Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang

Mulai 1 Maret, Aprindo Sepakat Kantong Plastik Tak Lagi Gratis

- Apahabar.com Kamis, 28 Februari 2019 - 20:54 WIB

Mulai 1 Maret, Aprindo Sepakat Kantong Plastik Tak Lagi Gratis

Ilustrasi kantong plastik. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Mulai Jumat, 1 Maret 2019 kantong plastik tak lagi gratis. Tiap kantong plastik nantinya akan dikenakan biaya minimal Rp200.

Hal itu diumumkan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Mereka mengumumkan komitmen bersama dengan para anggotanya untuk melakukan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG).

Mereka beralasan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.

“Bersama seluruh anggota Aprindo kita siap kurangi sampah plastik. Ini program edukasi kepada konsumen untuk mereka ikut serta juga menyelamatkan lingkungan dengan pengurangan sampah plastik,” ungkap Ketum Aprindo Roy Mandey, seperti dikutip detik.com, Kamis (28/2/2019) petang.

Baca Juga: ‘Tak Sengaja’ Bunuh Harimau Bunting, Halawa Dihukum 3 Tahun Penjara Plus Denda Rp100 Juta

Lantas, kantong plastik nantinya akan menjadi salah satu barang dagangan. Dengan begitu menurutnya, akan menghilangkan predikat memakai uang konsumen.

“Jadi modelnya kami mau buat kantong plastik jadi barang dagangan minimal Rp 200, kita akan buat konsumen keluarkan uang untuk kantong plastik. Nanti kantong plastik akan masuk di bill di struk, kita juga akan bayar pajaknya, setiap transaksi itu kan ada pajaknya, jadi tidak ada yang dirugikan tidak ada yg sebut ‘memakai uang konsumen’,” jelas Roy.

Menurutnya inisiatif ini telah muncul sejak 2016. Waktu itu Aprindo diminta jadi pelopor menggunakan plastik berbayar yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Namun, pihaknya menyanyangkan pihak KLHK alih-alih mengeluarkan payung hukum nasional. Justru hingga kini aturan itu belum keluar juga dari KLHK.

“Kita ini langkah konkret sambil tunggu peraturan dari KLHK. Seperti yg dikatakan KLH, mereka sejak 2016 bilang ada aturan pengaturan sampah plastik, tapi hingga kini belum keluar sudah tiga tahun lamanya,” ungkap Roy.

“Tahun 2016 pun kita juga sudah lakukan ini, namun setelah tiga bulan uji coba, polemik justru muncul dan tidak ada penanganan dari pemerintah maka kami hentikan, padahal berhasil dengan sukses,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Eksportir Timteng dan Asia Beli Ikan Patin Indonesia Rp145 M
apahabar.com

Nasional

Gibran-Kaesang Masuk Bursa Wali Kota Surakarta, Jokowi: Maju Saja
Iyut Bing Slamet

Nasional

Kembali Terjerat Narkoba, Iyut Bing Slamet Rehabilitasi 3 Bulan
apahabar.com

Nasional

Kereta Api Kalsel Masih Sebatas Angan-Angan
apahabar.com

Nasional

KLHK Tindak Tegas Pelaku Karhutla
apahabar.com

Nasional

TOP Teratas, 5 Pabrikan Otomotif Sanggup Bertarung Melawan Pandemi Covid-19
Habib

Nasional

Buntut Kasus Swab Test, Habib Rizieq dan Dirut RS UMMI Jadi Tersangka
apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Kuat Bareskrim Polri Tangkap Syahganda KAMI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com