Tenang.. Kombes Subchan Jamin Stok Oksigen Kalsel Aman! Resmi, Jokowi Perpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus Pakar ULM: Pelacakan Covid-19 di Banjarmasin Mendekati Nol! STOK Oksigen di RS Ulin Banjarmasin Tinggal Hitungan Jam, Cek Faktanya Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

Minyak Dunia Merosot, Pertamax Cs Kembali Turun!

- Apahabar.com     Minggu, 10 Februari 2019 - 04:44 WITA

Minyak Dunia Merosot, Pertamax Cs Kembali Turun!

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat. Besaran penyesuaian harga BBM bervariasi sampai dengan Rp800/liter.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid mengatakan penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina.

Untuk wilayah Jakarta, misalnya, Pertamax Turbo disesuaikan dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.200 per liter. Pertamax disesuaikan dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter. Dexlite disesuaikan dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter. Dan Dex disesuaikan dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter.

apahabar.com

Harga BBM mulai 10 Februari 2019. Foto-pertamina.com

“Pertalite tetap Rp 7.650 per liter,” ujar Ma’ud dikutip dalam laman resmi Pertamina.

Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium (JBKP di wilayah Jawa, Madura, dan Bali) menjadi Rp 6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.

Harga BBM di beberapa wilayah, kata dia, berbeda karena adanya pemberlakuan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Meski demikian, semua harga BBM ini sudah sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Umum sebesar minimal 5% dan maksimal 10% dari harga dasar.

Pertamina berharap, adanya penyesuaian harga dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan produk Pertamina.

“Sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas,” jelasnya.

Mas’ud menyebut, ada dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah yang menjadi pertimbangan utama.

Sesuai ketentuan pemerintah, sebagai badan usaha hilir Migas Pertamina mesti tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan pertimbangan tersebut.

“Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM,” kata Mas’ud Khamid.

Sebagai pengingat, ini kali kedua perseroan tersebut melakukan penyesuaian harga. Pada Sabtu 5 Januari 2019, kebijakan serupa diambil menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bantu Petani, Babinsa di Tabalong Bangun Penggilingan Padi
apahabar.com

Kalsel

Tunggu Pelanggan, 7 PSK Diamankan Satpol PP Banjarmasin
SilakonBaru

Kalsel

Hadir di Banjarbaru, SilakonBaru Milik BPN Singkat Birokrasi hingga Cegah Covid-19
apahabar.com

Kalsel

H+2 Lebaran, Pemudik Berangsur Balik
apahabar.com

Kalsel

Nobar TKD Kalsel Suguhkan Musik Modern
apahabar.com

Kalsel

Berkah Ramadan, Bripka Abdul Aziz Bersama Komunitas IBC Bagikan Sarung Gratis
apahabar.com

Kalsel

PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon?
apahabar.com

Kalsel

5 ASN Pemkot Banjarmasin Terinfeksi Covid-19, Amankah Bekerja?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com