Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Semarak Cap Go Meh di Klenteng Sutji Nurani

- Apahabar.com Rabu, 20 Februari 2019 - 00:05 WIB

Semarak Cap Go Meh di Klenteng Sutji Nurani

Suasana perayaan Cap Go Meh di Kleteng Sutji Nurani Banjarmarin. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Ratusan pasang mata terus menatap pertunjukan barongsai pada acara Cap Go Meh di Klenteng Sutji Nurani di Jalan Veteran, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin, Selasa (19/2/2019) malam. Acara berlangsung semarak, dengan warna dominan merah dan kuning mencolok.

Masyarakat yang menyaksikan perayaan Cap Go Meh bukan hanya dari keturunan Tionghoa. Tapi juga warga Banjar yang pun ikut serta menyaksikan pertunjukan tersebut. Kategori usia pun beragam. Dari anak-anak sampai dengan remaja.

Pengurus Klenteng Sutji Nurani, Tiono Husin mengatakan, Cap Go Meh berasal dari 3 kata, Cap artinya sepuluh, Go artinya lima dan Meh artinya malam. Sehingga dapat dimaknai hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan tahun baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Baca Juga: Mengenal Sejarah, Makna, Berikut Tradisi Cap Go Meh

“Ini merupakan tradisi dari Tiongkok. Kalau di Tiongkok, masyarakat libur beraktivitas selama 15 hari,” ucapnya.

Namun, menurut Tiono, perayaan Cap Go Meh di setiap Wilayah dikemas dengan kegiatan berbeda-beda. Misalnya, di Taiwan, dirayakan sebagai festival Lampion.

Kemudian, di Asia Tenggara, dikenal sebagai hari valentine Tionghoa. Masa ketika wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut.

“Cap Go Meh juga dapat diartikan sebagai momen mencari jodoh bagi muda-mudi yang masih sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, instruktur barongsai asal Banjarmasin, Awang Sumargo menerangkan, di Tiongkok tradisi Cap Go Meh masih terus dikembangkan. Akan tetapi, dikemas dengan kegiatan berbeda-beda. Di Banjarmasin sendiri disemarakkan dengan atraksi barongsai.

Baca Juga: Cap Go Meh, Ritual Cari Jodoh di Pulau Kemaro

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Genjot Sektor Pariwisata, Simak Kalender 33 Even di Kalsel Tahun Ini
apahabar.com

Kalsel

Gubernur Kaltara Pulang Kampung ke Rantau
apahabar.com

Kalsel

Luapan Sungai Rendam Jalan Provinsi di Kotabaru, Polisi: Sudah Surut
apahabar.com

Kalsel

Demo RUU HIP, 38 Ormas Terjunkan Massa di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pidato Pertama Kapolres HSU, Afri: Harus Ada Pelatihan Jurnalistik Untuk Anggota
apahabar.com

Kalsel

1 Pengidap Covid-19 Asal Tanah Bumbu Tutup Usia
apahabar.com

Kalsel

Kembali Bertambah, Total Positif Covid-19 di Tanbu 301 Pasien
Jembatan

Kalsel

Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com