Ansharuddin Curhat, Eh Wabup Balangan Maradang INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama

1.524.104 Siswa SMK Ikuti Ujian Nasional Hari Pertama

- Apahabar.com Senin, 25 Maret 2019 - 13:22 WIB

1.524.104 Siswa SMK Ikuti Ujian Nasional Hari Pertama

Ujian nasional berbasis komputer. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) resmi digelar hari ini, Senin (25/3/2019) hingga 28 Maret yang diikuti 1.524. 104 siswa.

Dengan rincian, 1.516.009 (99,5 persen) menjalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sedangkan 8.095 (0,5%) siswa lainnya menjalankan UN Pensil Kertas (UNPK).

Dilansir Antara, UN untuk tingkat SMK mengujikan empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika , Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Bahrun, mengatakan sejauh ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan UN.

Baca Juga: The NextDev Ajak Milenial Kembangkan Bisnis Berdampak Sosial Positif

“Sejauh ini, pelaksanaan UN berjalan lancar. Sebanyak 99,5 persen sudah SMK,” kata dia.

Terdapat tujuh provinsi yang siap menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan atau 100 persen untuk semua jenjang pendidikan, baik formal maupun nonformal, yaitu Provinsi Aceh, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

Pada tahun ini, terdapat angket yang diberikan pada hari terakhir ujian. Dengan angket itu diharapkan mendapatkan analisis yang lebih komperehensif mengenai kondisi siswa, melalui aspek nonkognitif dengan capaian hasil UN.

Terdapat lima jenis angket siswa. Setiap siswa hanya mengerjakan satu jenis angket. Angket tersebut dikerjakan siswa setelah selesai melaksanakan UN.

Sementara itu, dikutip dari Suara Pembaharuan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengajak siswa untuk jujur dalam mengerjakan UN. Pasalnya, UN atau evaluasi bagi anak didik adalah bagian dari pendidikan.

“Hasil UN harus dijadikan evaluasi perserta didik sebagai cermin yang memberi gambaran apa adanya bukan cermin yang membuat kita terlihat baik dari keadaan yang sebenarnya. Maka hindari segala macam upaya yang mengarah pada ketidakjujuran itu jelas mengingkari hakeket pendidikan,”kata mantan rektor Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Baca Juga: Kasus Suap Romi, KPK Periksa Tokoh PPP Jawa Timur Kiai Asep Saifuddin Chalim

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dalam 24 Jam Brazil Catat 16.324 Kasus Baru Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Pastikan Seluruh Harga Bahan Pokok Terjangkau
apahabar.com

Nasional

Jagawana Bersama Harimau Terperangkap Jerat Pemburu di Riau
apahabar.com

Nasional

BNPB Gunakan “Drone” Pantau Dampak Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

Jokowi Targetkan Peremajaan Kebun Sawit 500.000 Hektare
apahabar.com

Nasional

KPU: 7.106 Pemilih Difabel Di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Nasional

Sepekan Penerapan PSBB di Jakarta, Kasus Harian Covid-19 di Atas 1.000
apahabar.com

Nasional

Tolak Beri Izin Demo Buruh di Jakarta, Ini Alasan Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com