Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah

Kesbangpol Kalsel : Lima Kabupaten Berpotensi Terjadi Konflik

- Apahabar.com Sabtu, 23 Februari 2019 - 17:45 WIB

Kesbangpol Kalsel : Lima Kabupaten Berpotensi Terjadi Konflik

Peta Kalsel. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat sebanyak lima kabupaten di wilayah ini rawan terjadinya konflik menjelang dan saat pelaksanaan pemilu April 2019 mendatang.

“Seperti Kabupaten Tabalong, Balangan, Kotabaru, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Banjar (Paramasan),” ucap Kepala Kesbangpol Provinsi Kalsel, Adi Santoso kepada Wartawan Apahabar.com, Sabtu (23/2/2019).

Menurutnya, kelima kabupaten tersebut berpotensi terjadi konflik, lantaran mempunyai wilayah terpencil dan masih minimnya infrastruktur.

Pihaknya, akan terus melaksanakan program sosialisasi kesiapan pemilu bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalsel.

Mengenai logistik pemilu, kata Adi, seyogyanya harus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Dengan tujuan agar logistik pemilu bisa sampai tepat waktu dan bisa digunakan. Baik saat pemilu maupun menjelang pemilu April 2019 mendatang.

“Semoga angka partisipasi pemilu di Kalsel semakin meningkat,” harapnya.

Sebelumnya, Polisi Daerah (Polda) Kalsel menilai seluruh daerah ini berpotensi adanya konflik sosial. Baik gesekan antar sesama masyarakat, maupun kecurangan pemilu.

Baca Juga: Kesbangpol Kalsel Ajak Pemilih Lawan Politik Uang

“Semua wilayah di Kalsel berpotensi terjadinya konflik sosial, seperti halnya Banjarmasin dan kabupaten atau kota lainnya,” ucap Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifai kepada apahabar.com, Rabu (20/2/2019) lalu.

Pihaknya telah menyediakan tim Gakkumdu dari penyidik Polda Kalsel, Kejaksaan dan Pengadilan. Perihal tersebut terkait tindak pidana tertentu dalam pemilihan umum. Penyelesaian kasus harus berjalan sangat cepat. Bahkan, hanya 3-4 bulan sudah selesai.

“Tak boleh lama-lama dalam penyelesaiannya,” tegasnya.

Mencegah terjadinya polemik di masyarakat, Polda Kalsel juga akan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat preventif. Misalnya, melaksanakan kegiatan yang menyejukkan dan berbau positif.

Adapun untuk kegiatan yang bersifat represif, kata Rifai, berdasarkan perintah Mabes Polri akan menurunkan 3/4 kekuatan Polri dalam pengamanan pemilu 2019.

Saat ini, kata Rifai, anggota Polri mencapai 400.000 personel. Sehingga, Polda Kalsel akan menurunkan 3.000 personel dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Jumlah personel diturunkan 3/4 kekuatan. Kalau 400.000 personel, maka sekitar 3.000 personel Polda akan diturunkan,” pungkasnya.

Baca Juga: Angkat 5 Isu Pelayanan Publik, Ormas akan ‘Serbu’ Pemko Banjarmasin

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mengintip Bocoran Acara Tablig Akbar Ustaz Somad Malam Ini
apahabar.com

Kalsel

Catatan Sejarah (1); Menguak Asal Mula Warga Tionghoa Menetap di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Optimis Rebut Hati Masyarakat, Ariffin Haramkan Black Campaign di Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Hotel Batung Batulis Bakal Disulap Jadi Karantina Covid-19
Event Startup Weekend, Bang Dhin Jadi Juri

Kalsel

Event Startup Weekend, Bang Dhin Jadi Juri   
apahabar.com

Kalsel

Bangga Donor Darah, Member Euro Fans Club Banjarmasin Kenakan Jersey Tim Kesayangan
apahabar.com

Kalsel

Syafullah Tamliha Sumbang APD dan Kantong Mayat ke RSUD Ratu Zalecha

Kalsel

VIDEO: Puluhan Rumah di Pekapuran Diamuk Si Jago Merah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com