Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Kalsel

Senin, 11 Februari 2019 - 10:08 WIB

WALHI Kalsel Sesalkan Pencoretan Pohon Ulin sebagai Flora Dilindungi

Redaksi - Apahabar.com

Pohon Ulin. Foto-Wiranurmansyah.com

Pohon Ulin. Foto-Wiranurmansyah.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan (Kalsel) sangat menyesalkan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia yang mencoret pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) sebagai flora yang dilindungi.

“Kita sangat menyesalkan kebijakan tersebut. Kalau tidak diatur, maka pohon Ulin akan punah,” ucap Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyo kepada apahabar.com, Senin (11/2/2019)

Menurut Kis, semestinya sebelum dicoret sebagai flora yang dilindungi, pemerintah harus melakukan kajian secara komprehensif terlebih dahulu. Secara regulasi harus ada aturan tata kelola untuk menahan laju kepunahan pohon Ulin.

“Kebijakan yang dihasilkan harus berpijak terhadap kebutuhan bangunan lokal, kelestarian lingkungan agar pohon ulin tak punah,” tegasnya.

Lebih-lebih, melihat kondisi sebaran biasa disebut kayu besi itu saat ini, sehingga perlu adanya moratorium untuk penebangan pohon ulin dari alam secara berlebihan.

Baca juga :  Hujan Disertai Petir Diprakirakan Bakal Guyur 4 Daerah Kalsel

Selain itu, perlu keseriusan dari pemerintah untuk melakukan budidaya ulin.

“Dengan tujuan agar pohon ulin bisa terjaga dari tangan-tangan rakus dan serakah,” cetusnya.

Sebelumnya, penghapusan pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) tersebut dituangkan melalui PermenLHK Nomor 106/2018 perubahan atas PermenLHK Nomor 20/3018 tentang Penghapusan 92 Satwa khusus burung berkicau dan 106 flora khusus untuk 10 jenis tumbuhan.

Selain menghapus pohon ulin (Eusideroxylon zwageri), MenLHK juga mencoret Agathis borneensis damar pilau (Endangered, Endemic Borneo) dan Upuna borneensis upan (Endangered, Endemic Borneo).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Warsita mengungkapkan, pihaknya akan melakukan inventarisasi pohon Ulin di Kalsel. Inventarisir dilakukan baik di Hutan Lindung (HL) maupun area penggunaan lain (APL). Dengan tujuan melaksanakan program budidaya pohon ulin.

Baca juga :  Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi

“Kita inventarisir dulu. Kita tunjuk sebagai sumber benih, kemudian baru kita budidayakan di persemaian milik UPT BPTH dan KPH,” terangnya.

Meskipun dicoret sebagai flora yang dilindungi, pohon ulin tetap termasuk tanaman endemik di Kalimantan Selatan yang harus dibudidayakan. Menurutnya, peredaran ulin di Kalsel kebanyakan dari Kalimantan Timur (Kaltim).

“Endemik, langka dan harus dibudidayakan. Termasuk Meranti,” pungkasnya.

Baca Juga: Dicoret dari Flora Dilindungi, BKSDA Kalsel: Pohon Ulin Seharusnya Segera Dibudidayakan

Baca Juga: Dicoret Sebagai Flora Dilindungi, Ulin Terancam Bebas Diperjualbelikan di Kalsel

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Deretan Relawan BPK Sambut Kedatangan Jenazah Guru Zuhdi di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Aktivitas Belajar TPA Ar-Rahman di Tapin Hanya Mengandalkan Swadaya Warga
apahabar.com

Kalsel

Sibernet Kalsel Ulurkan Bantuan Terhadap Korban Kebakaran di Pulau Sebuku

Kalsel

Mimpi Sungai Terindah Ditampar Kenyataan; Sungai di Sisi Balai Kota Kotor dan Memprihatinkan
apahabar.com

Kalsel

Cerita Dua Prajurit TNI Bangun Ulang Jembatan di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Gagal Nanjak, Truk Pengangkut Ikan Asin di Kotabaru Terguling
apahabar.com

Kalsel

Disdik: Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah Reguler
apahabar.com

Kalsel

YLKI Kritik Pengelolaan Sampah Plastik di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com