2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian WHO Tetapkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Simak Alasannya Hasil Liga Italia, Taklukkan Crotone 2-1, Fiorentina Kembali ke Jalur Kemenangan

Membina Rumah Tangga yang Harmonis?

- Apahabar.com Senin, 25 Februari 2019 - 12:31 WIB

Membina Rumah Tangga yang Harmonis?

Ilustrasi pengantin. Foto-net

Tanya: Assalamu’alaikum. Apa saja hak dan kewajiban suami dan istri?
(XXXXXXXXXXX)

Jawab: Wa’alaikumsalam Wr Wb. Hak dan kewajiban suami dan istri banyak sekali. Kewajiban suami di antaranya adalah muassyaroh bil ma’ruf yaitu menggauli dan menghubungi istrinya dengan kebaikan. Kriteria ini adalah kriteria yang umum.

Memberikan nafaqoh wajibah (nafkah wajib, red), berupa makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal yang layak kepada istrinya. Tapi hal itu terkait taatnya sang istri. Apabila istri tidak taat, sehingga dia termasuk nusyuj atau membangkang, maka tidak ada kewajiban bagi suami memberikan nafaqoh itu.

Selain hak dan kewajiban, yang lebih penting untuk diperhatikan dalam berumahtangga adalah bagaimana caranya membina rumah tangga agar menjadi sakinah mawaddah warohmah. Dalam membina rumahtangga, adakalanya sang suami harus mengalah, dan terkadang sang istri yang harus mengalah.

Karena itu, hubungan suami dan istri itu diibaratkan dengan badan dan baju-baju dan badan. Artinya masing-masing saling menutupi.

Allah mengistilahkan dalam Alqur’an, “Mereka-mereka wanita-wanita adalah pakaian bagi kalian wahai lelaki-lelaki, dan wahai lelaki-lelaki kalian adalah pakaian bagi wanita-wanita.”

Maksudnya, pakaian fungsinya menutupi aurat. Menutupi kekurangan dalam keluarga tersebut. Idealnya, suami dan istri saling menutupi keaiban dan kekurangan masing-masing.

Selain menutup aurat, pakaian juga berfungsi untuk menahan dingin dan panas, memperindah pemakainya, dan lain sebagainya. Banyak hal yang bisa diambil hikmah dari istilah yang disebutkan dalam Alqur’an tersebut (untuk dikaitkan dengan ikatan suami dan istri, red).

Wallahu ‘alam.

Jawaban ini dari:

apahabar.com

Tuan Guru H Ahmad Mulkani Al Banjari

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tanya Tuan Guru

Bolehkah Orang Bodoh berdakwah?
apahabar.com

Tanya Tuan Guru

Niat Baik Bolehkah Dijalankan dengan Cara Buruk?
apahabar.com

Tanya Tuan Guru

Membuat Anak Yatim Menangis, Berdosakah?
apahabar.com

Tanya Tuan Guru

Termakan Makanan Haram, Bagaimana Solusinya?
apahabar.com

Tanya Tuan Guru

Bolehkah Berwudhu di WC
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com