Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Video: Ribuan Keluarga di Papua Terdampak Banjir dan Longsor

- Apahabar.com Sabtu, 23 Februari 2019 - 21:44 WIB

apahabar.com, JAYAPURA – Ribuan warga Kota Jayapura, Papua terdampak banjir dan longsor.

Musibah melanda setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (22/2) pukul 22.00 WIT hingga Sabtu (23/2) pukul 05.00 WIT.

“Banjir landa Kota Jayapura Papua menyebabkan 3 distrik terendam banjir dan 1.300 KK terdampak. Tidak ada korban jiwa. Evakuasi, distribusi bantuan disalurkan, dan penanganan darurat dilakukan oleh tim SAR gabungan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dikutip dalam twitter terverifikasi miliknya.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, BPBD Kalsel Siaga Banjir

Tiga distrik itu yakni Distrik Abepura meliputi Pasar Yatefa, Komplek Organda, Komplek Puskopad Furia, Kotaraja Dalam, Komplek Otonom Kotaraja.

Sementara, dilansir Detikcom, di Distrik Heram meliputi Perumnas IV dan Komplek Organda.

Sedangkan di Distrik Jayapura Selatan bencana meliputi Komplek SMU 4, Komplek Thomas, Komplek PTC Entrop, Komplek Hamadi.

“Ketinggian banjir bervariasi antara 0.5-1,5 meter,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/2/2019).

Sementara, dipastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Sementara kerusakan akibat banjir dan longsor tersebut masih dalam pendataan.

“Warga terdampak sebanyak 1.300 KK,” katanya.

Pemerintah daerah termasuk BPBD Kota Jayapura bersama TNI dan Polri sudah ‘turun gunung’ melakukan evakuasi warga. Sebanyak 5 perahu karet disiagakan untuk proses evakuasi.

Pelayanan kebutuhan makan dan kesehatan di 4 titik pos lapangan dan pengungsian yaitu, di Poskopad Furia, Komplek Pasar Yatefa, Komplek Organda dan SMU 4 telah berjalan.

Wali Kota Jayapura telah meninjau lokasi terdampak. Meski demikian, Pemkot Jayapura tak menetapkan status Tanggap Darurat.

“Karena saat ini status daruratnya masih transisi darurat ke pemulihan sejak  8 Januari 2019 sampai dengan 8 April 2019,” katanya.

Sutopo menambahkan, Tim Reaksi Cepat BNPB telah berada di Jayapura untuk melakukan pendampingan dan penanganan darurat. BNPB juga memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 250 juta kepada Wali Kota Jayapura.

Sementara itu, Pemprov Papua juga telah memberikan dukungan personel dan logistik ke lokasi bencana.

“Kondisi terkini sebagian besar banjir telah surut, tinggal 2 lokasi di Pasar Yatefa dan Komplek Organda,” kata Sutopo.

“Kondisi warga aman terkendali,” imbuhnya.

Baca Juga: Perjuangan Aji dan Elna Menikah Saat Banjir Melanda Kabupaten Barut

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

UU Cipta Kerja Disahkan, Simak Ketentuan Upah Minimum Bagi Pekerja
apahabar.com

Nasional

Tingkat Kepatuhan Tinggi, Pemkab Tanbu Diganjar Penghargaan dari Ombudsman RI
apahabar.com

Nasional

Pendaki asal Sulawesi Tewas di Gunung Sumbing, Simak Kronologisnya
apahabar.com

Nasional

Naik Pinisi, Jokowi Tinjau Wisata Bahari di Labuan Bajo
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Panglima-Kapolri Cek Penembakan 31 Pekerja Trans Papua
apahabar,com

Nasional

Megawati Minta Penyebar Kebencian Menemuinya
apahabar.com

Nasional

8.000 Orang Diprediksi Hadir pada Misa Natal di Gereja Katedral
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Siap Wujudkan Harapan Presiden Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com