Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Taspen Kirim Ratusan Paket Sembako Bantu Korban Banjir Kalsel

Rupiah Dibuka Melemah Jadi Rp 14.078 per Dolar AS

- Apahabar.com Jumat, 22 Februari 2019 - 12:40 WIB

Rupiah Dibuka Melemah Jadi Rp 14.078 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto/Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (22/2/2019) pagi, bergerak melemah 12 poin menjadi Rp 14.083 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.071 per dolar AS.

Dilansir CnnIndonesia, pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia tercatat melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,03 persen sementara dolar Singapura dan ringgit Malaysia loyo 0,03 persen dan 0,05 persen. Terakhir, peso Filipina merosot 0,07 persen.

Meski demikian, ada juga beberapa mata uang Asia yang menguat, seperti won Korea Selatan dan baht Thailand yang masing-masing menguat 0,04 persen.

Sementara itu, mata uang negara-negara maju menguat terhadap dolar AS, seperti Euro dan dolar Australia yang menguat masing-masing 0,05 persen dan 0,22 persen. Di sisi lain, poundsterling Inggris tidak menunjukkan pergerakan sama sekali terhadap dolar AS.

Baca Juga: Harga Emas Turun Tajam Pasca-Risalah the Fed

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah hari ini masih terpengaruh oleh risalah tim Federal Open Market Commitee (FOMC) pada Rabu (21/2) malam. Di dalam pertemuan itu, petinggi bank sentral AS Federal Reserve masih menakar perlu tidaknya kenaikan suku bunga acuan Fed Rate di tahun ini.

Padahal sebelumnya, Gubernur The Fed Jerome Powell menyebut The Fed akan lebih sabar dalam melakukan kebijakan moneter tahun ini. Pada akhirnya, ini kembali membuka potensi kenaikan Fed Rate minimal satu kali pada tahun ini yang kemungkinan terjadi akhir tahun.

Selain itu, pelaku pasar juga mulai khawatir dengan perkembangan global setelah beberapa riset menunjukkan potensi hal tersebut. Dengan demikian, masih ada potensi rupiah kembali melemah hari ini.

“Semuanya terpaku pada pelemahan pertumbuhan ekonomi global, jadi mungkin rupiah hari ini akan konsolidasi seperti kemarin, yakni di kisaran Rp14.030 hingga Rp14.100 per dolar AS,” tutur Ariston seperti dilansir CNNIndonesia, Jumat (22/2).

Baca Juga: Hari Ini, TCASH Berubah Menjadi LinkAja

Editor: Apriannor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Neraca Dagang September Surplus, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Menguat ke Rp14.129 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Sriwijaya Air Batalkan Sejumlah Penerbangan, Ratusan Penumpang Terlantar
Arutmin

Ekbis

Izin Tambang PT Arutmin Indonesia Habis, ESDM Kalsel Tak Berkutik
apahabar.com

Ekbis

Perkuat Ekspor, Kaltara Sertifikasi Komoditas Pertanian
apahabar.com

Ekbis

Penerbangan Repatriasi Meningkat, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Protokol Kesehatan
apahabar.com

Ekbis

Deklarasi Repnas Kalsel untuk Jokowi-Ma’ruf, Hadirkan 32 Pelaku UMKM
apahabar.com

Ekbis

Resmi, OJK Tunjuk KB Kookmin Pegang Saham Pengendali Bukopin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com