Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok! Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah

Kisruh RUU Permusikan, Ini Sikap Musisi Tanbu

- Apahabar.com Minggu, 10 Februari 2019 - 15:34 WIB

Kisruh RUU Permusikan, Ini Sikap Musisi Tanbu

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BATULICIN – RUU Permusikan menuai kontroversi. Ada yang pro, tapi banyak juga yang kontra. Kisruh RUU ini membuat Anang Hermansyah dan Jerinx SID berseteru hebat. Belakangan, perseteruan itu juga melibatkan Anji eks vokalis Drive.

Keberadaan RUU Permusikan itu mendapat sorotan tajam dari banyak musisi di Indonesia, termasuk dari sejumlah musisi lokal di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Vokalis The First, Deddy Rahmat, menolak keras RUU Permusikan. Ia menilai keberadaan RUU tersebut hanya akan membatasi kreativitas para musisi. Apalagi, di dalam RUU Permusikan itu juga ada poin tentang sertifikasi yang harus dijalani para musisi.

“Seharusnya semua pihak dilibatkan dalam pembuatan RUU Permusikan yang saat ini menjadi kontroversi,” kata musisi asal Pagatan yang juga aktif di genre etnik rock kepada Wartawan Apahabar.com, Minggu (10/2/2019). 

Hal senada disampaikan pentolan Fambos Band, Ucok. Secara umum ia tidak setuju dengan adanya RUU Permusikan itu. Namun, ia juga meminta beberapa pasal yang berpotensi menghambat kreativitas musisi untuk direvisi.

“Masih banyak pasal-pasalnya yang bisa menghambat perkembangan musik di indonesia. Jadi, harus direvisi dulu,” kata Ucok yang mengagumi band rock asal Irlandia, U2.

Komentar lain datang dari dedengkot musik underground Tanbu, Richie Petroza. Dengan bahasa satir, Richie justru mendukung RUU Permusikan segera diresmikan agar esensi musik perlawanan yang dikenal dengan berbagai istilah “underground dengan segala bentuknya”, dapat menemukan lawan yang sejati.

Menurut vokalis Nestov, kata “lawan” dan “berontak” sebagai nafas dari musik underground akan kembali menemukan esensi dan jati dirinya jika RUU Permusikan benar-benar disahkan sebagai Undang-undang.

“Iya, saya sepakat agar RUU Permusikan segera diresmikan. Ketok palu, disahkan,” katanya, sinis.

Ia menjelaskan, musik underground ada karena adanya perlawanan dan pemberontakan. Jika RUU Permusikan disahkan, perlawanan akan menemukan musuhnya yang sebanding.

Dengan disahkannya RUU Permusikan, tidak ada lagi musuh yang dibuat-buat oleh imajinasi. Melawan tanpa lawan, kata Richie, adalah keniscayaan. RUU Permusikan juga akan menjadi martir bagi mereka yang terlahir dalam skema underground.

“Silahkan disahkan secepatnya. Maka, kalian akan menuai badai. Resistensi adalah esensi. And from now on, you can call us an outlaws!” sebut Richie yang baru merilis album punk-metalcore bersama Nestov.

Baca Juga: Terharu, Dul Nangis saat Konser Dewa 19 di Malaysia

Reporter: Puja Mandela
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Musik

Rekam Jejak Musik Folk di Indonesia
apahabar.com

Musik

Pulang ke Indonesia, Mahasiswi Harvard Pamer Lagu Jazz
apahabar.com

Musik

NU’EST Tak Sabar Ketemu Fan Indonesia
apahabar.com

Musik

Tak Biasa, Endank Soekamti Akan Tampil Akustik di “This is My Wave Concert”
apahabar.com

Musik

Corona Jadi Judul Lagu Dangdut Remix, Netizen: WHO Menangis Mendengar Ini
apahabar.com

Musik

Setelah ‘Aisyah Istri Rasulullah’, Kini Muncul Lagu ‘Sayyidatina Khadijah’
apahabar.com

Musik

Fenomena K-pop hingga Jadi Mesin Pencetak Uang di Korsel
apahabar.com

Musik

Nostalgia di Intimate Konser Vierratale, Widi Banyak Berinteraksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com