Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max

Mahasiswa Banjarmasin Gelar Unjuk Rasa Lawan Kekerasan di Balikpapan

- Apahabar.com Jumat, 15 Februari 2019 - 18:21 WIB

Mahasiswa Banjarmasin Gelar Unjuk Rasa Lawan Kekerasan di Balikpapan

Puluhan mahasiswa Banjarmasin menuntut polisi mengusut tuntas kasus pemukulan mahasiswa yang diduga dilakukan oknum polisi saat aksi damai di HUT Balikpapan, 11 Februari kemarin. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Puluhan massa yang terhimpun dalam Aliansi Kelompok Cipayung Banjarmasin menggelar aksi solidaritas di Bundaran Hotel Arum Banjarmasin, Jumat (15/2) sore.

Aksi tersebut sebagai respon kasus kekerasan yang menimpa sejumlah mahasiswa Balikpapan oleh oknum aparat kepolisian saat aksi damai di HUT Kota Balikpapan, 11 Februari 2019 silam.

“Unjuk rasa itu sudah dilindungi konstitusi, yakni dalam pasal 28E Undang-undang Dasar 1945,” ucap Koordinator Aksi, Muhammad Ridho A.G.D, Jumat (15/2), dalam orasinya.

Lebih jauh mengenai mekanisme pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum telah diatur dalam Undang-undang Nomor 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Dengan dasar itu, menurutnya, maka masyarakat mempunyai legitimasi untuk berpendapat dan bersesuaian dengan peraturan yang berlaku.

“Seharusnya kepolisian mempunyai tanggung jawab dalam melindungi hak berpendapat individu maupun kelompok dengan menggunakan protap pengendalian massa,” tegasnya.

Baca Juga: Ingat, 1 Maret Jalan Piere Tendean Berlakukan Sistem Satu Arah

Sayangnya, kata dia, perihal tersebut tak dapat dirasakan oleh rekan mahasiswa di kota Balikpapan. Rekan mereka di Balikpapan, sambungnya, justru mendapatkan tindakan represif oleh aparat kepolisian.

Dia melihat kejadian semacam itu dapat mencederai proses demokrasi yang sangat dijunjung tinggi di Indonesia.

Ironisnya, peristiwa itu seakan menjadi bukti, oknum aparat kepolisian tidak mampu menjalankan fungsinya sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 16/2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa (Protap Dalmas) dan Peraturan Kapolri Nomor 9/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan, Pelayanan, Pengamanan dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan pedemo. Pertama menuntut Kapolresta Balikpapan untuk mengklarifikasi dan mengusut tuntas oknum-oknum yang melakukan pemukulan terhadap massa aksi damai di Balikpapan.

Kedua, menuntut aparat penegak hukum agar tidak terjadi represifitas serupa di tingkat nasional dan khususnya daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan mengacu pada Peraturan Kapolri tersebut.

Terakhir, meminta kepada aparat penegak hukum agar memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak manapun dalam menyampaikan pendapat di muka publik sesuai dengan Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Apabila tuntutan ini tak dikabulkan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar. Bahkan, kita akan bawa ke Komnas HAM,” pungkasnya.

Baca Juga: Pengungkapan Kasus Narkoba Polda Kalsel Naik

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Dinas PUPR Tabalong Cor Beton Jalan Mangkusip-Pamarangan
apahabar.com

Kalsel

Tunggu Banjarbakula, Alasan Penataan Alalak Lamban
apahabar.com

Kalsel

Kemeriahan Lebaran di Tapin, Warga Gelar Lomba Balap karung
apahabar.com

Kalsel

Imunisasi MR Dilanjutkan, Kalsel Sudah Capai 60 Persen
apahabar.com

Hiburan

Pesona Hamparan Sawah dan Pegunungan Jadi Wisata Alam Desa Jaro Tabalong Mulai Diserbu Warga
apahabar.com

Kalsel

DEMA UIN Antasari Soroti Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia  
apahabar.com

Kalsel

2 PDP Covid-19 Asal Banjarmasin Meninggal, Belum Ada Hasil Tes PCR
apahabar.com

Kalsel

RSJ Sambang Lihum Diskenariokan Jadi Sentralisasi Penanganan Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com