Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

KPK Periksa Sekjen DPR RI, Kasus Suap Kebumen?

- Apahabar.com Senin, 18 Februari 2019 - 14:47 WIB

KPK Periksa Sekjen DPR RI, Kasus Suap Kebumen?

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar. Foto-Viva.co.id

apahabar.com, JAKARTA- KPK memanggil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar, Senin (18/2).

Ya, pemanggilan berkaitan dengan kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016. Indra diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (TK).

“Indra Iskandar yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPR RI akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TK (Taufik Kurniawan),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Senin (18/2) dilansir CNN.

Dalam jadwal pemeriksaan saksi dan tersangka yang dirilis, Indra akan dimintai keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan dari TK.

Baca Juga: Kahar Muzakir Dipanggil KPK, Jadi Saksi Suap Taufik Kurniawan

Sebelumnya, KPK juga telah memanggil Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Jazilul Fawaid pada Kamis (14/2). Selain Jazilul, anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat Djoko Udjianto juga turut diperiksa.

Pemeriksaan itu disebut untuk menelusuri proses penganggaran DAK Fisik Kebumen. KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Komisi III DPR RI Kahar Muzakir.

Saat ditanya soal praktik suap untuk memuluskan DAK Fisik Kebumen, Jazilul mengaku tidak tahu.

“Saya tidak tahu,” ujarnya.

Taufik ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan DAK Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016. Taufik diduga menerima Rp3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen Muhamad Yahya Fuad.

Yahya mengaku bertemu dua kali dengan Taufik di Semarang dan Jakarta. Dalam pertemuan itu, kata Yahya, ada kewajiban sebesar 5 persen yang harus diberikan jika DAK sebesar Rp100 miliar cair. Fee tersebut diberikan dua kali melalui orang suruhan Taufik.

Yahya telah didakwa menerima suap sekitar Rp12 miliar terkait sejumlah proyek di Kabupaten Kebumen selama tahun 2016.

Uang suap itu berasal dari para kontraktor yang akan mengerjakan berbagai proyek dari dana APBD 2016.

Baca Juga: Dua Tersangka Korupsi KNPI Tala Ditahan Lebih Lama

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Arab Saudi Umumkan Kasus Pertama Positif Virus Corona

Nasional

VIDEO: 95 Persen Perkawinan Anak di Indonesia Ilegal
apahabar.com

Nasional

PPP: Pernyataan Sukmawati Berpotensi Ganggu Kerukunan Umat Beragama
ampahar,com

Nasional

19 Karyawan PLN Hilang Diterjang Tsunami di Tanjung Lesung
apahabar.com

Nasional

Terduga Pelaku Bom Kartasura Pernah Dilaporkan Hilang dari Rumah
Terpisah dari Rombongan, Gajah Sumatera Dibantai hingga Tewas

Nasional

Terpisah dari Rombongan, Gajah Sumatera Dibantai hingga Tewas
apahabar.com

Nasional

Pemindahan Ibu Kota Perlu Dukungan Politik
apahabar.com

Nasional

Ketum JMSI: Negara Sistem Politik Tertutup Lebih Mampu Hadapi Krisis Kesehatan Pandemi Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com