‘Olahraga’ Malam, Ratusan Pemuda di Tapin Arak Motor Sampai Polres CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air




Home Kalsel

Senin, 11 Februari 2019 - 12:59 WIB

Mudah, Dokumen Pindah Memilih Bisa Via WhatsApp

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi Pemilu. Foto-Jawa Pos

Ilustrasi Pemilu. Foto-Jawa Pos

apahabar.com, BANJARMASIN – Bagi peserta Pemilu 2019 yang kebetulan tak berada di tempat tinggalnya saat hari pencoblosan 17 April 2019 nanti, masih diperkenankan melakukan proses pindah memilih.

Mereka nantinya masuk dalam daftar Pemilih Tetap tambahan (DPTb) di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dasar hukumnya jelas, sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11/ 2018, dan peraturan KPU Nomor 37/2018 tentang perubahan PKPU 11/2018.

Proses pindah memilih tahap pertama dibatasi hanya sampai 17 Februari 2019. Jika dihitung, hanya tinggal dua pekan lebih. KPU Banjarmasin, hingga kini terus melakukan penjaring DPTb. Sebab, hingga saat ini yang masuk di DPTb baru 34 orang.

“Ini salah satu upaya KPU secara nasional untuk melindungi hak pilih,” ujar Ketua KPU Banjarmasin, Khairunnizan

Baca juga :  Resmi RSDI Banjarbaru Sementara Tolak Pasien Non Covid-19, Simak Alasannya

Baca Juga: Tiga Isu Lingkungan Kalsel, Walhi: Wajib Jadi Prioritas Capres

Kemudian agar mempermudah prosesnya. KPU Banjarmasin membuat inovasi. Melakukan pindah memilih ke Banjarmasin tidak perlu bolak balik ke KPU. Yang bersangkutan bisa mengirim foto e-KTP melalui pesan whatsapp.

Nantinya, yang bersangkutan akan mendapat formulir pindah memilih (Form A5). Nah, Form A5 ini yang nantinya diserahkan ke panitia pemungutan suara (PPS) di kelurahan domisili guna mendapat alokasi tempat pemungutan suara (TPS).

Sebenarnya, lanjut Khairunnizan, proses penghimpunan data untuk DPTb ada dua tahap. Pertama sampai 17 Februari dan kedua 9 Maret. Akan tetapi jika sampai 9 Maret, tentunya proses akan sulit.

Sebab penambahan DPTb berkaitan dengan jumlah TPS. Otomatis juga akan berimbas pada jumlah logistik.“Kalau kami menunggu sampai 9 Maret, takut logistik sudah mulai dicetak,” imbuhnya.

Baca juga :  Kabar Baik, 1 Pasien Asal Simpang Empat Tanbu Sembuh dari Covid-19

Kemudian dia menjelaskan, bagi peserta pemilu yang melakukan pindah memilih tentunya mendapat konsekuensi. Bagi yang pindah provinsi hanya mendapat hak memilih Capres – Cawapres.

Kemudian pindah kabupaten pertama yang daerah pemilihan (Dapil) sama, hanya mendapat hak memilih Capres – Cawapres, DPD dan DPR RI. Sedang Dapil tidak sama hanya mendapat memilih Capres – Cawapres, dan DPD.

Kemudian untuk yang pindah memilih antar kecamatan hanya mendapatkan hak memilih Capres – Cawapres, DPD, DPR RI dan DPR Provinsi.

Baca Juga: Anak Petani Hutan Kemasyarakatan Raih Gelar Sarjana Terbaik Fahutan ULM

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang HUT RI, Dandim 1006 dan Bupati Banjar Kerja Bakti
apahabar.com

Kalsel

Dewan Kalsel Gelar Rapat Teleconference, Ada yang Ngaku Kagok
apahabar.com

Kalsel

Tak Disangka, Gimar ‘Jackie Chan’ Jabat Direktur Bank Sampah di Barabai
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Luapan Susulan, Polisi Pantau Debit Air Sungai Kusambi
apahabar.com

Kalsel

Deklarasi untuk Indonesia Damai dari Karang Taruna Kabupaten Banjar
apahabar.com

Kalsel

Penyebab Karhutla, KLHK Segel 52 Perusahaan
pahabar.com

Kalsel

Mantan Polisi Terlibat Penyiraman Air Keras Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Aturan Peredaran Minol, Komisi II Pertanyakan Komitmen Ibnu Sina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com