Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu… Ratusan Anggota Polda Kalsel Naik Pangkat, Irjen Rikwanto Beri Wanti-wanti

Tekan Inflasi, Kalsel Perlu Pacu Produksi Sejumlah Komoditas

- Apahabar.com     Senin, 4 Februari 2019 - 15:11 WITA

Tekan Inflasi, Kalsel Perlu Pacu Produksi Sejumlah Komoditas

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalsel, bersama beberapa SKPD Banjarbaru memanen cabai dilahan RPL Bumi Tangi Banjarbaru. Foto-apahabar.com/Rizal

apahabar.com, BANJARMASIN – Cabai dan air tawar masih tercatat sebagai dua komoditas utama penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan.

“Cabai dan ikan air tawar menjadi salah satu komoditas yang hingga kini masih menjadi biang kerok inflasi di Kalimantan Selatan,” ujar kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Herawanto, dikutip dari Antara, Senin 4 Januari 2019.

Herawanto menilai, perlu adanya upaya-upaya strategis untuk mengatasi persoalan tersebut. Antara lain, dengan meningkatkan produksi ke dua sektor tersebut oleh seluruh pihak terkait.

Mendorong peningkatan produksi dua komoditas tersebut, Bank Indonesia sebenarnya telah membuka kawasan pengembangan produksi komoditas penyumbang inflasi, di Rumah Pangan Lestari (RPL) Bumi Tangi di Landasan Ulin Banjarbaru.

Kawasan RPL seluas 800m2 itu, sebagian besar ditanami cabai dan sayuran, juga dimanfaatkan untuk pengembangan budi daya ikan dengan sistem bioflog. Diharapkan, RPL tersebut, menjadi lokasi yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar bagi masyarakat, yang berkeinginan mengembangkan berbagai tanaman pangan di daerah.

Baca Juga: Tekan Inflasi, BI Kalsel ‘Bangunkan’ Lahan Tidur

Terkait inflasi, Badan Pusat Statistik Kalsel mencatat, Januari 2019 terjadi inflasi sebesar 0,81 persen. Di Kalimantan, Singkawang menjadi daerah dengan inflasi tertinggi, yakni 1,19 persen, dan Sampit menjadi yang terendah, yakni 0,34 persen.

Sementara, masih berdasarkan IHK, Banjarmasin berada di urutan ketiga, yakni 0,82 persen dengan laju inflasi “year on year” adalah 3,17 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Seribu Sungai, antara lain angkutan udara, ikan gabus, daging ayam ras, bawang merah, emas perhiasan.

Menyusul di bawahnya adalah Kota Tanjung. Inflasi yang tercatat terjadi di Tanjung sebesar 0,75 persen dengan laju inflasi yoy adalah 2,97 persen. Daging ayam ras, bawang merah, ikan layang, bayam, ikan nila menjadi komoditas penyumbang kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi.

Baca Juga: Jarang Gunakan Uang Koin Bikin Inflasi, Kok Bisa?

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Atasi Banjir Samarinda Tak Cukup dengan Teori

Tak Berkategori

Logistik PSU Pilwali Banjarmasin Mulai Didistribusikan
apahabar.com

Tak Berkategori

Sudah Pilih Lokasi, Peserta Seleksi CPNS Batola Tinggal Tunggu Jadwal
apahabar.com

Tak Berkategori

Ratusan Penarik Becak Serbu Masjid Riyadus Shalihin Barabai, Ada Apa?
apahabar.com

Tak Berkategori

Sepanjang Januari-Agustus 2019, Lion Air Group Layani 245 Ribu Penerbangan
apahabar.com

Tak Berkategori

Garuda Buka Penerbangan Manado–Davao
apahabar.com

Tak Berkategori

Pengemudi Tabrak Gerbang Masjidil Haram Langsung Ditangkap, Diduga Tidak Normal
Banjarbaru

Tak Berkategori

JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com