Tugboat Syarasd Satu Tenggelam di Muara Pegah Kaltim, 9 ABK Selamat Ditengarai Membelot, Berikut 8 Pengurus DPC Demokrat di Kalsel yang Ikut KLB Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa 3 Rumah di Mekarpura Kotabaru POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng

Sudah Punya 5, Gubernur Tolak Usulan Mobdin Baru

- Apahabar.com Rabu, 27 Februari 2019 - 22:23 WIB

Sudah Punya 5, Gubernur Tolak Usulan Mobdin Baru

Royal Saloon Mobil Dinas Gubernur Riau.(Chaidir-detikcom)

apahabar.com, PEKANBARU – Belum sepekan dilantik, Gubernur Riau Syamsuar dibikin kaget bukan kepalang .

Dia tak menyangka bakal mendapat jatah mobil dinas sampai 5 buah.

Informasi yang dihimpun, ada 5 mobil dinas Gubernur Riau atau yang dikenal dengan BM 1. Ada Toyota Royal Saloon, Landcruiser, Toyota Innova, jeep, dan Alphard. Semuanya mobil dinas bekas dari gubernur sebelumnya.

“Saya kaget juga, sampai ada lima mobil dinas. Kemarin kita ada kegiatan sama KPK, saya sampaikan ke mereka, kalau ada mobil dinas Gubernur Riau sampai lima,” jelas Gubernur Riau Syamsuar dikutip dari Detikcom, Rabu (27/2) di Posko Satgas Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Kaget atas kepemilikan 5 mobil dinas ini membuat Syamsuar untuk menitipkan mobil tersebut ke KPK.

Dia mengatakan, sebelumnya KPK juga sudah pernah menyarankan agar menitipkannya saja ke lembaga anti-rasuah tersebut.

“Semuanya mobil dinas bekas dari sebelumnya. Jadi saya ini akan menata aset dulu, sebagaimana saran KPK. Masak, sampai banyak begini mobil dinas,” kata Syamsuar.

Terpisah, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, menyatakan, Syamsuar pernah menyampaikan persoalan mobil dinas ketika berkunjung ke KPK beberapa waktu lalu.

Febri menyatakan KPK menekankan agar mobil dinas tak digunakan untuk keperluan pribadi.

“Ini bisa menjadi sikap awal yang dapat diterapkan agar pejabat lain di lingkungan pemprov juga mencontoh. Sehingga mobil dinas tidak lagi digunakan untuk keperluan pribadi,” ucap Febri.

Febri menyatakan KPK memberi saran agar para pejabat daerah, termasuk Syamsuar, tak berlebihan dalam menjamu pejabat dari Jakarta.

Dia mengatakan penjamuan yang berlebihan bisa menimbulkan potensi penyalahgunaan fasilitas dan anggaran.

“KPK juga mengingatkan agar pejabat daerah tidak perlu menjamu berlebihan jika ada kunjungan pejabat-pejabat dari Jakarta. Jangan sampai kebiasaan seperti ini berakibat penyalahgunaan anggaran atau penerimaan fasilitas berlebihan,” kata Febri dilansir dari Detikcom.

Karena sudah punya 5 mobil dinas, Gubernur Riau Syamsuar menolak usul soal pengadaan mobil dinas baru.

Syamsuar lebih memilih mobil bekas gubernur sebelumnya dan akan memakai 3 kendaraan dinas-nya saja untuk bekerja.

“Pak Gubernur menolak untuk urusan mobil dinas baru. Beliau cukup memanfaatkan mobil dinas bekas yang ada saja,” kata Kepala Biro Humas Pemprov Riau Firdaus, terpisah.

Baca Juga: Jokowi Minta NU Ikut Tangkal Hoaks dan Fitnah

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Hujan Ekstrem

Nasional

Hujan Ekstrem di Semarang Disebut Terjadi 50 Tahun Sekali
apahabar.com

Nasional

BLT Gaji Guru Honorer Rp 1,8 Juta Cair, Anda Sudah Menerima?
apahabar.com

Nasional

Percepat Akses Kertajati, Jokowi Tagih Penyelesaian Tol Cisumdawu
apahabar.com

Nasional

PT Pelni Prediksi Pemudik Lebaran 2019 Naik 3,5%
apahabar.com

Nasional

Anies: Reuni 212 Cerminan Persatuan Indonesia
apahabar.com

Nasional

MUI: Jangan Gunakan Isu SARA saat Kampanye
apahabar.com

Nasional

Rayakan Sumpah Pemuda, Presiden Ajak Bangun Indonesia
apahabar.com

Nasional

Gempa di Sulteng; Warga Panik Berlarian ke Gunung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com