Potensi Cuaca Ekstrem, 5 Kecamatan di Kapuas Diimbau Waspada
apahabar.com

Kalteng

Lamandau-Jateng Teken Kesepakatan Percepatan Transmigrasi
apahabar.com

Kalteng

Lama Buron, Pembunuh Tiga Anak Kandung Sendiri di Murung Raya Berhasil Diringkus
apahabar.com

Kalteng

Berbasis Digital, Desa di Kapuas Ini Pasang 32 CCTV
apahabar.com

Kalteng

Tingkatkan Kemampuan Jurnalis Media Daring
apahabar.com

Kalteng

Bang Kumis, Pemasok 1 Kg Sabu Banjarmasin-Palangka Raya Diringkus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com