Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Sempat Ricuh, Intip Ide TKN-BPN Untuk Debat III

- Apahabar.com Rabu, 27 Februari 2019 - 22:33 WIB

Sempat Ricuh, Intip Ide TKN-BPN Untuk Debat III

debat capres. Foto Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Setelah melewati dua kali Debat Pilpres 2019, ada beberapa kejadian di luar perkiraan. Salah satunya, kericuhan yang sempat terjadi dalam Debat Capres II 17 Februari 2019.

Sebelumnya, dalam acara tersebut, suasana ketika istirahat sempat gaduh akibat pernyataan Jokowi yang mengungkap ribuan hektare tanah Prabowo.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, menyebarkan video berdurasi 45 detik kericuhan tersebut melalui akun Twitter resminya.

Dari pihak TKN 01, Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma’ruf Lukman Edy menyebut jumlah penonton debat tidak mempengaruhi ketertiban.

Sebab itulah, pihaknya menilai ketegasan pihak penyelenggara dan moderator merupakan hal terpenting.

“Di dalam rapat [bersama KPU] kemarin saya menyatakan bahwa soal penonton ini jauh lebih tertib pada debat pertama. Toh jumlahnya sama, 150 orang, debat kedua juga sama. Tetapi lebih tertib karena moderator bisa langsung melihat penonton, mana penonton yang ribut bisa ditegur,” jelasnya dikutip dari Bisnis.com, Rabu (27/2).

Baca Juga: Jokowi Minta NU Ikut Tangkal Hoaks dan Fitnah

“Sehingga kalau ada penonton yang naik kursi, bikin rame yang tidak sesuai peraturan dan kesepakatan, maka kami waktu itu mengusulkan keluarkan saja dari ruangan tanpa peringatan. Tidak perlu SP1, SP2,” tambahnya.

Sedangkan pihak BPN Prabowo-Sandiaga masih menginginkan agar jumlah undangan penonton dikurangi, baik undangan tamu dari pihak TKN 01, BPN 02, dan undangan KPU.

Bahkan, BPN mengimbau para menteri yang mendapat undangan KPU agar masuk dalam kelompok penonton dari kandidat dukungannya saja, bukan duduk di tempat khusus.

Oleh sebab itu, pihaknya memberi usulan adanya perwakilan “juru damai” dari KPU, Bawaslu, TKN 01, dan BPN 02. Fungsinya, bertanggung jawab membuat suasana kondusif kembali ketika keributan semacam itu terjadi lagi, tanpa banyak pihak yang terlibat.

“Nah, untuk berjaga-jaga, sekarang ada ide membuat clearing house, ada perwakilan dari 02, 01 kalau ada hal semacam itu terjadi lagi, misalnya. Kita tidak menginginkan, tapi sudah ada dewan tertentu, akan ada desk khusus yang menangani masalah itu,” jelas Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso selepas rapat dengan KPU, Selasa (26/2).

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Presiden Jokowi

Nasional

Bank Syariah Tumbuh Subur, Presiden Jokowi Bersyukur
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Ancaman Covid-19 Masih Ada, Jangan Sampai Terjadi Gelombang Kedua
UKM

Nasional

Kabar Duka, Mantan Menteri Koperasi dan UKM Era Soeharto Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Bupati Daerah Miskin Beli Mobdin Rp1,9 Miliar
apahabar.com

Nasional

Mahfud Diserang Hoaks, Buya Syafii Maarif: Punya Darah Madura Jadi Dia Tegar
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Presiden Jokowi Luncurkan Pikap Esemka, Menteri Budi Beri Bocoran
apahabar.com

Nasional

Dijebloskan ke Penjara, Pelawak Qomar Lontarkan Candaan
apahabar.com

Nasional

Sejarah Ganja Masuk Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com