Jokowi Telepon Paman Birin, TNI Terjunkan Kopaska hingga Puluhan Perahu Karet Kapolres Balangan Siap Salurkan Bantuan Adaro ke Masyarakat Terdampak Banjir Tiba di Kalsel, Panglima TNI Marsekal Hadi Tinjau Banjir di Objek Vital BPBD Kapuas Kembali Ingatkan Warga, Waspada Cuaca Ekstrem Bantu Warga Terdampak Banjir, Sekretariat PDIP Kalsel Disulap Jadi Tempat Pengungsian

Pemilik Pangkalan Elpiji 3 Kilogram Bantah Jual di Atas HET

- Apahabar.com Senin, 25 Februari 2019 - 16:04 WIB

Pemilik Pangkalan Elpiji 3 Kilogram Bantah Jual di Atas HET

Kupon pembelian gas elpiji 3 kilogram bersubsidi di pangkalan Puskoppolda Kalsel, Jalan Gerilya Tanjung pagar.Foto-apahabar.com/Eddy Andriyanto

apahabar.com, BANJARMASIN – Para konsumen elpiji 3 kilogram di kota Banjarmasin mengeluhkan ihwal tidak lancar pasokan dan mahalnya gas bersubsidi tersebut di pasaran.

Seorang pedagang pentol di kawasan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Misrini, kepada Apahabar.com, mengatakan, sudah hampir beberapa waktu ini, ia sempat kelimpungan mencari gas elpiji tersebut, baik di tingkat pengecer maupun pangkalan.

Kemudian dia mendatangi pangkalan elpiji 3 kg Puskoppolda Kalsel yang terletak di Jalan Gerilya, Kelurahan Tanjung Pagar. Diakui Misrini, awalnya pekerja pangkalan berdalih gas melon sudah habis, namun selang beberapa saat, petugas pangkalan tersebut kembali menawarkan tabung gas melon, dengan catatan harganya Rp 20.000 per tabung

Awalnya Misrini sempat kaget, lantaran dia membutuhkan tabung gas itu buat dagangan, terpaksa dia membelinya dengan berat hati. “Ya terpaksa mas, mau gimana lagi,” ujarnya lirih.

Baca Juga: Pertamina Tepis Tudingan Isi Tabung Elpiji Tak Sesuai

Sementara itu, Zainal Mustafa pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg, membantah terkait adanya dugaan penjualan di atas HET.

Menurutnya, harga penjualan gas Elpiji ukuran 3 kg sesuai regulasi dan aturan yakni Rp 17.500, meski sesekali dia menjual seharga Rp 18 ribu dengan alasan tidak ada uang kembalian. Bahkan penetapan harga jual elpiji tersebut telah disampaikan Zainal kepada pekerja di pangkalan miliknya.

“Saya pastikan tidak ada yang jual di atas HET. Dan masalah harga ini sudah saya ingatkan kepada karyawan saya di pangkalan. Jadi saya pastikan tidak benar itu,” ujar Zainal saat ditemui Apahabar.com di kediamannya, Senin (25/2).

Bahkan, tambah Zainal, untuk membeli Elpiji melon harus menggunakan kupon yang dibagikan dan harga jualnya pun sesuai HET yakni untuk wilayah Banjarmasin Rp 17.500 per tabung.

Terpisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, Khairil Anwar mengungkapkan saat ini ada regulasi tentang pembatasan distribusi subsidi gas elpiji.

Selain itu masyarakat pengguna elpiji yang biasa disebut gas melon adalah kategori warga miskin. Berdasarkan regulasi tersebut juga, toko-toko pun tidak boleh lagi menjual gas elpiji tiga kilogram.

Baca Juga: Pangkalan Elpiji Banjarmasin Selatan Diserbu Warga

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lawan Covid-19, Kampung Tangguh Banua di Banjarbaru Andalkan Kerukunan
apahabar.com

Kalsel

Gaji Guru Honorer di Banjarbaru Masih Rendah
apahabar.com

Kalsel

Potret di Balik Demonstrasi Damai di DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Seribu Lebih Pelamar Gagal Ikut Tes CPNS Provinsi Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Formasi Guru Dominasi Seleksi CPNS Batola
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Sejarah Ngayau, Tradisi Penggal Kepala yang Berakhir di Tumbang Anoi
apahabar.com

Kalsel

Biddokkes Kalsel Terbaik Ke-4, Erwinn: FKTP Yakin Lolos Akreditasi
apahabar.com

Kalsel

Bongkar Muat Pasir di Raga Buana Meresahkan, Warga Keluhkan ke Dewan Kota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com