Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

SNMPTN 2019, Apa Prodi yang Paling Diminati di ULM?

- Apahabar.com Kamis, 21 Februari 2019 - 11:40 WIB

SNMPTN 2019, Apa Prodi yang Paling Diminati di ULM?

Penampakan auditorium Kampus ULM, Kabupaten Banjarbaru. Foto-Humas ULM

apahabar.com, BANJARMASIN – Program Studi S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi yang paling diminati oleh pendaftar calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019.

Hingga pendaftaran dan finalisasi SNMPTN melalui pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) ditutup Selasa, 19 Februari 2019 pukul 23.00 WITA, tercatat pemilih program Studi Manajemen mencapai 1.074 orang.

Baca Juga: Ombudsman Sarankan ULM Bentuk Tim Peneliti Penyebab Ambruknya Plafon GSG

“Manajemen masih favorit tahun ini, disusul Prodi Akuntansi 898 orang dan Prodi Pendidikan Dokter 723 orang,” terang Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM Dr Aminuddin Prahatama Putra, dikutip dari Antara, belum lama ini.

Total pendaftar SNMPTN yang memilih ULM sebanyak 7.650 orang. Terdiri dari 6.449 orang sebagai pilihan pertama dan 1.201 sebagai pilihan kedua. Sedangkan Bidikmisi 0 alias tidak ada.

Aminuddin mengungkapkan, kekosongan peserta Bidikmisi ditengarai lantaran adanya perbedaan aplikasi antara PDSS yang dikelola Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan Bidikmisi yang ada di Kementerian Ristekdikti pada Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Sehingga bagi pendaftar SNMPTN calon peserta Bidikmisi yang belum terverifikasi, nantinya LTMPT Pusat akan melakukan pengecekan data peserta SNMPTN dengan data Bidikmisi Belmawa, agar bagi yang belum terverifikasi akan didaftarkan sebagai peserta Bidikmisi.

“Jadi calon mahasiswa tidak perlu khawatir. Sepanjang dia sudah mengklik peserta Bidikmisi saat mendaftar maka akan muncul setelah verifikasi nanti,” jelas Aminuddin.

Seperti diketahui, SNMPTN merupakan jalur prestasi untuk masuk perguruan tinggi negeri dengan sistem seleksi berdasarkan nilai akademik atau raport selama di bangku sekolah, termasuk berbagai torehan prestasi di luar sekolah yang bisa jadi nilai tambah bagi pendaftar.

Setelah SNMPTN, perguruan tinggi negeri akan membuka jalur berikutnya, yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang mana peserta wajib mengikuti tes.

Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, calon mahasiswa baru yang ingin mendaftar jalur SBMPTN wajib telah mengantongi hasil tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dari LTMPT yang telah diikutinya.

Sedangkan jalur terakhir, ada tes Mandiri yang diadakan oleh masing-masing perguruan tinggi negeri berdasarkan kuota yang telah ditetapkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

ULM telah menetapkan kuota mahasiswa baru tahun akademik 2019-2020 sebanyak 6.310 orang. Terdiri dari SNMPTN minimum 20 persen atau 1.473 kursi, SBMPTN minimum 40 persen atau 2.683 kursi dan jalur Mandiri maksimum 30 persen atau 2.154 kursi.

Baca Juga: Kontraktor Bersihkan Puing Reruntuhan Plafon Gedung Serbaguna ULM

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

KPU Turun Tangan Selidiki WNA Miliki KTP di Kalsel

Kalsel

Cerita Keganasan Buaya Liar, 2 Warga Kotabaru Ditelan Hidup-Hidup
apahabar.com

Kalsel

Kenakalan Remaja Akibat Miras, Dewan Gencar Sosialisasi Perda
apahabar.com

Kalsel

Terjebak Macet, Penjambret di Sungai Andai Nyaris Tewas Dimassa !
apahabar.com

Kalsel

Dampak PSBB Banjarmasin, Timbunan Sampah Berkurang
apahabar.com

Kalsel

7 Daerah di Kalsel Diprakirakan Masih Diguyur Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Diduga Cemari Sekolah, Hotel Pyramid Terancam Sanksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com