Target 1 Juta Barel, Pemerintah Siap Danai Penuh Survei Seismik 3D Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

TKN Klaim Jokowi Menang Telak, BPN Prabowo Protes

- Apahabar.com Selasa, 19 Februari 2019 - 11:15 WIB

TKN Klaim Jokowi Menang Telak, BPN Prabowo Protes

Ilustrasi debat capres. Foto-apahabar.com

Jokowi disarankan klarifikasi data salah

Anggota DPD RI Fahira Idris menyarankan agar Presiden segera mengklarifikasi hal tersebut sehingga masyarakat dibuat jelas dan tidak termakan isu negatif.

“Harus diingat selain sebagai capres, Pak Jokowi itu adalah seorang Presiden di mana semua informasi yang beliau keluarkan harus akurat. Apalagi ini soal capaian, kinerja dan kondisi Indonesia,” kata Fahira dalam siaran pers dikutip dari republika, Senin (18/2).

Juga, jelas Fahira, agar tidak membingungkan publik dan masyarakat tercerahkan apabila Presiden mau membuat klarifikasinya. Klarifikasi diperlukan agar berbagai data dan fakta yang keluar saat debat tidak menjadi kontroversi atau isu yang tidak sehat di publik.

Menurut Fahira, dalam mengelola sebuah negara, data bukan sekadar deretan angka, tetapi adalah dasar dalam perencanaan pembangunan. Penggunaan data yang akurat menjadi prasyarat keberhasilan program pembangunan nasional.

Fahira mencontohkan perbedaan data yang sangat signifikan terkait impor jagung antara yang disampaikan Jokowi dan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018. Perbedaan data seperti ini jika tidak diklarifikasi, lanjut Fahira, tentunya akan menyusahkan perencanaan pembangunan pertanian khususnya jagung.

“Sama halnya seperti klaim bahwa dalam tiga tahun terakhir tidak terjadi kebakaran lahan hutan dan lahan gambut, padahal data resmi dari KLH sejak 2016 masih terjadi kebakaran,” kata dia seperti dikutip dari Republika.

Selain itu, klaim Jokowi yang menyatakan bahwa tidak ada konflik agraria atau pembebasan lahan untuk infrastruktur juga patut diklarifikasi. Karena fakta di lapangan berkata lain.

Konflik agraria terkait infrastruktur masih terjadi dan diliput luas semua media massa dan diperkuat oleh data dari organisasi yang concern terhadap pembaruan agraria. Bahkan data jumlah konfliknya cukup signifikan.

Baca Juga: Begini Alasan TKD Kalsel Gelar Nobar Debat Pilpres Putaran Kedua

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Duh, Kotabaru Daerah Paling Rawan Pemilu di Kalsel
apahabar.com

Politik

Pasangan Martinus-Jaya Jalani Tes Kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Ini Alasan KPU Kalsel, Sasar Pemilih Perempuan
apahabar.com

Politik

Pesimis Lolos Senayan, Rusian: Target Demokrat Finish Lima Besar
apahabar.com

Politik

Positif Covid-19, Putra Mantan Gubernur Kalsel Tak Temani Wartono Daftar ke KPU Banjarbaru
apahabar.com

Politik

‘Pengobatan Gratis’ Sudian Noor yang Politis Disorot Pengamat
apahabar.com

Politik

Bukan Paman Birin, PPP Jagokan Denny-Difri di Pilgub Kalsel
apahabar.com

Politik

Dibilang Tak Bisa Bersaing, Andin Tepis Keraguan di Pilbup Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com