SENGKETA Pilgub Kalsel, Eks Hakim MK: Paslon Suara Terbanyak Kedua Bisa Menang Temui AHY, Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf Beri Dukungan Moril untuk Demokrat AJI Biro Banjarmasin Resmi Berdiri, Kasus Kekerasan Pers Jadi AtensiĀ  2 Petani Tapin Terjerat Sabu 9 Kg, Polda Kalsel: Jaringan Besar Terungkap! Sebelum Moeldoko, Gatot Nurmantyo Juga Mengaku Ditawari Kudeta Demokrat

Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia

- Apahabar.com Kamis, 28 Februari 2019 - 12:11 WIB

Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia

Ilustrasi rupiah dan valuta asing. Foto-ANTARA/Rivan Awal Lingga.

apahabar.com, JAKARTA – Sempat perkasa di Asia, kini rupiah kembali melemah. Dilansir dari CNBC Indonesia, dibuka flat di level Rp 14.025 / dolar AS, rupiah kini turun 0,25% di pasar spot ke level Rp 14.060 / dolar AS.

Pergerakan rupiah sejati-nya senada dengan mata uang negara-negara kawasan Asia yang juga menentang dolar AS. Namun, pelemahan rupiah menjadi yang terdalam.

Damai dagang AS-China yang belum pasti membuat pasar memilih untuk memeluk dolar AS sebagai safe haven . Dalam beberapa hari terakhir, optimisme perlindungan pasar atas AS-Tiongkok membuncah lantaran Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang periode gencatan senjata bidang perdagangan dengan China.

Baca Juga: Cadangannya 1,8 Miliar Ton, Tambang Freeport Bisa Produksi hingga 2051

Sejatinya jika periode gencatan senjata tak diperpanjang, bea masuk untuk produk impor asal Cina senilai US $ 200 miliar akan dinaikkan menjadi 25% (dari yang saat ini 10%) mulai tanggal 2 Maret.

Namun, optimisme meluncurkan pasar memudar, mengundang pengakuan dari Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer yang merupakan tokoh kunci dari perundingan perdagangan AS-Cina. Berhadapan di Komite House Ways and Means, Lighthizer memutuskan untuk melakukan negosiasi apa pun yang akan mengubah hubungan perdagangan AS-China.

“Kenyataannya adalah tantangan yang harus diselesaikan dalam waktu yang sangat lama. Saya tidak cukup bodoh untuk mempercayai satu negosiasi yang bisa diselesaikan,” kata Lighthizer, mengutip Reuters.

Kapan AS-Cina sampai batal mencapai kesepakatan perdagangan, lanjut Lighthizer, maka menyatakan tidak akan segan untuk kembali mendapatkan bea masuk. Penyebab bea masuk adalah satu-satunya alat untuk melepaskan Cina agar melakukan reformasi struktural.

“Jika ada ketidaksepakatan, maka AS akan melakukan proporsional,” tegasnya.

Baca Juga: Tahun Ini, Honda Bidik Realisasi Ekspor Brio

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Per Hari Ini, Harga Pertamax di Kalsel Jadi Rp 9.200

Ekbis

Per Hari Ini, Harga Pertamax di Kalsel Jadi Rp 9.200
apahabar.com

Ekbis

Masih Didukung Sentimen Kemajuan Vaksin Covid-19, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Samsung Akan Luncurkan Lini Galaxy M Ramah Kantong di India
apahabar.com

Ekbis

Ketua Hipmi Sebut Penghapusan Monopoli Proyek Buka Peluang Bagi UMKM
apahabar.com

Ekbis

Dirut Bank Kalsel: Kredit Macet Sampai 30 Persen Hoax
apahabar.com

Ekbis

Vaksin Pfizer Diprediksi Pengaruhi Gerak IHSG
apahabar.com

Ekbis

Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibatalkan, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani
apahabar.com

Ekbis

Komoditas Ekspor Udang Masih Primadona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com