ga('send', 'pageview');
Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin Karier Mengilap Kasat Reskrim Kotabaru: Tempur Melawan OPM Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!




Home Kalsel

Minggu, 10 Februari 2019 - 04:44 WIB

Minyak Dunia Merosot, Pertamax Cs Kembali Turun!

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. Foto-net

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat. Besaran penyesuaian harga BBM bervariasi sampai dengan Rp800/liter.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid mengatakan penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina.

Untuk wilayah Jakarta, misalnya, Pertamax Turbo disesuaikan dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.200 per liter. Pertamax disesuaikan dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter. Dexlite disesuaikan dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter. Dan Dex disesuaikan dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter.

apahabar.com

Harga BBM mulai 10 Februari 2019. Foto-pertamina.com

“Pertalite tetap Rp 7.650 per liter,” ujar Ma’ud dikutip dalam laman resmi Pertamina.

Baca juga :  Nelayan SA, Si Predator Seks Kotabaru Akhirnya Diringkus!

Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium (JBKP di wilayah Jawa, Madura, dan Bali) menjadi Rp 6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.

Harga BBM di beberapa wilayah, kata dia, berbeda karena adanya pemberlakuan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Meski demikian, semua harga BBM ini sudah sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Umum sebesar minimal 5% dan maksimal 10% dari harga dasar.

Pertamina berharap, adanya penyesuaian harga dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan produk Pertamina.

Baca juga :  Kawal Aksi di Depan Kantor DPRD Kalsel, 500 Personel Polri Diturunkan

“Sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas,” jelasnya.

Mas’ud menyebut, ada dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah yang menjadi pertimbangan utama.

Sesuai ketentuan pemerintah, sebagai badan usaha hilir Migas Pertamina mesti tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan pertimbangan tersebut.

“Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM,” kata Mas’ud Khamid.

Sebagai pengingat, ini kali kedua perseroan tersebut melakukan penyesuaian harga. Pada Sabtu 5 Januari 2019, kebijakan serupa diambil menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tak Terima Ditegur Saat Latihan Road Race, Belati Bicara
apahabar.com

Kalsel

Mudik Gratis Wan Paman Birin Gerus Penumpang Terminal Pal 6?
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Tingkatkan Kewaspadaan Narkoba Jelang Natal-Tahun Baru
apahabar.com

Kalsel

Kisruh Jemaah Travellindo, Tetap Berangkat tapi….
apahabar.com

Kalsel

Razia Jelang Tahun Baru, Wisnu: 2 Pengunjung Grand Positif Narkoba
apahabar.com

Kalsel

Saat Hujan Deras, Banjarmasin Rawan Pohon Tumbang!
apahabar.com

Kalsel

Senin Dilantik, Syarifuddin Ditunjuk DPP PDIP Jadi Wakil Ketua DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Warga Antre Zakat Polda Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com