BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Menggali Potensi Pajak di Provinsi Termuda

- Apahabar.com Kamis, 28 Februari 2019 - 11:42 WIB

Menggali Potensi Pajak di Provinsi Termuda

Kegiatan masyarakat Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara saat menyambut HUT RI pada tahun lalu. Foto-puskamudafisipui

apahabar.com, TANJUNGSELOR – Selain mengajak para Wajib Pajak (WP) untuk taat membayar pajak, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie juga berharap sistem dan peraturan perpajakan yang sudah ada direalisasikan secara ketat dan optimal.

Ini disampaikan Gubernur saat membuka Tax Gathering Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan di Kayan Multifunction Hall Hotel Tarakan Plaza, kemarin, Rabu (27/2).

Sesuai data KPP Pratama Tarakan, untuk penerimaan pajak di wilayah Tarakan dan Nunukan hingga 2019 mencapai Rp 835.419.350.970.

Baca Juga: Apa Kabar Pembangunan Gedung Perkuliahan dan Lab UBT ?

“Untuk menjadi negara maju, pemerintah harus mampu membuat warganya taat membayar pajak. Ini harus ditopang dengan sistem dan peraturan perpajakan yang ketat serta direalisasikan dengan maksimal. Jadi, ketaatan membayar pajak sangat penting. Namun pemerintah juga harus bagus dan dapat dipercaya oleh warganya,” ucap Irianto dikutip laman  resmi Pemprov Kaltara, Kamis (28/2).

Diakui Gubernur, pajak merupakan faktor penting dalam peningkatan daya saing daerah. Utamanya, bagi provinsi baru seperti Kaltara.

“Daya saing usaha maupun investasi, sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengelolaan pajak.

Dari itu, Pemerintah Indonesia memberikan insentif pajak, termasuk tax holiday.

Kebijakan ini diharapkan akan memudahkan investor datang ke daerah baru, seperti Kaltara,” urai Gubernur.

Baca Juga: Kaltara Pacu Pertumbuhan Wirausaha lewat Pinggiran

Gubernur juga menginginkan tingkat kecurangan dalam pengelolaan pajak terus dieliminir.

Ini berkaitan dengan tingkat kepercayaan warga untuk membayar pajak kepada pemerintah.

“Saya berharap dengan sistem yang semakin bagus, maka kecurangan pun ter-eliminasi. Manfaatkan teknologi informasi semaksimal mungkin untuk mengantisipasi kecurangan tersebut. Di samping itu, pemanfaatan pajak pun sebisa mungkin untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Untuk itu, haruslah diterapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” papar Irianto.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimtara) Samon Jaya menuturkan, untuk meningkatkan peluang perolehan pajak di Kaltara, salah satunya dapat ditempuh dengan memanfaatkan kebijakan insentif pajak melalui mekanisme tax holiday.

Baca Juga: Kalimantan Utara Usulkan Tambah Kuota Produksi Batu Bara

“Saya perkirakan, peluang investasi di Kaltara ini mencapai Rp 1 triliun. Apabila tax holiday ini diterapkan, maka investor akan mendapatkan sejumlah manfaat. Di antaranya, terjadi pengurangan PPh badan sebesar 100 persen dari PPh terutang, juga diberikan pengurangan 50 persen dari PPh terutang selama 2 tahun sebelumnya. Namun, patut dipahami pula, pajak penghasilan karyawan tetap dipungut,” tutup Samon

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

Pasca Pemilu Serentak, Simak Laporan Gubernur Kaltara
apahabar.com

Kaltara

PLTS untuk 6 Desa Terisolir
apahabar.com

Kaltara

Lewat Destana, Kaltara Siap Antisipasi Bencana
apahabar.com

Kaltara

Korsupgah Korupsi Meningkat, Kaltara Peringkat 2 Nasional
apahabar.com

Kaltara

Kapal Tol Laut Kaltara Segera Dilengkapi Kontainer Pendingin
apahabar.com

Kaltara

Perolehan Pajak Kaltara Capai Rp 376,5 Miliar
apahabar.com

Kaltara

Gubernur Kaltara Undang ‘Pelabur’ Sabah untuk Berinvestasi
apahabar.com

Kaltara

Inflasi, 3 Komoditas Potensial Paling Diwaspadai di Kaltara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com