Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Kesultanan Banjar, Kuat Secara Militer dengan Militansi Waja Sampai Kaputing

- Apahabar.com Minggu, 10 Februari 2019 - 18:21 WIB

Kesultanan Banjar, Kuat Secara Militer dengan Militansi Waja Sampai Kaputing

ilustrasi perang Banjar. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kesultanan Banjar pernah mencapai wilayah Kalimantan Timur, Tenggara, Tengah dan Barat. Wilayah yang luas tersebut jelas memerlukan militer yang kuat.

Dalam Buku yang berjudul ‘Dakwah Islam di Tanah Banjar’ yang ditulis oleh Ustaz Drs H Ahmad Barjie B diterangkan,

pada masa Sultan Musta’in Billah pada awal abad ke-17 Kesultanan Banjar ditakuti oleh kerajaan-kerajaan di sekitarnya dan dapat menghimpun kurang lebih 50.000 perajurit. Demikian kuatnya Kesultanan Banjar hingga dapat membendung pengaruh politik dari Tuban, Arosbaya (Surabaya) dan Mataram.

Bukti lain dari kekuatan militer dari Kesultanan Banjar adalah dahsyatnya, besar dan lamanya perang  melawan penjajah Belanda dalam perang yang dinamakan Perang Banjar Barito dari tahun 1859 hingga 1906 atau selama 47 tahun.

Kedahsyatan perang Banjar Barito di antaranya terlihat dari banyaknya korban tewas, baik dari pihak Belanda maupun pejuang. Para pejuang saat itu benar-benar militan dan memiliki semangat juang yang tinggi untuk berperang fi sabilillah dengan prinsip “Haram manyarah lawan Walanda waja sampai kaputing”.

Salah satu episode Perang Banjar Barito, yaitu tenggelamnya kapal perang Onrust disertai tewasnya sejumlah pimpinan dan anggota pasukan Belanda di Sungai Barito. Hal tersebut sangat memukul Pemerintah Belanda sehingga dijadikan Hari Berkabung Nasional di negerinya.

Belanda hampir menyerah dan putus asa sehingga ditempuhlah rekayasa tipu muslihat dan cara-cara licik untuk mengakhiri perang. Banyak pejuang Banjar yang dibuang atau rakyat dipaksa migrasi ke luar Kalimantan.

Perang Banjar berakhir tahun 1906 dengan tertangkapnya Ratu Zalekha dan diasingkan ke Bogor, lalu dipulangkan ke Banjarmasin pada tahun 1937 dan meninggal tahun 1953.

Baca Juga: Kesultanan Banjar, Makmur dan Sejahtera dengan Syariat Islam

Baca Juga: Dakwah Melalui Institusi Negara Kerajaan Banjar

Baca Juga: Rekam Jejak Sultan Suriansyah, Dibuang Ke Sungai sampai Perang Saudara

Baca Juga: Catatan Bedah Buku Sultan Suriansyah, Pioneer Dakwah Islam di Tanah Banjar

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Imbau Malam Nisyfu Sya’ban di Rumah, MUI Kalsel Beberkan Amalannya

Habar

Imbau Malam Nisyfu Sya’ban di Rumah, MUI Kalsel Beberkan Amalannya
apahabar.com

Habar

Sesali Perang Badar, Anas bin Nadhar Jemput Syahid di Perang Uhud
apahabar.com

Religi

Hari Jum’at, Inilah Kebiasaan Rasulullah
apahabar.com

Habar

Kebersihan di Haul Sekumpul ke-15, DLH Berharap Jemaah Ikut Terlibat
apahabar.com

Habar

Pelatihan Ruqyah LDNU Kabupaten Banjar dan JRA Diminati Banyak Peserta
apahabar.com

Habar

Haul Guru Sekumpul ke-15, Jokowi dan Kiai Ma`ruf Belum Pasti Hadir
apahabar.com

Religi

Besan Menikah, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
apahabar.com

Religi

Jemaah Haul Syekh Samman Meluber hingga Badan Jalan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com