Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Tenang, Gempa di Malang Tak Berpotensi Tsunami

- Apahabar.com Selasa, 19 Februari 2019 - 11:44 WIB

Tenang, Gempa di Malang Tak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi gempa. Foto-jabar.pojoksatu.id

apahabar.com, JAKARTA – Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo yang sempat menggetarkan Malang tak berpotensi tsunami.

Pukul 02.30.26 WIB, Selasa, 19 Februari 2019 gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,9 yang selanjutnya dilakukan pembaruan menjadi M=5,6.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,67 LS dan 112,74 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 170 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 42 km.

Gempa bumi di selatan kabupaten Malang ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault).

Baca Juga: Gempa Malang Terasa hingga Nusa Dua dan Kuta

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Lumajang, Malang, Blitar, Karangkates III – IV MMI, Sawahan III MMI, Kuta, Nusa Dua II-III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Dalam siaran persnya, BMKG memperkirakan gempa bumi tak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 03.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 3 kali.

Kepada masyarakat BMKG mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi,” demikian bunyi siaran pers tersebut.

Baca Juga: Terdengar Ledakan, Polisi Evakuasi Pengunjung Pasar Sampang

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kemendagri Mengkaji Moratorium Daerah Otonomi Baru Secara Mendalam
apahabar.com

Nasional

Korban Tewas Akibat Virus Corona Capai 106 Orang, 4 Ribu Pasien Dirawat di China
apahabar.com

Nasional

Rumah Pribadi Ketua DPR Terbakar
apahabar.com

Nasional

Dugaan Rasisme Mahasiswa Papua di Surabaya, GP Ansor Kalsel Bantah Keterlibatan Banser
apahabar.com

Nasional

Pasca-teror Bom Medan, Polda Kalsel Larang Ojol Masuk
apahabar.com

Nasional

Ramai-Ramai Tolak Revisi Aturan Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar
apahabar.com

Nasional

Rencana Blokir Ponsel BM Hari Ini, Apa Benar?
apahabar.com

Nasional

Bukalapak Tambah Server Hadapi Harbolnas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com