3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Surat Suara Braille, Organisasi Difabel Ragukan Kerahasiaan Suara Pemilih Disabilitas di Banjarmasin

- Apahabar.com Sabtu, 23 Februari 2019 - 19:37 WIB

Surat Suara Braille, Organisasi Difabel Ragukan Kerahasiaan Suara Pemilih Disabilitas di Banjarmasin

Ilustrasi surat suara braille. Foto/Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Organisasi difabel Kota Banjarmasin meragukan kerahasiaan suara apabila menggunakan surat suara berbentuk braille di Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019 mendatang.

“Kalau surat suara berbentuk braille itu tak menjamin kerahasiaan kaum difabel sebagai pemilih,” ucap Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin, Slamet Riyadi kepada apahabar.com, Sabtu (23/2/2019).

Menurutnya, surat suara untuk penyandang difabel khususnya tunanetra masih menjadi tanda tanya. Bahkan, pihaknya masih belum melihat secara langsung surat suara tersebut.

Sebaiknya, kata Slamet, surat suara nantinya berupa pamflet terbuat dari  karton manila yang kemudian dilipat sesuai dengan surat suara. Di sana terdapat angka, huruf dan kolom dalam bentuk braille.

Andai kata, opsi itu tak kunjung terwujud, kata Slamet, maka harus ada perbedaan khusus dari masyarakat normal untuk penyandang disabilitas. Sayangnya, langkah itu dinilai tak menjamin kerahasian suara difabel sebagai pemilih.

Baca Juga: KPU Kalsel Ajukan Pengganti 846 Kotak Suara Rusak

Sejauh ini, lanjut Slamet, sosialisasi pemilu untuk penyandang disabilitas baru dimulai. Ia bersama dengan empat rekannya sesama difabel telah direkrut sebagai relawan demokrasi berbasis disabilitas. Kemudian bertugas mensosialisasikan pemilu kepada penyandang disabilitas lainnya.

“Cuma kita terhadap pada pengumpulan rekan difabel lainnya. Lantaran sudah dalam mobilitas, maka perlu adanya transportasi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin, Khairunnizam belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilayangkan oleh Wartawan Apahabar.com.

Sempat merespon dengan menyahut salam, namun setelah itu pertanyaan hanya dibaca.

Baca Juga: PKPU 3/2019 Perbolehkan Warga Gunakan SIM untuk Memilih

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Truk BBM Seruduk Median Jalan Rumdin Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Pengusaha Travel Haji dan Umrah Kalsel Ancam Boikot Garuda

Kalsel

RZ Kalsel Beri Kado Lebaran ke Sejumlah Anak Yatim di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tim Gabungan Ungkap 8 Tempat Usaha di Banjarbaru Langgar Prokes, Sanksi Menanti
apahabar.com

Kalsel

Dinilai Profesional, Puluhan Polisi di HST Diganjar Kenaikan Pangkat
apahabar.com

Kalsel

Bersama KNPI Batola, Satlantas Bicara Ketertiban Lalu Lintas
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Waspadai Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

UP2K PKK Kenanga Birayang Raih Juara Harapan 1 Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com