Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

TKN Jokowi Sebut Golput Bagian dari Demokrasi

- Apahabar.com Senin, 25 Februari 2019 - 12:00 WIB

TKN Jokowi Sebut Golput Bagian dari Demokrasi

Ilustrasi memilih saat Pemilu. Foto-TimesIndonesia

apahabar.com, JAKARTA – Masyarakat golongan putih (golput) selalu menghantui setiap Pemilu. Begitu juga pada pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memprediksi 30 persen masyarakat tidak memilih dengan berbagai macam alasan.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ahmad Rofiq tak mempermasalahkan fenomena tingginya angka golput. Walau demikian pihaknya terus berupaya melakukan kampanye agar semakin sedikit masyarakat golput.

“Jadi, mereka (masyarakat golput) diberikan pemahaman-pemahaman terkait tentang pentingnya memilih, menentukan masa depan Indonesia, dan mereka juga diedukasi seberapa penting mereka harus terlibat dalam menyukseskan Pemilu 2019 ini,” tuturnya seperti dilansir okezone.

Meski telah dilakukan berbagai sosialisasi, dirinya tidak menjamin 100 persen masyarakat berpartisipasi pada Pemilu 2019. Sebab menurutnya, golput bagian dari demokrasi.

“Kita telah berusaha, tetapi kan untuk menjanjikan 100 persen pemilih itu susah. Tapi soal golput itu kan juga memberikan kebebasan, dan itu bagian dari demokrasi. Kita juga tidak bisa memaksakan,” ujar Rofiq.

Baca Juga: Akbar Tandjung Optimis Golkar Akan Bangkit di Pemilu Nanti

Sebelumnya peneliti LSI, Adjie Al Farabi mengatakan, mayoritas masyarakat memilih golput karena alasan teknis atau administratif, di samping pertimbangan ideologis.

“Golput itu banyak alasan, ada yang karena alasan politis atau alasan yang ideologis, tapi itu mungkin hanya di bawah 10 persen. Tapi majority mereka yang golput itu sebetulnya karena alasan yang sifatnya teknis dan administratif,” kata Adjie Al Farabi dalam diskusi.

Berdasarkan hasil penelitian LSI, mayoritas masyarakat yang golput karena alasan pindah KTP atau pindah daerah pemilihan (dapil). Hal itu membuat mereka enggan mengurus kelengkapan administratif sebagai persyaratan mencoblos di tempat baru.

Baca Juga: Kalsel Bersih Koruptor Masuk Daftar Caleg

Editor: syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar,com

Politik

Setelah NasDem, Denny Indrayana Mendaftarkan Diri Bacalon Gubernur Kalsel ke Demokrat
apahabar.com

Politik

Mulai Tancap Gas di Pilkada Tanbu, Alpiya Rakhman Bangun Komunikasi dengan Kader Gerindra
apahabar.com

Politik

Pendaftaran Ditutup, 8 Kandidat di Pilwali Banjarmasin Incar Suara Golkar
apahabar.com

Politik

Kunjungi Lokasi Budidaya Jamur Tiram, Syafruddin H Maming Siapkan Program Khusus
apahabar.com

Politik

Materi Kampanye Tersebar, Sosok Pendamping Denny Indrayana Menguat
apahabar.com

Politik

Jelang Pilgub Kalsel, Golkar Makin Mesra dengan Nasdem
DPD Kalteng Dukung AHY Jadi Ketua Umum Demokrat

Politik

DPD Kalteng Dukung AHY Jadi Ketua Umum Demokrat
apahabar.com

Politik

Bukti Cinta Masyarakat Balangan, Paslon ANIS Terus Dikunjungi Pendukung dari Penjuru Kecamatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com