Puluhan Personel Polda Kalsel Amankan Distribusi Vaksin ke Setiap Daerah Kadinkes Banjarmasin Covid-19, Sekretaris Gantikan Lurah Pemurus BREAKING NEWS! Calon Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Meninggal Terpapar Covid-19 Akhirnya, 2BHD Beber Pelanggaran TSM Pilbup Kotabaru dalam Sidang MK Di Tengah Kondisi Banjir, Pemprov Kalsel Tak Tunda Vaksinasi Tahap 2

Warna Merah Identik dengan Perayaan Tahun Baru Imlek, Mengapa?

- Apahabar.com Selasa, 5 Februari 2019 - 10:57 WIB

Warna Merah Identik dengan Perayaan Tahun Baru Imlek, Mengapa?

Sejumah orang memakai kostum era Dinasti Qing (1636-1912) saat melaksanakan ritual pengucapan syukur kepada Bumi. Foto-EPA

apahabar.com, JAKARTA – Pemilihan warna merah bukanlah tanpa sebab. Berdasarkan kepercayaan etnis Tionghoa, merah identik dengan keberuntungan.

Pakar fengshui, Suhu Yo, dilansir oleh detik.com, mengungkapkan baju warna merah menjadi salah satu perlengkapan wajib saat Tahun Baru Imlek.

“Warna merah itu warna yang menggambarkan kegembiraan,” ujar Suhu Yo kepada Wolipop baru-baru ini.

Dia juga menambahkan, menggunakan baju warna merah menyimbolkan kehidupan manusia seperti kembali baru. Hal serupa juga disampaikan Rizky Wardhani, dosen bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.

“Warna merah bagi orang Tionghoa melambangkan keberuntungan sekaligus lambang kehidupan,” Rizky seperti dikutip detik.com, dari CNNIndonesia.com.

Baca Juga: Pastikan Aman, Kapolresta Banjarmasin Tinjau 3 Tempat Ibadah Konghucu di Malam Imlek

Pemilihan warna merah pada saat Tahun Baru Imlek ini sudah terjadi selama lebih dari 2.000 tahun. Dalam tradisi Tiongkok, terdapat lima elemen penting, yakni air, api, kayu, logam, dan tanah.

Sesuai dengan urutan, warna yang mewakili kelima elemen tersebut secara berurutan adalah, hitam, merah, biru-hijau, dan kuning. Orang Tiongkok kuno punya keyakinan bahwa lima elemen tersebut yang membuat segala sesuatu di alam raya.

Tirto.id menyebut, legenda warna merah dimulai dengan Nian, binatang buas yang akan meneror penduduk desa di tahun baru. Binatang ini memakan tanaman, ternak, dan bahkan anak-anak.

Tetapi penduduk desa mengetahui bahwa binatang setengah banteng dengan kepala singa ini takut akan tiga hal; api, kebisingan, dan merah

Baca Juga: Pengamanan Imlek 2019: Dua Anjing Pelacak Diterjunkan di Banjarmasin

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kanker

Nasional

Awas, Penggunaan Berulang Minyak Jelantah Dapat Memicu Kanker
apahabar.com

Nasional

Jokowi Hargai Prabowo Gugat Hasil Pemilu ke MK
apahabar.com

Nasional

Cara Media Asing Beritakan Tsunami Selat Sunda

Nasional

Industri Gim Indonesia Jauh Tertinggal dari China
apahabar.com

Nasional

Susi Pudjiastuti: Edhy Prabowo Sudah Kenal KKP
apahabar.com

Nasional

Fenomena Kematian Massal Ikan di Ambon Terkait Gempa? P2LD: Perlu Penelitian
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Siapkan 12 Ribu Personel, Amankan Aksi 1310 di Jakarta
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sapa Warga Palangkaraya dan Kupang, Prabowo ke Yogyakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com