Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong! Buat Jalur Khusus Jemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Gelar Salat Ied Hore! Remisi Lebaran Warga Binaan di Kalsel Diusulkan Bertambah, Segini Jumlahnya Pencarian Korban Longsor di Batu Bini HSS Kembali Dilanjutkan

Surat Suara Braille, Organisasi Difabel Ragukan Kerahasiaan Suara Pemilih Disabilitas di Banjarmasin

- Apahabar.com Sabtu, 23 Februari 2019 - 19:37 WIB

Surat Suara Braille, Organisasi Difabel Ragukan Kerahasiaan Suara Pemilih Disabilitas di Banjarmasin

Ilustrasi surat suara braille. Foto/Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Organisasi difabel Kota Banjarmasin meragukan kerahasiaan suara apabila menggunakan surat suara berbentuk braille di Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019 mendatang.

“Kalau surat suara berbentuk braille itu tak menjamin kerahasiaan kaum difabel sebagai pemilih,” ucap Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin, Slamet Riyadi kepada apahabar.com, Sabtu (23/2/2019).

Menurutnya, surat suara untuk penyandang difabel khususnya tunanetra masih menjadi tanda tanya. Bahkan, pihaknya masih belum melihat secara langsung surat suara tersebut.

Sebaiknya, kata Slamet, surat suara nantinya berupa pamflet terbuat dari  karton manila yang kemudian dilipat sesuai dengan surat suara. Di sana terdapat angka, huruf dan kolom dalam bentuk braille.

Andai kata, opsi itu tak kunjung terwujud, kata Slamet, maka harus ada perbedaan khusus dari masyarakat normal untuk penyandang disabilitas. Sayangnya, langkah itu dinilai tak menjamin kerahasian suara difabel sebagai pemilih.

Baca Juga: KPU Kalsel Ajukan Pengganti 846 Kotak Suara Rusak

Sejauh ini, lanjut Slamet, sosialisasi pemilu untuk penyandang disabilitas baru dimulai. Ia bersama dengan empat rekannya sesama difabel telah direkrut sebagai relawan demokrasi berbasis disabilitas. Kemudian bertugas mensosialisasikan pemilu kepada penyandang disabilitas lainnya.

“Cuma kita terhadap pada pengumpulan rekan difabel lainnya. Lantaran sudah dalam mobilitas, maka perlu adanya transportasi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin, Khairunnizam belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilayangkan oleh Wartawan Apahabar.com.

Sempat merespon dengan menyahut salam, namun setelah itu pertanyaan hanya dibaca.

Baca Juga: PKPU 3/2019 Perbolehkan Warga Gunakan SIM untuk Memilih

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Konflik Tanah Warga Sukamaju Berlanjut, DPRD Banjarbaru Coba Menengahi
apahabar.com

Kalsel

Diskusi di Jakarta, Cara Pemuda Banua Songsong Kalsel Sebagai Penyangga Ibu Kota
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Gerah, Peserta Pemilu Sengaja Tak Turunkan APK
Jembatan

Kalsel

Perakitan Jembatan Bailey Segmen 2 di Pabahanan Pelaihari Dikebut
apahabar.com

Kalsel

Pengusaha Katering Ditipu Pasutri
Jokowi

Kalsel

Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kutuk Keras Penusukan Syekh Ali Jaber, GP Ansor Kalsel Desak Kepolisian Tegas dan Transparan
apahabar.com

Kalsel

Pamit Mandi, Jasad Ahim Membengkak di Sungai Aranio Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com