Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Pertamina Selidiki Sumber Elpji yang Meledak di KM Amelia

- Apahabar.com Jumat, 8 Februari 2019 - 18:22 WIB

Pertamina Selidiki Sumber Elpji yang Meledak di KM Amelia

Puluhan tabung elpiji yang diduga menjadi sumber ledakan di kawasan Loa Bakung, dermaga Sungai Mahakam, Jalan KH Mas Mansyur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (6/2) malam. Ledakan tersebut menghancurkan kapal pengangkut sembako, dan dua orang dinyatakan hilang. Foto-Dok Basarnas Balikpapan

apahabar.com, SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) bergerak cepat dengan memeriksa asal muatan KM Amelia. KM Amelia meledak di sekitar Dermaga Swasta Loa Bakung Samarinda pada 5 Februari, sekira pukul 21.30 WITA. Kala itu, dua orang dinyatakan hilang serta dua lainnya mengalami luka bakar.

Disampaikan bahwa letupan terjadi kala KM tersebut hendak berlayar menuju Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Kapal memuat puluhan tabung LPG, cat, dan sembako. Pasca kejadian, Pertamina langsung berkoordinasi kepada pihak kepolisian dan melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

“Sejauh ini, kami masih belum bisa memastikan jumlah akurat dan penyebab dari letupan kapal tersebut dikarenakan masih dalam tahap penyelidikan kepolisian. Kami masih menunggu info resmi,” ujar Yudi Nugraha, Region Manager Communication & CSR Kalimantan.

Baca Juga: Kapal Bermuatan Elpiji Meledak, Dua Masih Hilang

Pertamina, kata Yudi, siap bertindak tegas dan memberikan sanksi apabila terbukti ada keterlibatan agen dan pangkalan dalam menyuplai ratusan LPG ini. Paparan letupan, kata dia, juga berimbas pada Kapal Motor Tanjung bermuatan barang dengan rute ke Kabupaten Mahakam Hulu.

Yudi mengungkapkan, sementara diketahui tabung elpiji yang berada di KM Amalia berjumlah sekitar 300 tabung ukuran 3 Kg, 75 tabung 12 kg, dan 20 LPG Bright Gas 5,5 kg. Semuanya dalam kondisi isi.

Ratusan tabung ini disinyalir berasal dari pengecer di wilayah Samarinda. Apabila ditemukan adanya penyelewengan LPG 3 kg yang dilakukan oleh lembaga penyalur resmi Pertamina, maka Pertamina akan memberikan sanksi tegas.

Sejauh ini, Pertamina memastikan distribusi dan stok elpiji di pangkalan aman terkendali, untuk Samarinda. Realisasi rata-rata bulanan LPG 3 kg di Samarinda, yaitu 740 ribu tabung. Begitu pula dengan stok di Biduk-Biduk, Berau dinyatakan aman.

“Di Berau ada 5. Pangkalan di Biduk-Biduk ada 1 dengan realisasi pangkalan per-bulan sekitar 2.800 tabung khusus Biduk-Biduk,” tambah Yudi.

Baca Juga: HUT Balikpapan, Pertamina Diganjar Penghargaan LH

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Kaltim Raih Dua Anugerah BI Corner Award
apahabar.com

Kaltim

Gubernur Kaltim soal MBTK: “Investor Tak Perlu Pusing Urus Sewa Lahan”
apahabar.com

Kaltim

Jokowi Pimpin Rakornas Karhutla, Isran: Kaltim Tak Masuk Daerah Rawan
apahabar.com

Kaltim

Pandemi Berlalu, Bupati Mahulu: Budaya Lokal Pasti Kembali
apahabar.com

Kaltim

Fix, Jumlah DPT di Pilwali Samarinda 576.981 Pemilih
apahabar.com

Kaltim

Jalan Mentawir-Wonosari Panajam Nyaris Putus Akibat Longsor
apahabar.com

Kaltim

Kabar Gembira, 3 Menara Telekomunikasi di Mahulu Segera Aktif
apahabar.com

Kaltim

Perlu Ratusan Juta untuk Tes Urine PNS-THL di Penajam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com