Akhir Pekan Ini, Wisata Siring Banjarmasin Resmi Ditutup Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama




Home Religi

Minggu, 10 Februari 2019 - 18:21 WIB

Kesultanan Banjar, Kuat Secara Militer dengan Militansi Waja Sampai Kaputing

Redaksi - Apahabar.com

ilustrasi perang Banjar. Foto-net

ilustrasi perang Banjar. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kesultanan Banjar pernah mencapai wilayah Kalimantan Timur, Tenggara, Tengah dan Barat. Wilayah yang luas tersebut jelas memerlukan militer yang kuat.

Dalam Buku yang berjudul ‘Dakwah Islam di Tanah Banjar’ yang ditulis oleh Ustaz Drs H Ahmad Barjie B diterangkan,

pada masa Sultan Musta’in Billah pada awal abad ke-17 Kesultanan Banjar ditakuti oleh kerajaan-kerajaan di sekitarnya dan dapat menghimpun kurang lebih 50.000 perajurit. Demikian kuatnya Kesultanan Banjar hingga dapat membendung pengaruh politik dari Tuban, Arosbaya (Surabaya) dan Mataram.

Bukti lain dari kekuatan militer dari Kesultanan Banjar adalah dahsyatnya, besar dan lamanya perang  melawan penjajah Belanda dalam perang yang dinamakan Perang Banjar Barito dari tahun 1859 hingga 1906 atau selama 47 tahun.

Baca juga :  Benarkah Semua Agama Sama? Simak Penjelasan Gus Baha

Kedahsyatan perang Banjar Barito di antaranya terlihat dari banyaknya korban tewas, baik dari pihak Belanda maupun pejuang. Para pejuang saat itu benar-benar militan dan memiliki semangat juang yang tinggi untuk berperang fi sabilillah dengan prinsip “Haram manyarah lawan Walanda waja sampai kaputing”.

Salah satu episode Perang Banjar Barito, yaitu tenggelamnya kapal perang Onrust disertai tewasnya sejumlah pimpinan dan anggota pasukan Belanda di Sungai Barito. Hal tersebut sangat memukul Pemerintah Belanda sehingga dijadikan Hari Berkabung Nasional di negerinya.

Belanda hampir menyerah dan putus asa sehingga ditempuhlah rekayasa tipu muslihat dan cara-cara licik untuk mengakhiri perang. Banyak pejuang Banjar yang dibuang atau rakyat dipaksa migrasi ke luar Kalimantan.

Baca juga :  Mudahkan Pelayanan, Kemenag Siapkan Prasarana dan Regulasi Daftar Haji Online

Perang Banjar berakhir tahun 1906 dengan tertangkapnya Ratu Zalekha dan diasingkan ke Bogor, lalu dipulangkan ke Banjarmasin pada tahun 1937 dan meninggal tahun 1953.

Baca Juga: Kesultanan Banjar, Makmur dan Sejahtera dengan Syariat Islam

Baca Juga: Dakwah Melalui Institusi Negara Kerajaan Banjar

Baca Juga: Rekam Jejak Sultan Suriansyah, Dibuang Ke Sungai sampai Perang Saudara

Baca Juga: Catatan Bedah Buku Sultan Suriansyah, Pioneer Dakwah Islam di Tanah Banjar

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Jelang Wafat, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Menangisi ‘Jabatannya’
apahabar.com

Religi

Khalifah Utsman Jadikan Dua Azan dalam Salat Jumat
apahabar.com

Habar

Didaulat Jadi Ketua MUI Banjar, Guru Muhammad Husin Soroti Muallaf di Paramasan
apahabar.com

Religi

Terlanjur Nazar untuk Maksiat, Apa yang Harus Dilakukan?
apahabar.com

Habar

Tanggapi Isu Corona, Dua Ulama Martapura: Taati Pemerintah dan Dukung NU Banjar Peduli
apahabar.com

Religi

Tak Banyak yang Tahu, Datu Sanggul Pernah Menyalurkan Ilmu Melalui Sastra
apahabar.com

Religi

Guru Ibad, Orang Dibalik Ditariknya Peredaran “Buku Kerohanian”
apahabar.com

Habar

Sempat Ingkari Kerasulan Nabi Muhammad SAW, Filsuf Ini Mendadak Masuk Islam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com