Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi Rutan Marabahan Terpapar Covid-19, Satu WBP dan Petugas Positif




Home Hiburan

Senin, 4 Februari 2019 - 23:47 WIB

Ramai, Silang Pendapat Tentang UU Permusikan

Redaksi - Apahabar.com

ilustrasi panggung musik. Foto-net

ilustrasi panggung musik. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Saat ini ramai diperdebatkan mengenai undang undang permusikan. Ada yang pro, ada pula kontra, apa sih sebabnya?

Wacana perlu adanya undang-undang khusus mengatur tentang permusikan di Indonesia sudah lama. Mereka yang komit dengan perkembangan permusikan nasional sekarang duduk DPR RI pun menggagas RUU ini. Satu di antaranya Anang Hermansyah yang duduk di Komisi X DPR RI.

Pada Sabtu, 17 Februari 2018, Anang mengemukakan, Komisi X DPR mengintensifkan pembahasan RUU Permusikan. Ditargetkan bisa disahkan tahun 2018. Namun belum tercapai hingga kini. Diharap 2019 sudah rampung.

Baca Juga: Tarian Yuzukyuu Hipnotis Para Fans di Even Japan Festival Fuyuzukura

Lahirnya RUU bertujuan menyejahterakan kehidupan musisi Tanah Air. Anang menganggap nasib mereka dewasa ini belum terjamin. Banyak musisi menelurkan karya-karya yang dinikmati sepanjang masa. Tapi nasibnya suram, karena rendahnya penghargaan atas karya mereka.

Selain mengatur standar penghargaan terhadap seniman, akan turut dibahas pula dalam RUU ini, ekosistem musik serta pendidikan musik yang ideal demi regenerasi.

RUU tersebut telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2019. Dan diharapkan selesai sebelum 1 Oktober mendatang saat masa bakti DPR habis.

Bagi Anang RUU Permusikan jadi payung hukum bagi siapa saja yang bergelut jadi musisi. Namun, dikalangan pegiat musik tak sedikit menolak. Lantara RUU ini dianggap menghambat dan membatasi kreasi mereka.

Di antaranya Mondo Gascaro, Danilla Riyadi, Agustinus Panji Mardika, Jason Ranti dan Cholil Mahmud, menyebut RUU tersebut tumpang tindih dengan undang-undang lain seperti UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Hak Cipta.

“Kalau ingin musisi sejahtera, sebetulnya sudah ada UU Pelindungan Hak Cipta dan lain sebagainya dari badan yang lebih mampu melindungi itu. Jadi, untuk apa lagi RUU Permusikan ini,” kata Danilla seperti dilansir Antaranews.com, Minggu (3/2/2019).

Menurut mereka ada sekitar 19 pasal yang bermasalah, mulai dari redaksional atau bunyi pasal. Ketidakjelasan mengenai siapa dan apa yang diatur hingga persoalan mendasar atas jaminan kebebasan berekspresi dalam bermusik.

Mereka juga menilai peraturan ini dapat memarjinalisasi musisi independen karena pasal 10 yang mengatur distribusi karya musik tidak memberikan ruang kepada musisi untuk mendistribusikan karya secara mandiri.

Demikian, salah satu pasal tentang sertifikasi musisi yang harusnya bersifat opsional, tapi di RUU ini seakan-akan menjadi syarat wajib untuk kompetensi sebagai musisi.
Ada pula pasal yang berkaitan dengan penyelenggaraan musik.

Disebutkan bahwa penyelenggaraan musik hanya bisa melalui lembaga yang memiliki izin. Dikhawatirkan akan terjadi monopoli karena terkesan harus menggandeng “event organizer” atau pembuat acara musik untuk menyelenggarakan sebuah pertunjukan.

RUU ini dianggap tumpang-tindih dengan undang-undang lain seperti UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Hak Cipta.

Bahkan ketentuan untuk mendistribusikan karya berdasarkan RUU tersebut hanya dapat dilakukan oleh industri besar. RUU ini dinilai tidak memperhatikan fakta yang terjadi di lapangan bahwa banyak musisi yang tidak tergabung dalam label atau distributor besar.

“Makanya kita akan lihat nanti perkembangan lanjutnya seperti apa. Mudah-mudahan dari pertemuan hari ini memberikan hal-hal baik untuk direnungkan dengan tenang, tidak bisa emosi,” kata Anang dikutip dari Tabloid Bintang.

“Tadi pertanyaan paling menarik kan apakah Anang bikin undang undang ini? Ini kan tidak perlu dijawab. Bukan. Jadi ada pertanyaan hal lain juga ‘apakah Anang hahaha’ saya kalau mau debat itu semua, tapi yang saya bilang itu adalah masukan, yang baik, yang harus saya perbaiki kalau ada yang saya jurang dari diri saya. Pastinya saya manusia serba kurang tidak mungkin sempurna,” lanjutnya.

RUU Permusikan telah masuk daftar prioritas tahun 2019. DPR berencana dapat menyelesaikannya dalam sisa masa kerja DPR periode 2014-2019 pada 1 Oktober 2019.

Baca Juga: Ronaldikin, Pria Mirip Ronaldinho Tutup Usia Sempat Gempar di PD 2014

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hiburan

Ketika Luna Maya Bicara Soal Patah Hati
apahabar.com

Hiburan

South Borneo Festival 2020; dari Noah, Kunto Aji hingga Ardhito Pramono
apahabar.com

Hiburan

Putus Sekolah, Remaja di Tanbu Curi Perhatian Ketum Hipmi karena Lukisan
apahabar.com

Hiburan

Artis Ramai Dukung Jokowi-Ma’ruf, Siapa Saja?
apahabar.com

Hiburan

Polisi Tangkap Artis Steve Emmanuel Selundupkan Narkoba
apahabar.com

Hiburan

RDP Bakal Tampil Sebagai Pembuka Konser Vierratale
apahabar.com

Hiburan

Wow, ‘Dilan 1991’ Ditonton 800 Ribu Orang Saat Tayang Perdana
apahabar.com

Hiburan

Menginspirasi, Abdul Khair Ciptakan Lagu #dirumahaja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com