Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Sah Dilarang di Indonesia, Mahkamah Agung Tolak Kasasi HTI

- Apahabar.com Jumat, 15 Februari 2019 - 23:25 WIB

Sah Dilarang di Indonesia, Mahkamah Agung Tolak Kasasi HTI

Ilustrasi HTI ormas terlarang di Indonesia. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dengan demikian organisasi masyarakat itu sah sebagai organisasi terlarang.

Kasus bermula saat Menkumham membubarkan HTI pada 2017 dengan berdasarkan UU Ormas. HTI tidak terima dan menggugat ke PTUN Jakarta.

Baca Juga: Anang Rosadi Dicecar 9 Pertanyaan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel

Pada 7 Mei 2018, PTUN Jakarta menolak gugatan HTI. Vonis itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jakarta pada September 2018. HTI tak terima dan mengajukan permohonan kasasi. Apa kata MA?

“Tolak kasasi,” demikian dilansir website MA, Jumat (15/2/2019).

Perkara nomor 27 K/TUN/2019 itu diadili oleh ketua majelis kasasi Supandi. Adapun anggota majelis adalah hakim agung Is Sudaryono dan HM Harry Djatmiko.

“Putus tanggal putusan 14 Februari 2019,” ujarnya seperti dilaporkan¬†detik.com,

HTI dibubarkan karena mengembangkan ajaran untuk mengganti Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, bercita-cita mewujudkan negara khilafah.

Sementara itu, juru Bicara HTI, Ismail Yusanto mengaku telah mendengar kabar penolakan kasasi itu. Pihaknya akan melakukan konsultasi kepada kuasa hukumnya masalah tersebut.

“Langkah selanjutnya kita akan segera konsultasikan dengan kuasa hukum kami Yusril Ihza Mahendra,” kata Ismail dilansir viva.com.

Ada tiga alasan pemerintah membubarkan HTI, sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Pertama, sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

Kedua, kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Ketiga, aktivitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI

Baca Jugal: Penangkapan Pengemudi Camry di Tala Paling Menonjol

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Gegara Motor Tertinggal, Pencuri di Teweh Lebaran di Bui
apahabar.com

Hukum

Ditangkap di Banjarbaru, BNNP Bongkar Bisnis 1 Kg Sabu Warga Balikpapan
apahabar.com

Hukum

Simpan Sabu di Jok Motor, Wakar di Banjarmasin Diringkus Polisi

Hukum

VIDEO: Ops Sikat Intan 2019, Polresta Banjarmasin Bongkar Puluhan Kejahatan Konvensional
apahabar.com

Hukum

Kompol Fauzan Dipromosikan Jadi Wakapolres Tala
apahabar.com

Hukum

Sempat Kejar-kejaran, Satresnarkoba Polres Tanbu Ringkus Pengedar Sabu
apahabar.com

Hukum

Kasus Wali Kota Banjarmasin Soal Dokumen Aset Pemkot, Polisi: Masih Sumir
apahabar.com

Hukum

Per Juni 2020, Polres Banjar Ringkus 5 Bandar Besar Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com