Jadwal Penumpang Banjarmasin Tujuan Bali Transit di Surabaya Berubah, Begini Respons Lion Air Mulai Berlaku, Syarat Wajib PCR Bikin Warga Kalsel Terbang ke Bali Berpikir Dua Kali Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan

Menggugat Hari Pers Nasional

- Apahabar.com     Selasa, 12 Februari 2019 - 03:49 WITA

Menggugat Hari Pers Nasional

Seorang Jurnalis berorasi saat menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia atau World Press Fredom Day 2016 di alun-alun tugu Malang, Jawa Timur, 3 Mei 2016. Dalam aksi tersebut, peserta aksi mengingatkan kembali pentingnya memperjuangkan dan mempertahankan kebebasan pers. Foto-tempo

“HPN jadi ritual rutin tahunan, sarana efektif untuk melakukan mobilisasi pers, dan menjadi ajang berkumpul serta ‘berpesta’ para petinggi PWI dan media massa. Pasca Reformasi 1998, praktik HPN yang demikian masih diteruskan”

Oleh: Aji Setiawan

BERANGKAT dari peran wartawan yang begitu penting dan mungkin bisa dibilang vital dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, terbentuklah organisasi bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Berdirinya PWI ini menjadi wadah dan sarana, serta lambang persatuan para wartawan Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia dari bahaya kembalinya penjajahan.

Ditetapkannya Hari Pers Nasional (HPN) erat hubungannya dengan PWI karena telah dibahas, bahkan menjadi salah satu butir dari hasil Kongres PWI ke-28 di Padang pada 1978.

Baca Juga: Hari Pers, AJI Balikpapan: Jangan Sekadar Seremoni

Dalam kongres tersebut, isu tentang HPN tercetus dari keinginan tokoh-tokoh pers untuk memperingati kehadiran dan peran pers Indonesia dalam lingkup nasional.

Hal itu pun kemudian dikemukakan lagi dalam sidang Dewan Pers ke-21 yang diselenggarakan di Bandung pada 19 Februari 1981.

Setelah disetujui, isu tersebut disampaikan pada pihak pemerintah melalui perpanjangan tangan Dewan Pers.

Prosesnya memang panjang, tapi tidak sia-sia. Setelah sekitar tujuh tahun berlalu, akhirnya pada 9 Februari ditetapkan secara resmi oleh pemerintah sebagai HPN.

Kala itu, Indonesia berada dalam era orde baru yang mana masih dipimpin oleh Soeharto. Penetapan HPN sendiri dapat ditemukan dalam Keputusan Presiden RI No.5 Tahun 1985.

Tak jarang banyak yang bertanya-tanya, mengapa 9 Februari ditetapkan sebagai HPN?

Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, lahirnya Hari Pers Nasional berhubungan erat dengan PWI.

Baca Juga: HPN ‘Diubah’ Jadi Hari Prabangsa Nasional di Surabaya

Ternyata 9 Februari bertepatan dengan hari jadi PWI yang dibentuk pada 1946.

Sejak penetapan 9 Februari itu, peringatan HPN diselenggarakan setiap tahun di ibu kota provinsi se-Indonesia secara bergilir dengan mengusung tema yang berbeda-beda.

Pada 2019 sendiri, Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur dipilih menjadi tuan rumah peringatan HPN dengan mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital”.

Adanya peringatan Hari Pers Nasional ini, semoga keberlangsungan dan kebebasan pers di Indonesia bisa terus berkobar.

Tentunya dengan turut memerhatikan verifikasi informasi yang akan disampaikan pers sebagai fasilitator warta untuk masyarakat.

Sepertinya, boleh dikatakan kalau informasi termasuk kebutuhan manusia. Hal ini melihat informasi yang bisa dibilang telah menjadi makanan sehari-hari manusia pada masa kini.

Namun, informasi memang bukanlah kebutuhan pokok yang jika tidak terpenuhi, maka akan memengaruhi keberlangsungan
hidup manusia.

Nah, salah satu sumber pembuatan dan penyebaran informasi adalah pers. Di Indonesia sendiri, terdapat peringatan HPN yang jatuh setiap tanggal 9 Februari. Tentu terdapat cerita sejarah di balik penetapannya.

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Chairul Tanjung: Kontraktor jangan Korupsi Anggaran Sekolah
apahabar.com

Nasional

Lanal Gagalkan Penyeludupan 79 Kilogram Sabu
apahabar.com

Nasional

Menteri PUPR Pastikan Food Estate di Kalteng Dimulai Oktober 2020
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Pindah, Sastrawan: Kalimantan Jangan Seperti Amerika
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Rakyat Doakan Ibundanya dari Rumah
Covid-19

Nasional

Setahun Pandemi Nyaris Nol Kasus, Ketahui Rahasia Warga Baduy ‘Tangkal’ Covid-19
apahabar.com

Nasional

Brunei Darussalam Resmi Terapkan Hukuman Rajam Mati dan Amputasi
Bolsel

Nasional

Bolsel Digoyang Gempa Magnitudo 5,0
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com