VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Pesawat Malaysia Mendarat Darurat di Jambi

- Apahabar.com Selasa, 26 Februari 2019 - 10:44 WIB

Pesawat Malaysia Mendarat Darurat di Jambi

Malaysia Airlines MH-724 mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi. Foto-Detikcom

apahabar.com, JAMBI – Pesawat Malaysia Airlines MH-724, Senin (25/2) malam mendarat darurat di Bandara Sultan Thaha Jambi. Pesawat jenis Boeing 737-800 itu mengalami gangguan teknis.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura II Jambi, Yogi mengatakan pesawat dengan jadwal penerbangan Jakarta tujuan Kuala Lumpur itu mengalami gangguan teknis, namun Ia enggan menjelaskan lebih jauh karena bukan kewenangannya.

“Pastinya landing pukul 09.50 di Bandara Jambi. Permohonan mendarat awalnya komunikasi pilot dengan teman-teman Airnav Jambi. Nanti selanjutnya dengan bandara untuk persiapan segalanya. Pesawat berpenumpang 120 orang dengan kru tujuh orang, terbang lagi sekitar 01.59,” kata Yogi dikutip dari Detikcom, Selasa (26/2).

Baca Juga: Sri Mulyani: Investor Incar Data Konsumen dariĀ Unicorn

Saat pesawat mendarat pihak AP II tambah Yogi langsung koordinasi dengan pihak terkait seperti Imigrasi, Balai Karantina dan bea cukai.

Hal ini menurutnya dilakukan menjaga kemungkinan penumpang harus turun pesawat. Karena secara aturan penerbangan internasional, penumpang dan kru tidak boleh turun dari pesawat.

“Kami juga sudah koordinasi dengan teman-teman Imigrasi dan Bea Cukai dan karantina untuk stand by kalau misalnya turun atau sebagainya. Tapi kaptennya memutuskan untuk Stay di dalam pesawat selama pemeriksaan,” kata Yogi.

“Kita jaga-jaga jika terjadi hal-hal seandainya penumpang turun dari pesawat, secara status mereka kan penumpang tak dikenal itu, adalah aturan internasional penerbangan dunia,” katanya lagi.

Yogi menambahkan, jika ada pesawat lagi emergency landing di mana pun, itu memang sudah peraturan internasional harus diberi izin.

Baca Juga: Clear, Kemenhan-PAL Indonesia Tanda Tangani Kontrak Kapal Rudal

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hipmi Ingatkan Dampak Buruk Pelarangan Ekspor Nikel
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Sambut Siti Aisyah di Istana Merdeka
apahabar.com

Nasional

Jokowi: TNI Nomor Satu di Asean, Jangan Diremehkan
apahabar.com

Nasional

Golongan Darah O ‘Kebal’ Corona, Cek Faktanya
apahabar.com

Nasional

Dugaan Kartel Tiket Garuda, Hipmi Minta KPPU Turun Tangan!
apahabar.com

Nasional

Bahas Ratifikasi IA-CEPA, Jokowi Akan Berkunjung ke Australia
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Barat Laut Melonguane Sulut
apahabar.com

Nasional

Berikut 3 Teknik yang Biasa Dilakukan Untuk Memadamkan Karhutla
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com