Geger! Temuan Mayat Misterius di Blangkas Stagen Kotabaru Skema Terburuk, BUMA Rekrut Karyawan Besar-besaran di Tabalong Sederet Agenda Wamen Alue Dohong di Kalsel, Tanam Pohon hingga Tinjau Rehabilitasi DAS Manajemen Pama Ungkap Dua Kemungkinan Terburuk Karyawan Bantah Ijazah Rahmad Masud Palsu, Rektor Untri Siap Lapor Balik

MIS Terpuruk, Diduga Akibat Gejolak Internal Yayasan Masa Lalu

- Apahabar.com Kamis, 21 Februari 2019 - 21:07 WIB

MIS Terpuruk, Diduga Akibat Gejolak Internal Yayasan Masa Lalu

Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Musyawarah Mufakat di Kelurahan Kampung Gadang, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Foto-apahabar.com/Muhammad Robbi

apahabar.com, BANJARMASIN – Kondisi memprihatinkan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Musyawarah Mufakat yang berada di Kelurahan Gedang, Kecamatan Banjarmasin Tengah tak lepas dari konflik masa lalu di internal yayasan.

Usut punya usut, keterpurukan MIS ditengarai akibat ketidakharmonisan antara sekolah dan pihak yayasan kala itu. Pihak sekolah kala itu dinilai tidak transparan dalam mengelola anggaran.

Baca Juga: Madrasah Ibtidaiyah Musyawarah, Mati Segan Hidup Tak Mau

“Kala itu tak ada sikap transparan dalam pengelolaan anggaran. Padahal, anggaran saat itu cukup untuk membangun infrastruktur,” ucap Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta Musyawarah Mufakat, Sirrajudin kepada apahabar.com, Kamis (21/2/2019).

Alih-alih memperbaiki hubungan keduanya, Kepala Madrasah periode itu, malah memilih mengundurkan diri sebagai pimpinan tertinggi. Nahasnya, kata Sirrajudin, laporan yang diserahkan memiliki indikasi penyimpangan penggunaan anggaran.

Padahal, pada 2009, sekolah mendapatkan dana Rp208 juta. Sayangnya tak dialokasikan dengan benar.”Kita memang memulai kembali dari awal,” cetusnya

Bahkan sebagian dokumen, tambah Sirrajudin, sempat hilang. Untungnya, ia bersama dewan guru secepatnya membuat dokumen tersebut. Syukurnya, dokumen seperti riwayat sekolah dan akta notaris sudah dalam genggaman. Kedepan, ia akan membuat sertifikat. Dengan tujuan agar mudah mengusulkan anggaran dan sebagainya.

Bak benang kusut di masa lalu, membuat pihak sekolah kian merongkak untuk melangkah kedepan. Alhasil, infrastruktur dan fasilitas pendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dinilai belum memadai.

Baca Juga: Viral, Madrasah Jadi Tempat Judi dan Miras di Banjarmasin, Murid pun Diajak!

Lantai yang berlubang, dinding penuh coretan, plafon mulai runtuh dan tak adanya lapangan untuk apel, dinilai sebagai wujud kegagalan di masa lalu dalam mengelola sebuah yayasan.

“Untuk KBM saja, kita masih menggunakan kapur,” cetusnya.

Sebagai seorang Kepala Madrasah, cita-citanya tak amat besar, yakni hanya ingin membangun pagar sekolah dan membuat lapangan agar mendukung apel seperti sekolah-sekolah lain pada umumnya.

“Namun secara kurikulum, kita mengikuti Pemerintah. Dengan menerapkan Kurikulum 2013 dengan sistem tematik,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penyelamat Bekantan Asal Banua Raih Penghargaan Internasional
Banjir

Kalsel

Antisipasi Banjir di Kalsel, Fakultas Kehutanan ULM Urai Banyak Solusi
WO Nineteen Banjarbaru

Banjarbaru

Kisah Bisnis WO Nineteen Banjarbaru, Beranjak dari Keresahan Hingga Raih Cuan
apahabar.com

Kalsel

Kronologis Tenggelamnya KM Pieces di Matasiri Kalsel, 2 Tewas dan Puluhan Hilang!
apahabar.com

Kalsel

Bertambah 94 Kasus, Positif Covid-19 di Kalsel Jadi 2.569
apahabar.com

Kalsel

Kerap Terjadi Lakalantas, Warga Urunan Tutupi Lubang Jalan Margasari Tapin
apahabar.com

Kalsel

JCH Tanbu Sudah Tiba di Mekah
apahabar.com

Kalsel

Jaksa Soal Isu Pencabulan Oknum Pejabat: Hukum Tak Pandang Bulu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com