apahabar.com
Sungai di Banjarmasin, ketika musim kemarau mengering. Namun saat musim penghujan air meluber hingga ke jalan. Makanya perlu perbaikan sejumlah sungai di kota ini. Foto-Kalimantan Post

apahabar.com, BANJARMASIN – Dari 174 sungai di Banjarmasin, sebagian besar belum dikeruk. Tak salah hal ini berdampak tak lancarnya air mengalir hingga sejumlah genangan muncul.

Untuk mengatasi kondisi ini, Pemerintah Kota Banjarmasin telah menganggarkan dana mencapai Rp27 miliar untuk normalisasi sungai 2019. Proyek besar ini siap digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarmasin.

Baca Juga: Tahun Ini, Banjarmasin Target 820 Wirausaha Baru

Anggaran puluhan miliar rupiah itu dikucurkan tak hanya untuk mengeruk sungai, tapi juga penataan bantaran sungai yang ada di kota ini.

Khusus pengerukan, tahun ini dilakukan pada 10 titik saluran sungai besar. Volume sungai yang dikeruk rencananya hingga kedalaman 9.000 m3.

Kemudian untuk sungai kecil, pelaksanaan normalisasi ditarget ada di 9 lokasi, dengan total panjang siring terbangun hingga 2 Km.

Sementara, untuk peningkatan siring atau saluran sungai kecil, PUPR Banjarmasin menarget 16 sungai kecil yang direhab dan dikeruk.

“Khusus anggaran pengerukan sungai, nilainya mencapai Rp2,1 miliar,” beber Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathoni  kepada apahabar.com.

Sungai yang akan dikeruk itu sebutnya, seperti Sungai Guring di Pekapuran, Sungai Lumbah di Jalan Pramuka, Sungai Jaruju di Alalak, hingga Sungai Juragan Kusin di Sultan Adam.

“Paling panjang pengerukan di Sungai Guring ini juga lanjutan pengerukan tahun lalu,” terang pria yang akrab disapa Thoni itu.

Selain melakukan normalisasi, PUPR Banjarmasin juga rupanya tak ingin sungai-sungai yang ada di Banjarmasin berangsur hilang dan mati. Upaya penanganan juga meliputi membuat papan informasi di 140 titik lokasi.“Isinya selain informasi nama sungai, juga imbauan untuk menjaga sungai,” cetusnya.

Paling banyak memakan anggaran untuk normalisasi sungai juga lanjutan pembuatan siring RK Ilir hingga Muara Kelayan. Anggarannya mencapai Rp13 miliar. Lelang proyek ini dilaksanakan Merat 2019.

Awalnya lelang direncanakan bulan ini. Karena ada kendala adminstrasi dan pergantian Kepala Dinas PUPR yang baru, penyesuaian berkas pun dilakukan, hingga berdampak pada diundurnya lelang kegiatan.

Baca Juga: Belum Terima Laporan Kotak Suara Rusak

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif