Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Kuasai Ribuan Hektar Lahan, Prabowo: Lebih Baik daripada Jatuh ke Tangan Asing!

- Apahabar.com Minggu, 17 Februari 2019 - 23:36 WIB

Kuasai Ribuan Hektar Lahan, Prabowo: Lebih Baik daripada Jatuh ke Tangan Asing!

Ilustrasi debat capres. Foto-apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menjawab tegas singgungan Capres 01 Joko Widodo terkait kepemilikan ratusan ribu hektare lahan di Kalimantan Timur dan Aceh, dalam debat kedua, Minggu (17/2) malam.

“Saya juga minta izin tadi disinggung tentang tanah yang katanya saya kuasai ratusan ribu di beberapa tempat,” ujar Prabowo.

“Itu bener tapi itu adalah HGU. Negara bisa ambil kembali dan mengendalikan itu semua daripada orang asing lebih baik dapatkan itu,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Sentil Bagi-Bagi Sertifikat, Jokowi Singgung Kepemilikan Lahan

HGU adalah hak khusus mengusahakan tanah yang bukan miliknya sendiri atas tanah yang dikuasai langsung oleh negara. Sebagai seorang patriot, dan nasionalis, Prabowo mengaku siap mengembalikannya ke negara kapanpun dibutuhkan.

Selanjutnya, jika terpilih nanti Prabowo mengaku pemerintahannya akan hadir di tengah masyarakat dengan rinci, teliti, tegas dan aktif untuk memperbaiki ketimpangan kekayaan.

“Kita harus menjaga kekayaan kita supaya tidak lari ke luar negeri dan untuk itu kita instrumen kita adalah Pasal 33 (UU 45) itu yang kami ingin tegaskan kemudian,” jelasnya.

Adapun, singgungan soal kepemilikan lahan tersebut mencuat setelah program bagi-bagi sertifikat yang digaungkan selama pemerintahan Jokowi disentil oleh Prabowo.

Menurut Jokowi, program pembagian sertifikat penting agar masyarakat memiliki hak hukum yang jelas.

Baca Juga: Debat Capres Kedua, Jokowi: Konektifitas Itu Penting

“Kita telah membagikan sertifikat 2017 sebanyak 5 juta sertifikat. Di 2018 lebih dari 7 juta,” ujar Jokowi.

Jokowi melanjutkan, pembagian yang sudah dilakukan hampir 2,6 juta hektar untuk memacu produktifitas masyarakat kecil.

“Rakyat Indonesia yang saya cintai pembagian yang tadi sudah saya sampaikan hampir 2,6 juta itu adalah memang agar produktif dan tidak memberikan kepada yang gede-gede,” jelasnya.

Sementara, menurut Prabowo program bagi-bagi sertifikat merupakan suatu program yang menarik. Namun, jika semua lahan atau tanah dibagi maka tak ada lagi lahan untuk masyarakat.

“Pada saatnya nanti Indonesia sudah tidak punya lagi lahan. Jadi bagaimana masa depan anak cucu kita?” ujar Prabowo.

Baca Juga: Nobar Debat Presiden Dapat Voucher Nginap Gratis

Prabowo menyadari lahan di Indonesia tidak akan bertambah. “Sementara (penduduk) Indonesia semakin besar,” jelasnya.

Menjawab itu, Jokowi menyinggung mengenai kepemilikan lahan Prabowo yang luas di Aceh dan Kalimantan Timur.

“Hampir 2,6 juta itu adalah memang agar produktif dan tidak memberikan kepada yang gede-gede. Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur 220.000 juga di Aceh 120 ribu hektare. Pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya,” ujarnya.

Baca Juga: Spesial, Menu Kue Khas Banjar saat Nonton Debat Capres

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Menjelang Libur Panjang, BNPB Minta Warga Hindari Kerumunan
apahabar.com

Nasional

Kalimantan Jadi Ibu Kota, Dayak Meratus Jangan Tergerus
apahabar.com

Nasional

PAN Berhentikan Ketua DPW Kalsel karena Dukung Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Nasional

Kominfo: Medsos yang Tak Saring Hoaks Akan Diberi Sanksi
apahabar.com

Nasional

Jaga Gambut, BRG Gandeng Muhammadiyah Tingkatkan Kepedulian Masyarakat
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Masih Pandemi, MUI: Alihkan Perjuangan di Lapangan ke Uji Materi MK
apahabar.com

Nasional

Last Minute, Koordinator Saksi di Samarinda Diduga Lancarkan ‘Serangan Fajar’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com