Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak Jumlah Korban Banjir Kalsel Terus Bertambah, 6 Warga Masih Dinyatakan Hilang Masih Berantakan, KPU HST Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Besok Bupati Sleman Positif Covid-19 Pascavaksinasi, Berikut Penjelasan Kemenkes

Terikat Utang Online Abal-abal, Korban Disuruh Jual Ginjal

- Apahabar.com Senin, 4 Februari 2019 - 21:04 WIB

Terikat Utang Online Abal-abal, Korban Disuruh Jual Ginjal

Ilustrasi. Foto-detik.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Korban layanan financial technology (fintech) ilegal alias abal-abal banyak melaporkan masalahnya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Mereka mengaku mendapatkan ancaman hingga pemerasan dengan bunga tinggi.

Dilansir dari detik.com, Pengacara dari LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora menjelaskan banyak perusahaan utang online yang melakukan pelanggaran.

Menurut Nelson, jenis pelanggarannya beragam ada penagihan yang tidak hanya dilakukan kepada peminjam atau kontak darurat, penyebaran foto dan informasi pinjaman ke kontak yang ada di gawai peminjam, hingga ancaman, fitnah, dan pelecehan seksual kepada perempuan.

“Ada yang disuruh jual ginjal dan ada korban yang ingin bunuh diri,” kata Nelson dalam diskusi di LBH Jakarta, Senin (4/2).

Baca Juga: Jasad Bayi di Banjar, Polisi: Korban Pembunuhan

Hal ini, sambung Nelson, sudah menciptakan ketidaknyamanan pada pengguna layanan. Selain itu, ada pelanggaran seperti pengenaan biaya administrasi yang tidak jelas serta aplikasi berganti tanpa pemberitahuan, sehingga bunga terus bertambah.

LBH Jakarta menilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seharusnya tidak hanya mengurusi fintech yang terdaftar saja, namun juga harus bersikap pada korban fintech yang tidak terdaftar di OJK.

Hal ini sesuai dengan OJK memiliki tanggung jawab sesuai dengan Pasal 6 Undang-undang Nomor 21 tahun 2011 tentang OJK.

Dalam aturan tersebut, OJK bertanggung jawab terhadap seluruh layanan jasa keuangan, namun dalam pertemuan tersebut OJK tidak dapat menegaskan keseragaman sikap ke seluruh penyelenggara aplikasi pinjaman online.

Baca Juga: Pemuda Amuntai Kedapatan Jual Satwa Dilindungi via Online

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Asuransi Barang Milik Negara, Peluang Industri Syariah
Rupiah

Ekbis

Suku Bunga Acuan BI Turun, Rupiah Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Siasat Pelindo III Antisipasi Kenaikan Arus Peti Kemas
apahabar.com

Ekbis

Tarif Batas Atas Pesawat Turun, Mengapa?
apahabar.com

Ekbis

RUPS 2020, XL Axiata Sepakat Bagi Deviden Serta Perubahan Susunan Direksi dan Dewan Komisaris
apahabar.com

Ekbis

Omnibus Law, Jubir Jokowi Pede Kerek Ekonomi ke 6%
apahabar.com

Ekbis

Natal dan Tahun Baru: Kiat BI Jaga Inflasi Kalimantan Selatan Aman Terkendali
apahabar.com

Ekbis

Erick Sebut dari 142 BUMN, Hanya 15 yang Berkontribusi Besar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com