Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

Mahfud Tuding Ada Produsen Hoaks Ingin Merusak Pemilu 2019

- Apahabar.com Rabu, 20 Februari 2019 - 04:28 WIB

Mahfud Tuding Ada Produsen Hoaks Ingin Merusak Pemilu 2019

Mantan Ketua MK, Mahfud MD. foto-Media Indonesia

apahabar.com, YOGYAKARTA – Jelang perhelatan akbar Pemilu 2019, April mendatang suhu politik kian panas. Panas suhu politik, tak luput dari munculnya sejumlah berita bohong atau hoaks.

Sampai-sampai, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menuding ada produsen hoaks yang ingin membuat Pemilu 2019 seolah-olah tidak kredibel di mata masyarakat.

Baca Juga: JK Akui Pemberian Lahan Oleh Prabowo di Kaltim

“Ada gerakan-gerakan yang memang tujuannya mengacau, misalnya produsen-produsen hoaks yang selalu memproduksi berita-berita yang salah, bohong dan meresahkan sehingga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemilu,” kata Mahfud seusai Dialog Kebangsaan dengan tema “Merawat Patriotisme, Progresifitas, dan Kemajuan Bangsa” di Stasiun Tugu, Yogyakarta, dikutip dari Antara, Selasa (19/2) malam.

Mahfud menduga gerakan memproduksi hoaks itu berlangsung secara terorganisasi yang hanya bertujuan mengacau. Sebab meski telah berulang kali diluruskan, namun informasi bohong tetap disebarkan kepada masyarakat. “Meskipun sudah dibenarkan itu dikeluarkan terus sehingga rakyat kecil lama-lama mulai percaya,” katanya lagi.

Ia mencontohkan informasi bohong yang tetap disebarkan oleh produsen hoaks, di antaranya adalah informasi bahwa KPU sudah didikte atau telah menjadi alat dari kelompok politik tertentu.

“Itu buktinya apa? KPU menurut saya sekarang independen dan KPU bukan alat pemerintah tetapi alat kekuatan politik, wong KPU yang membuat DPR. Misalnya lagi ada hoaks tentang tujuh kontainer surat suara yang dicoblos kan sudah jelas itu tidak mungkin tetapi terus dikembangkan,” sebutnya.

Contoh lainnya, lanjut Mahfud, ada informasi yang menyebutkan bahwa Cawapres KH Ma’ruf Amin hanya dimanfaatkan untuk mendulang suara dan sebentar lagi akan digantikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Padahal, menurut dia, sudah jelas bahwa sesuai Undang-Undang (UU) Pemilu penggantian calon presiden dan wakil presiden tidak diperbolehkan. Calon yang mengundurkan diri akan dihukum lima tahun penjara disertai denda Rp50 miliar.

“Partai yang menarik pencalonannya juga hukumannya enam tahun penjara dengan denda Rp100 miliar. Misalnya dianggap berhalangan tetap tidak bisa karena di undang-undang 60 hari sebelum pemungutan suara tidak boleh ada penggantian meskipun itu berhalangan tetap,” jelas Mahfud.

Tidak berhenti di situ, kata Mahfud, muncul pula hoaks bahwa setelah Ma’ruf Amin menjadi wapres akan digantikan oleh Ahok. Hal itu tidak terjadi karena di dalam UU Pemilu sudah jelas mengatur bahwa yang boleh menjadi presiden dan wakil presiden adalah orang yang tidak pernah dihukum penjara lima tahun atau lebih.

“Nah itu sudah dijelaskan tetapi masih dikembangkan terus. Ini artinya ada produsennya, ada yang memproduk untuk membuat keresahan masyarakat terus menerus sehingga pemilu dirasa tidak kredibel,” kata Mahfud yang juga ketua Gerakan Suluh Kebangsaan.

Kegiatan Dialog Kebangsaan di Stasiun Tugu Yogyakarta merupakan episode kelima dari rangkaian Kegiatan Jelajah Kebangsaan yang dipimpin Mahfud MD. Kegiatan itu sebelumnya berlangsung di Stasiun Merak, Gambir, Cirebon, dan Purwokerto.

“Ada yang usil bilang bahwa Gerakan Suluh Kebangsaan ini kampanye. Saya katakan terus terang bahwa kami datang memang untuk kampanye tetapi bukan untuk politik tertentu melainkan kampanye untuk kebangsaan,” kata Mahfud.

Baca Juga: Majelis Taklim Al Hidayah Mendukung Pemilu Damai

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

PKS Optimis Capai 12 Persen Suara Nasional
apahabar.com

Politik

Pilgub 2020, Gerindra Tunggu Reaksi Paman Birin dan Denny Indrayana
apahabar.com

Politik

DPS Pilgub Kalsel 2020 Terjun Bebas Dibandingkan DPT Pileg 2019
apahabar.com

Politik

Pilgub Kalsel, Beringin Belum Berencana Perpanjang Pendaftaran
apahabar.com

Politik

Pilkada Banjar, Saidi Mansyur Akhirnya Dapat ‘Jodoh’
apahabar.com

Politik

Sederet Mimpi Besar Pasangan Haris-Ilham di Pilwali Banjarmasin 2020
apahabar.com

Politik

Debat Pilpres Ketiga, Nobar TKD Kalsel Sertakan Live Musik
apahabar.com

Politik

Nih, Respons Difri Usai Diusung Demokrat Jadi Cawagub Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com