Ingat! Pengendara Mobil Jangan Setop di Zona RHK Traffic Light Banjarmasin Dijadikan Bukti Denny Indrayana, Begini Penampakan Surat Pernyataan Komisioner KPU Banjar Ingat! Warga Banjarmasin Tolak Vaksin Covid-19 Dapat Denda dan Diputus BPJS Flash Sale UMKM Binaan Adaro, Ratusan Produk Ludes dalam Sekejap Bantahan Pertamina Izin Pangkalan Elpiji di Banjar Butuh Rp50 Juta 

Town Hall Meeting Dinilai Ideal untuk Debat Capres

- Apahabar.com Selasa, 19 Februari 2019 - 08:37 WIB

Town Hall Meeting Dinilai Ideal untuk Debat Capres

Ilustrasi debat capres. Foto-apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Town Hall Meeting kerap digunakan untuk acara pertemuan umum dan bersifat informal, terbuka. Debat Calon Presiden (Capres) pun bisa mengadopsi konsep ini. Dimana masyarakat secara luas bisa langsung bertanya bahkan mengkritik pemaparan visi misi para kandidat.

Pengamat Politik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Pathurrahman Kurnain menyarankan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa mempertimbangkan variasi format debat yang lebih terbuka.

Dengan konsep Town Hall Meeting, kata Pathurrahman, masyarakat bisa bertanya secara langsung terkait tema yang telah ditentukan KPU RI. Dengan tujuan, melihat seberapa dalam pemahaman kandidat terkait problematika yang terjadi di tengah masyarakat.

Baca Juga: Usai Nobar Debat Capres, Tak Mau Golput

Kemudian, mengukur tingkat kemampuan kandidat dalam meyakinkan konstituen dengan gagasan perbaikan serta membangun negeri.

Konsep Town Hall Meeting tidak harus dihadiri timses pendukung masing kandidat. Cukup masyarakat yang  bersentuhan langsung, selaku pelaku yang merasakan dinamika berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia.

Selian itu, menurutnya, KPU tak melulu menyelenggarakan debat Capres di sebuah hotel. Bisa saja diselenggarakan di kampus, karenanya kampus merupakan wadah untuk menguji pemikiran secara sungguh-sungguh.

Sebagai seorang pengamat sekaligus akademisi, ia memberikan apresiasi kepada KPU, lantaran telah mempertimbangkan aspirasi dan kritik untuk perbaikan debat Capres 2019.
“Overall format debat kedua ini lebih baik daripada yang pertama,” terangnya.

Apresiasi tersebut, menurutnya, tak luput dari keberanian KPU meniadakan kisi-kisi dan bocoran pertanyaan. Sehingga jalannya debat jauh lebih hidup dan sangat ekspresif. Jawaban yang dilontarkan kedua kandidat sangat orisinil. Gagasan genuine dari masing-masing kandidat bisa lebih terangkat.

Sayangnya, kata Pathurrahman, masih sering terdengar tepuk tangan atau sorak penonton ketika kandidat berbicara. “Itu cukup menggangu penonton debat maupun peserta debat itu sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga: Tanggapan Walhi Kalsel, Debat Capres 2019 Tak Sentuh Akar Masalah

Reporter: Muhammad Robby
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Secercah Asa Intan, Korban Kebakaran Dua Tahun Silam di Tangan H Rusli-Guru Fadhlan
apahabar.com

Politik

Klaim Sandiaga Dipatahkan TKN Jokowi
apahabar.com

Politik

Kampanye Dimulai, Timses Gusti Iskandar-Iwansyah Gencar Blusukan
apahabar.com

Politik

Dua Kader Golkar ‘Berebut’ Hati Gerindra di Pilgub Kalsel 2020, Julak Abidin Gamang?
apahabar.com

Politik

DPS Pilgub Kalsel 2020 Terjun Bebas Dibandingkan DPT Pileg 2019
apahabar.com

Politik

Hasil Swab Negatif Covid-19, Guru Oton Agendakan Bertemu Warga
apahabar.com

Politik

KPU Jamin Kualitas dan Keamanan Kotak Suara ‘Kardus’
apahabar.com

Politik

LIPI: Isu Tenaga Asing Tak Akan Dibahas Mendalam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com