Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya Tolak Omnibus Law, Ketua DPRD Kalsel Digelari Juara Stand Up Komedi SHM-MAR Kampanye, Pedagang Keliling Ketiban Berkah

Pengusaha Mikro dan Kecil di Kalteng Berat Terapkan UMP/UMK

- Apahabar.com Sabtu, 23 Februari 2019 - 10:04 WIB

Pengusaha Mikro dan Kecil di Kalteng Berat Terapkan UMP/UMK

Ilustrasi. Foto-pilarsulut.com

apahabar.com, PALANGKARAYA – Pengusaha kategori mikro dan kecil di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), masih berat menerapkan standar penggajian berdasarkan upah minimum provinsi (UMP) maupun upah minimum kabupaten (UMK).

“Kesulitan itu dikarenakan berbagai faktor, salah satu yang utama, yakni omzet yang dihasilkan pengusaha mikro dan kecil masih tidak terlalu besar,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng R Syahril Tarigan di Palangkaraya dilansir dari Antara, Sabtu (23/2/2019).

Dalam penerapan aturan oleh pemerintah, tidak ada pengecualian terhadap kondisi ini. Namun pihaknya harus melihat kondisi riil di lapangan dan melakukan pembinaan kepada mereka untuk mengembangkan usahanya.

Ia menjelaskan, menangani kondisi tersebut, pihaknya melakukan pembinaan melalui pelatihan serta bimbingan, guna meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki.

“Melalui pelatihan maupun bimbingan yang kami berikan, diharapkan usaha yang mereka miliki meningkat dan berkembang,” tuturnya.

Sehingga akhirnya usaha mikro dan kecil tersebut memiliki omzet lebih besar dari sebelumnya. Kemudian mereka mampu menerapkan aturan pemerintah, berupa standar penggajian berdasarkan UMP ataupun UMK.

Baca Juga: BLK Palangkaraya Beri Pelatihan Warga Binaan Pemasyarakatan

Sementara itu, untuk perusahaan besar yang ada di Kalteng, baik di bidang perkebunan, pertambangan dan lainnya, rata-rata telah menerapkan penggajian sesuai standar yang ditetapkan pemerintah daerah.

Ia menyebut, setiap tahunnya selalu dilakukan pengawasan terkait kepatuhan pengusaha ataupun badan usaha terhadap penerapan UMP maupun UMK. Hanya saja pengawasannya dilakukan dengan cara uji petik.

“Banyak perusahaan yang harus diawasi, sementara anggaran maupun petugas yang kami miliki terbatas. Untuk itu kami lakukan pengawasan dengan sistem uji petik kepada setiap kelompok usaha,” terang Syahril.

Kendati demikian, masih ada saja laporan yang pihaknya terima dari karyawan perusahaan. Namun bukan terkait gaji yang nilainya dibawah standar, melainkan keterlambatan pembayaran gaji.

Ini terjadi karena seringnya kondisi usaha perusahaan mengalami penurunan, sehingga pembayaran gaji karyawan terlambat. Setiap laporan selalu pihaknya tindaklanjuti dan diselesaikan.

Sementara itu, dikutip Gajimu.com, pada 2019 ini UMP Kalteng Rp 2.615.735 atau naik 8 persen dari UMP 2018 Rp 2.421.305. Sedangkan untuk tingkat kabupaten, baru Barito Utara merilis besaran UMK, yakni Rp 2.943.443. Kabupaten lain sama sekali belum ada merilis jumlah besaran UMK 2019.

Baca Juga: Palangkaraya Tidak Ada Caleg Mantan Koruptor

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Jembatan Penghubung Desa Rusak, Warga Terusan Kapuas Desak Perbaikan
apahabar.com

Kalteng

Gubernur dan Wagub Kalteng Mendaftar ke Golkar dan Demokrat
apahabar.com

Kalteng

Warga Pulang Pisau Keluhkan Harga Gas 3 Kg Rp35 Ribu
apahabar.com

Kalteng

Masyarakat Dayak Berikrar di Tugu Soekarno Siap Jadi Ibu Kota Negara
apahabar.com

Kalteng

PWI Barut-Kodim 1013 Muara Teweh Gelar Pelatihan Jurnalistik

Kalteng

Update Covid-19 di Kalsel: Kurang 24 Jam Bertambah 34 Kasus Baru, Total 438
apahabar.com

Kalteng

Jika Diberi Amanah, Eddy Raya Siap Gantikan Habib Sebagai Bacalon Wagub Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Kalapas Palangkaraya: Kami Siap Bantu BNNP Bongkar Jaringan Narkoba di Dalam Lapas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com