Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya Cobain Bikin Video Berkualitas Film dengan Galaxy Note20 Series Maladministrasi, Pemkot Banjarmasin Diminta Setop Tertibkan Reklame Sepihak

Polisi Selidiki Kasus Pekerja Tewas Kesetrum di Kabel Menara Sutet

- Apahabar.com Minggu, 3 Februari 2019 - 20:48 WIB

Polisi Selidiki Kasus Pekerja Tewas Kesetrum di Kabel Menara Sutet

Pekerja PLN Ahmad Chabib (24) yang tewas tergantung Kabel Tower menara Sutet, di Jalan Trans Lintas Kalimantan Kilometer 25 Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (2/2/2019). Foto-Istimewa

apahabar.com, PULANG PISAU – Polres Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih menyelidiki kasus tewasnya Ahmad Chabib (24) yang tergantung di kabel tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) akibat tersetrum;

Dikutip dari Antara, pekerja itu tewas saat melakukan jumper atau penyambungan instalasi listrik di Jalan Trans Lintas Kalimantan Kilometer 25 Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir kabupaten setempat sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (2/2/2019).

Baca Juga: Mandi di Sungai Mentaya, Tangan Nelayan Putus Digigit Buaya

“Saat ini kita masih mendalami kasus tersebut, apakah ada unsur tindak pidana, kelalaian atau lainnya,” kata Kapolres Pulang Pisau AKBP Sisiwo Yuwono Bima Putra Mada SIK melalui Kapolsek Kahayan Hilir Iptu Sugiharso di Pulang Pisau, Minggu (3/1/2019).

Sugiharso mengatakan, identitas korban adalah warga Jalan Umpang Bencak, Desa Pengkok RT 01 RW 4 Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dari keterangan saksi dan pekerja di lapangan, kata Sugiharso, korban Ahmad Chabib awalnya membantu pekerjaan di bawah. Selanjutnya korban berinisiatif membantu untuk mengerjakan jumper di instalasi Sutet. Tidak disangka, di kabel induksi yang dikerjakannya tersebut masih terdapat aliran listrik. Tubuh korban langsung terlempar akibat tersetrum yang bertegangan tinggi tersebut.

Korban meninggal ditempat kejadian dengan posisi tergantung. Selain meminta keterangan dari para saksi, polisi juga mengamankan barang bukti baju kaos warna coklat, celana panjang jeans, sepatu, body hornes atau sabuk pengaman, tali pinggang, baut jumper, STNK, dompet, dan uang Rp524 ribu.

“Setelah tersengat listrik dan tewas, korban langsung dievakuasi oleh pekerja lainnya,” kata Sugiharso.

Status dan standar keamanan yang digunakan korban, juga masih menjadi tanda tanya dari masyarakat setempat. Saat dievakuasi, korban hanya menggunakan kaos oblong dan celana jeans berbeda dengan pekerja lain yang membantu evakuasi dengan menggunakan baju standar. Selain itu, korban juga tidak dilengkapi dengan sarung tangan pada pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tersebut.

Baca Juga: Suap Izin Tambang, Bupati Kotim Terima Mobil Hummer dan Land Cruiser

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Saban Hari, Polres Kapuas Disiplinkan Warga Gunakan Masker
apahabar.com

Kalteng

Sejak Awal Ramadan, Lapas Kelas II B Muara Teweh Gelar Pesantren Kilat
apahabar.com

Kalteng

BKSDA Antisipasi Kemunculan Buaya Saat Pelaksanaan Mandi Safar di Sungai Mentaya
apahabar.com

Kalteng

Fordayak Kalteng Akan Gelar Rekor Muri 1.000 Lawung
apahabar.com

Kalteng

Analisis Ahli Epidemiologi Terkait Penyebab Kasus Covid-19 Kalteng Kembali Meningkat
apahabar.com

Kalteng

15 Kasus dengan 6 Tersangka Karhutla Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Cak Imin dan AHY Bahas Pilkada, Apa Kabar Pilgub Kalteng?
apahabar.com

Kalteng

Polda Kalteng Musnahkan 1,9 Kg Sabu, Terbanyak dari Palangka Raya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com