Pembunuhan di Datar Laga Hantakan, Polisi Imbau Jaga Kondusifitas  Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor Siap-Siap, Mulai 10 Juni ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan Feri Kotabaru-Batulicin  Menolak Lupa Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin Bangun Rumjab Wali Kota, Pemkot Banjarmasin Ngutang, Baru Lunas Akhir 2022

Qari Sekumpul Bermimpi Dijemput Abah Guru, Ini Penjelasan Keluarga

- Apahabar.com     Selasa, 5 Februari 2019 - 11:01 WITA

Qari Sekumpul Bermimpi Dijemput Abah Guru, Ini Penjelasan Keluarga

Guru Syairozi bin Marhasan (Kiri) dan Akhmad Munawwir (kanan) anak kedua Guru H Abdul Khaliq bin Muhammad Arifin. Foto-apahabar.com/ Reza Rifani

apahabar.com, MARTAPURA – Guru H Abdul Khaliq, Qari di Majelis Maulid Ar Raudhah Sekumpul wafat di Sabtu (2/2) malam. Sebelum kewafatannya, beliau sudah diberi isyarat berupa mimpi bertemu dengan Abah Guru Sekumpul –KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani-.

Perihal mimpi itu, diceritakan langsung anak Almarhum Guru H Abdul Khaliq, Akhmad Munawwir. Menurutnya, sang ayah telah mendapat mimpi 3 minggu sebelum kewafatan.

“Isi mimpi itu, Abah Guru Sekumpul datang menjemput,” ujar anak kedua Guru Khaliq pada apahabar.com, Senin (4/2) malam.

Intinya, lanjut Munawwir, mimpi yang bertepatan dengan pernikahannya di 13 Januari itu meminta agar istri dan semua anak beliau, ikhlas melepaskan sang ayah.

“Sejak mendapat mimpi itu, Abah terlihat tenang, dan tidak lagi banyak bicara. Bahkan ketika menjelang wafat, Abah tersenyum. Saat itu ulun berfirasat, beliau benar telah dijemput Guru Sekumpul,” jelas Munawwir.

Baca Juga: Qari Sekumpul Ini Wafat, Sebelumnya Sempat Berbicara “Ganjil”

Diceritakan lebih lanjut oleh Munawwir, Guru Khaliq sebelumnya menderita penyakit kencing manis selama 20 tahun, yakni sejak umur 42 tahun. Kendati demikian, beliau masih bersemangat mengajar di Pondok Pesantren Darussalam dan mengajar Alqur’an di kediaman di Pesayangan Selatan, Martapura.

7 bulan sebelum kewafatan, Guru Khaliq telah menjalani cuci darah selama 2 kali seminggu di Rumah Sakit Ratu Zaleha Martapura. Yakni, di setiap hari Senin dan Kamis.

“Beliau mulai cuci darah setelah Hari Raya Idul Fitri kemarin,” terangnya.

Sejak saat itu, keluarga melihat kondisi beliau semakin menurun. Hingga pada Sabtu (2/2) malam, beliau meninggal dunia tepat adzan shalat isya.

“Beliau meninggal di umur 60 tahun. Jenazah beliau dimakamkan di alkah samping Langgar Datu Panjang, Jalan Berlian Pesayangan Selatan Martapura,” ungkap Munawwir.

Sementara itu, Guru Khaliq dikenal sebagai seorang qari tetap di majelis Ar Raudhah Sekumpul. Beliau menjadi saksi sejarah perkembangan majelis tersebut hingga terkenal seperti sekarang.

Guru khaliq istiqomah menjalankan amanah dari Abah guru Sekumpul sebagai qari di majelis tersebut. Hal itu dijalankan dengan baik oleh beliau, baik semasa Abah Guru Sekumpul masih sehat, hingga setelah wafat.

Baca Juga: Bertamu ke Sekumpul, Gusdur Keluhkan Ini pada Abah Guru Sekumpul

Baca Juga: Begini Ceritanya Guru Khaliq Menjadi Qari di Sekumpul

Reporter: Reza Rifani
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bandeng

Tak Berkategori

Rumah Makan Bandeng Mania Balikpapan Nyaris Terbakar
apahabar.com

Tak Berkategori

Penculikan Anak di Satui, Sekda: Orang Tua Harus Awas dan Waspada
Baim Wong

Tak Berkategori

Curhat ke Baim, Tangis Relawan Pecah Soal Korban Banjir Kalsel

Tak Berkategori

Mundur dari Politik, Presiden Filipina Duterte Mematik Spekulasi Muluskan Jalan Puterinya
Australia

Tak Berkategori

Langgar Aturan Karantina Australia, Seekor Merpati yang Terbang Lintasi Pasifik Akan Disuntik Mati
apahabar.com

Tak Berkategori

Indonesia Incar Pasar Australia untuk Ekspor Mobil Listrik
apahabar.com

Tak Berkategori

KPU Tabalong Plenokan PAW Anggota DPRD dari Partai Golkar
apahabar.com

Tak Berkategori

Wabup Berang, Sanksi Berat Tunggu Oknum ASN Penggelap Mobil Rental di Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com