Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

‘Tak Sengaja’ Bunuh Harimau Bunting, Halawa Dihukum 3 Tahun Penjara Plus Denda Rp100 Juta

- Apahabar.com Kamis, 28 Februari 2019 - 20:06 WIB

‘Tak Sengaja’ Bunuh Harimau Bunting, Halawa Dihukum 3 Tahun Penjara Plus Denda Rp100 Juta

Harimau Sumatra Bunting. Foto-BBC

apahabar.com, TELUK KUANTAN – Apes. Maksud hati menjebak babi hutan yang akan mengganggu kebun ubinya, jerat yang dibikin Falalinin Halawa

malah mengenai harimau bunting (satwa yang dilindungi). Kini, lelaki itu divonis PN Teluk Kuantan Riau, 3 tahun penjara dan denda.

Oleh PN Teluk Kuantan Falalinin Halawa terbukti melakukan pembunuhan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Sehingga dia divonis human 3 tahun penjara.

apahabar.com

Falalini Halawah tewaskan harimau bunting. Foto-detik.com

“Menyatakan terdakwa Falalini Halawa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan satwa dilindungi. Menjatuhkan pidana tiga tahun penjara,” kata hakim Reza didampingi dua hakim anggota Rina Lestari Br Sembiring dan Duano Aghaka sebagaimana dilansir Antara, Kamis (28/2/2019).

Baca Juga: Kapolda Semangati Polisi di Lokasi Longsor Penambangan

Vonis itu dibacakan di PN Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (27/2) malam.

Majelis hakim yang dipimpin hakim Reza Himawan Pratama menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Selain pidana 3 tahun penjara, hakim juga menjatuhkan hukuman denda kepada Halawa, pria berusia 41 tahun asal Nias, Sumatera Utara tersebut sebesar Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Putusan hakim tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri setempat.

Dalam tuntutannya pada pekan lalu, jaksa Mochamad Fitri Adhy menuntut terdakwa dengan hukuman empat tahun enam bulan penjara.

Menanggapi putusan itu, Halawa dan kuasa hukumnya Yogi Saputra dari LBH Missiniaki Legal Cooporation serta JPU Fitry Ady sepakat menyatakan masih ‘berpikir’.

Halawa sendiri dalam pembelaannya menyatakan dirinya tidak mengetahui jika Desa Indarung, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing yang menjadi tempat dia tinggal dan berkebun merupakan areal perlintasan harimau.

Dia mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi atau melihat rambu-rambu larangan pemasangan jerat.

Jerat yang dipasang pria 41 tahun asal Nias, Sumatera Utara itu sejatinya dipergunakan menjerat babi agar tidak mengganggu perkebunan ubi miliknya.

Namun, jerat tersebut justru mengenai harimau bunting hingga mati. Total tiga ekor harimau, terdiri seekor induk dan dua janin yang telah terbentuk mati dalam insiden itu.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming: BJ Habibie Teladan Kaum Milenial
apahabar.com

Nasional

Melalui Bimtek, Kementan Tingkatkan SDM Petani di Food Estate Kalteng
apahabar.com

Nasional

Uang Kemerdekaan Rp75.000 Bisa Ditukar Awal Oktober
BMKG

Nasional

BMKG: Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Indonesia
apahabar.com

Nasional

Andai Ibu Kota ke Kalimantan, Repnas: Kalsel Berpotensi Kembangkan Wisata Religi
apahabar.com

Nasional

Debat Kelima Pilpres 2019, Adu Gagasan di Babak Visi-Misi

Nasional

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Terbakar, 10 Penderita Panik Langsung Dievakuasi
apahabar.com

Nasional

Polisi Tembak Mati Seorang Pengedar Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com