Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Lahan Pertanian Menyusut, Pemuda Ini Manfaatkan Jalur Hidroponik Untuk Raih Penghasilan Tambahan

- Apahabar.com Jumat, 22 Februari 2019 - 20:53 WIB

Lahan Pertanian Menyusut, Pemuda Ini Manfaatkan Jalur Hidroponik Untuk Raih Penghasilan Tambahan

Eko Wahyudi menjelaskan terkait tanaman hidroponik kepada Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina di Pasar Rakyat Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lapangan Kamboja, Banjarmasin Tengah, Jumat (22/2/2019). Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin setiap saat selalu kehilangan lahan pertanian, akibat alih fungsi lahan. Kondisi demikian membuat kekhawatiran pemuda di kota berjuluk seribu sungai yang peduli terhadap ketersediaan pangan dan sayuran.

Berbekal momen itu, salah seorang pemuda bernama Eko Wahyudi menggagas untuk membentuk Komunitas Petani Berdasi.

Dibentuknya komunitas yang terfokus pada hidroponik tersebut bertujuan untuk menciptakan petani berdasi, walaupun Kota Banjarmasin minim punya lahan pertanian.

Namun, dengan memanfaatkan pekarangan rumah ternyata bisa menjadi penghasilan tetap bagi dia dan rekannya dalam satu komunitas.

Eko mengakui, pendapatannya selama sebulan sebagai PNS di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasar Lama 3 Banjarmasin, tidak sebanding dengan penghasilan yang didapatnya mengelola tanaman hidroponik di pelataran rumah dengan lahan terbatas.

“Dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah, memanen 100 lubang tanaman hidroponik sudah jelas bisa meraup Rp 1 juta di tangan,” terang kepada apahabar.com di Pasar Rakyat Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lapangan Kamboja, Banjarmasin Tengah, Jumat (22/2/2019).

Pasalnya, ia memaparkan, cukup dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk bertanam dengan media hidroponik tersebut ternyata bisa menciptakan petani yang berdasi dengan peluang usaha yang bagus.

Baca Juga: MHM Serta Dinas Koperasi Banjarmasin Adakan Festival Pasar Rakyat

Karena, dalam merawat dan menumbuhkan kembangkan usaha pertanian ini sangat sederhana dan tidak perlu merogoh kocek cukup dalam.

Apalagi hasil panennya pun tentunya alami karena mulai dari menyemai benih hingga panen tidak menggunakan bahan kimia.

Namun, hanya mengandalkan sirkulasi air dan ternyata hasil panennya pun cukup melimpah padahal tidak membutuhkan pupuk kimia.

“Perbandingan percepatan panen antara hidroponik dan tanaman biasa hampir 100 persen. Cukup 30 hari saja bisa langsung memanen tanaman, bayangkan perputaran keuntungan yang didapat,” ujarnya.

Bahkan, ia menerangkan banyak pasar modern baik dari dalam maupun luar Banjarmasin yang meminta pasokan sayuran kepada pihaknya.

Karena semakin banyaknya permintaan dari konsumen yang ingin mengkonsumsi sayuran yang bebas dari zat kimia berbahaya. Maka, ia terus menambah anggota komunitas petani berdasi.

“Untuk saat ini kami masih fokus terhadap jenis sayur-sayuran hidroponik. Karena banyaknya permintaan dari konsumen, seperti di Kabupaten Tabalong yang ingin 1.200 kg tanaman hidroponik dari kami,” terangnya.

Ia pun mengajak kaum muda agar memanfaatkan pelataran rumahnya untuk dijadikan lahan pertanian terbatas, bisa mulai dengan menanam cabai, sawi dan lain-lain yang tidak memakan lahan.

Apabila ia akan memberikan ilmu bertaninya melalui pelatihan menanam dengan media hidroponik di agenda Pasar Rakyat yang digelar MHM Official pukul 16.30 Wita besok (23/2/2019).

Sebab, ia melihat untuk tidak bisa lagi mengandalkan persediaan pangan dari lahan pertanian yang semakin sempit.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bank Mandiri Tingkatkan Pasokan Uang Tunai hingga Rp 1,9 Triliun
apahabar.com

Ekbis

BI Kalsel Buka Kas Keliling, Cek Jadwal dan Lokasinya
apahabar.com

Ekbis

Harga Gula Naik, Mendag Cek Satgas Pangan
apahabar.com

Ekbis

Per November 2019, Ekspor Kalsel Turun
apahabar.com

Ekbis

Ketegangan Dagang AS-China, Rupiah Ikut Melemah
apahabar.com

Ekbis

Harga Gas Industri Turun, Menperin: Penerimaan Negara Akan Naik
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Nasabah di Martapura Lebih Banyak Tebus Emas
apahabar.com

Ekbis

Cara Aktifkan Fitur Penangkal Bullying di Instagram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com