Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung

Town Hall Meeting Dinilai Ideal untuk Debat Capres

- Apahabar.com Selasa, 19 Februari 2019 - 08:37 WIB

Town Hall Meeting Dinilai Ideal untuk Debat Capres

Ilustrasi debat capres. Foto-apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Town Hall Meeting kerap digunakan untuk acara pertemuan umum dan bersifat informal, terbuka. Debat Calon Presiden (Capres) pun bisa mengadopsi konsep ini. Dimana masyarakat secara luas bisa langsung bertanya bahkan mengkritik pemaparan visi misi para kandidat.

Pengamat Politik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Pathurrahman Kurnain menyarankan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa mempertimbangkan variasi format debat yang lebih terbuka.

Dengan konsep Town Hall Meeting, kata Pathurrahman, masyarakat bisa bertanya secara langsung terkait tema yang telah ditentukan KPU RI. Dengan tujuan, melihat seberapa dalam pemahaman kandidat terkait problematika yang terjadi di tengah masyarakat.

Baca Juga: Usai Nobar Debat Capres, Tak Mau Golput

Kemudian, mengukur tingkat kemampuan kandidat dalam meyakinkan konstituen dengan gagasan perbaikan serta membangun negeri.

Konsep Town Hall Meeting tidak harus dihadiri timses pendukung masing kandidat. Cukup masyarakat yang  bersentuhan langsung, selaku pelaku yang merasakan dinamika berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia.

Selian itu, menurutnya, KPU tak melulu menyelenggarakan debat Capres di sebuah hotel. Bisa saja diselenggarakan di kampus, karenanya kampus merupakan wadah untuk menguji pemikiran secara sungguh-sungguh.

Sebagai seorang pengamat sekaligus akademisi, ia memberikan apresiasi kepada KPU, lantaran telah mempertimbangkan aspirasi dan kritik untuk perbaikan debat Capres 2019.
“Overall format debat kedua ini lebih baik daripada yang pertama,” terangnya.

Apresiasi tersebut, menurutnya, tak luput dari keberanian KPU meniadakan kisi-kisi dan bocoran pertanyaan. Sehingga jalannya debat jauh lebih hidup dan sangat ekspresif. Jawaban yang dilontarkan kedua kandidat sangat orisinil. Gagasan genuine dari masing-masing kandidat bisa lebih terangkat.

Sayangnya, kata Pathurrahman, masih sering terdengar tepuk tangan atau sorak penonton ketika kandidat berbicara. “Itu cukup menggangu penonton debat maupun peserta debat itu sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga: Tanggapan Walhi Kalsel, Debat Capres 2019 Tak Sentuh Akar Masalah

Reporter: Muhammad Robby
Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Tiga Nama Lamar PDIP HST, Berry Tilik Peluang Koalisi
apahabar.com

Politik

Maju di Pilkada Kotabaru, Zairullah Juga Akui Kantongi Restu di Luar Partai
apahabar.com

Politik

Bakal Calon Wakil Bupati Tanbu Positif Covid-19, Zainal Arifin Mohon Doa Masyarakat
apahabar.com

Politik

Denny JA Bantah Bekerja untuk Jokowi, Simak Pernyataannya
apahabar.com

Politik

Pengamat: Demokrat Kian Gamang!
apahabar.com

Politik

Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin, Yenny Wahid Ungkap Alasannya
apahabar.com

Politik

Sah! Gelora Indonesia Resmi Berbadan Hukum Partai Politik
apahabar.com

Politik

Pilih Denny Ketimbang Paman, PPP Kalsel: Dulu dan Sekarang Beda!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com