Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap BNNP Kalsel Sukses Gagalkan Transaksi 1 Kilogram Sabu di Komplek Citra Garden Kabupaten Banjar Pejabat Terpapar Covid-19, Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta ASN Pedomani Prokes

Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia

- Apahabar.com Kamis, 28 Februari 2019 - 12:11 WIB

Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia

Ilustrasi rupiah dan valuta asing. Foto-ANTARA/Rivan Awal Lingga.

apahabar.com, JAKARTA – Sempat perkasa di Asia, kini rupiah kembali melemah. Dilansir dari CNBC Indonesia, dibuka flat di level Rp 14.025 / dolar AS, rupiah kini turun 0,25% di pasar spot ke level Rp 14.060 / dolar AS.

Pergerakan rupiah sejati-nya senada dengan mata uang negara-negara kawasan Asia yang juga menentang dolar AS. Namun, pelemahan rupiah menjadi yang terdalam.

Damai dagang AS-China yang belum pasti membuat pasar memilih untuk memeluk dolar AS sebagai safe haven . Dalam beberapa hari terakhir, optimisme perlindungan pasar atas AS-Tiongkok membuncah lantaran Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang periode gencatan senjata bidang perdagangan dengan China.

Baca Juga: Cadangannya 1,8 Miliar Ton, Tambang Freeport Bisa Produksi hingga 2051

Sejatinya jika periode gencatan senjata tak diperpanjang, bea masuk untuk produk impor asal Cina senilai US $ 200 miliar akan dinaikkan menjadi 25% (dari yang saat ini 10%) mulai tanggal 2 Maret.

Namun, optimisme meluncurkan pasar memudar, mengundang pengakuan dari Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer yang merupakan tokoh kunci dari perundingan perdagangan AS-Cina. Berhadapan di Komite House Ways and Means, Lighthizer memutuskan untuk melakukan negosiasi apa pun yang akan mengubah hubungan perdagangan AS-China.

“Kenyataannya adalah tantangan yang harus diselesaikan dalam waktu yang sangat lama. Saya tidak cukup bodoh untuk mempercayai satu negosiasi yang bisa diselesaikan,” kata Lighthizer, mengutip Reuters.

Kapan AS-Cina sampai batal mencapai kesepakatan perdagangan, lanjut Lighthizer, maka menyatakan tidak akan segan untuk kembali mendapatkan bea masuk. Penyebab bea masuk adalah satu-satunya alat untuk melepaskan Cina agar melakukan reformasi struktural.

“Jika ada ketidaksepakatan, maka AS akan melakukan proporsional,” tegasnya.

Baca Juga: Tahun Ini, Honda Bidik Realisasi Ekspor Brio

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sejumlah Kebutuhan Pokok di Singkawang Naik Jelang Tutup Tahun
apahabar.com

Ekbis

Jadi Sub Holding Gas Pertamina, PGN Akuisisi Pertagas Senilai Rp 20,18 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Erick Pastikan Jiwasraya Punya Modal untuk Restrukturisasi
apahabar.com

Ekbis

Imbas Covid-19, DPP Inkindo Kalsel: Banyak Lelang Dibatalkan
apahabar.com

Ekbis

Pertama Kali Dalam Sejarah, Harga Minyak AS Anjlok di Bawah Nol Dolar
apahabar.com

Ekbis

Cadangan Devisa Indonesia September 124,3 Miliar Dolar
apahabar.com

Ekbis

Biar Tak Boros, Mau Tau Caranya?
apahabar.com

Ekbis

Samsung Akan Luncurkan Lini Galaxy M Ramah Kantong di India
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com