BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Sidang Ke-2 Kasus Air Keras, Saksi Bantah Keterlibatan Eks Polisi

- Apahabar.com Kamis, 28 Februari 2019 - 14:47 WIB

Sidang Ke-2 Kasus Air Keras, Saksi Bantah Keterlibatan Eks Polisi

Sidang kedua kasus penyiraman air keras eks Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Kalsel digelar, di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (28/2) siang. Sejumlah saksi, dan terdakwa kasus penyiraman tersebut berhasil dihadirkan. Foto-apahabar.com/ Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus penyiraman air keras eks kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan (Kalsel)  memasuki babak baru.

Sidang kedua kasus tersebut kembali digelar, di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (28/2/2019).

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dipimpin hakim ketua, Eddy Cahyono. Lima orang saksi dihadirkan jaksa penuntut umum dalam persidangan.

Selain saksi, dua orang terdakwa, yakni Rahmadi dan Wahidin. Nama pertama merupakan eks anggota Polri.

Baca Juga: Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel soal Penyiraman Air Keras: ‘Bukan Saya, Kalian Salah Orang

Menariknya, dalam sidang itu para saksi mengaku tak melihat adanya keterlibatan Rahmadi secara langsung dalam penyiraman air keras di Capung Cafe Banjamasin, 20 November 2018 silam.

Seperti yang dikatakan sejumlah saksi, Rahmadi tak pernah terlihat atau diketahui berada di lokasi penyiraman.

Adapun kelima saksi tersebut merupakan pegawai showroom sepeda motor, penjual air keras, kasir, tukang parkir dan barista Cafe Capung.

Kuasa Hukum Rahmadi, Sugeng Ari Wibowo mengatakan kliennya disangkakan dengan pasal penganiayaan, yakni 351, 351 Juncto 55 dan 56 KUHP.

“Kita yakin akan membebaskan Rahmadi dari tuduhan tersebut,” singkat dia. Praktis hingga kini belum jelas apa peran Rahmadi dalam kasus ini.

Dikonfirmasi, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fahrin enggan berkomentar sama sekali.

Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras di Cafe Capung Tak Buat Alfi Gentar

Sebelumnya, polisi memastikan satu dari tiga pelaku yang terlibat penyiraman tersebut adalah eks anggota polisi yang berdinas di wilayah hukum Banjarmasin. Motif dirinya ikut terlibat pun mulai terungkap.

Yang pasti, menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol Sofyan, Rahmadi

memiliki keterkaitan hubungan keluarga dengan pelaku utama penyiraman. Adapun otak utama penyiraman Asep sampai kini masih buron.

“Keterlibatan oknum polisi tersebut lantaran ada ikatan kekeluargaan dengan pelaku utama,” ucap perwira berpangkat tiga melati itu kepada apahabar.com.

Dia nekat terlibat dalam kasus yang menyebabkan Asep mesti menjalani operasi bedah plastik sebanyak 7 kali, serta berperan membeli tupperware untuk wadah air keras.

“Seharusnya kan yang bersangkutan (Oknum) melarang perbuatan tersebut,” cetusnya.

Sofyan membenarkan ada dua pelaku utama dalam kasus penyiraman tersebut, yaitu pihak yang menyuruh atau aktor intelektual dan pihak yang melakukan penyiraman atau eksekutor. Keduanya sama sama masih dalam pengejaran petugas.

“Ya, kita masih melakukan pengejaran,” jelasnya.

Baca Juga: Blak-blakan Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel soal Motif Penyiraman Air Keras

Adapun untuk motif aksi penyiraman air keras, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman sampai ditangkapnya pelaku utama.

“Untuk motif masih melakukan pendalaman. Menunggu pelaku utamanya tertangkap,” katanya.

Sampai saat ini, ia mengimbau dengan tegas agar para pelaku segera secepatnya menyerahkan diri. “Ya sebaiknya pelaku menyerahkan diri,” paparnya.

Sebelumnya Asep Syarifuddin mendapat teror air keras seusai makan malam di Café Capung, November 2018 silam.

Pasca insiden ini, Asep yang kini menjabat sebagai kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT itu, mengaku tak gentar menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Penjambret Terekam CCTV di Bundaran Amaco Tertangkap, Rekannya Masih Kabur
sabu

Hukum

Terancam Hukuman Mati, 4 Terdakwa Kasus 300 Kg Sabu di Kalsel Enggan Ajukan Eksepsi
apahabar.com

Hukum

Polisi Tetapkan 7 Pelaku Perkosaan Siswi SMP sebagai Tersangka
apahabar.com

Hukum

Jelang Tahun Baru, Polisi: Ada Indikasi Jumlah Narkoba Masuk Jakarta Meningkat
apahabar.com

Hukum

KPK Tangkap Pejabat Imigrasi di NTB
apahabar.com

Hukum

Kedapatan Edarkan Dextro, Pemuda Asal HSS Diamankan Polisi di Tapin
apahabar.com

Hukum

Tipu Warga Tabalong, Penipu asal Samarinda Diringkus Tim Gabungan
apahabar.com

Hukum

Operasi Sikat Intan 2019, Sat Sabhara Polres Balangan Amankan Minuman Keras
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com