BBM Langka, Kapolres Tabalong Ingatkan Warga Tidak Menimbun Pengungsi Sempat Reaktif, BBPPKS Kalimantan Sediakan Ruang Isolasi Pria Paruh Baya di Balikpapan Ditemukan Tewas Tergantung Pascabanjir HST, Tumpukan Sampah di Kota Barabai Capai 2.000 Rit Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Debu Vulkanik Setinggi 500 Meter

1,81 Juta Hektare Hutan Mangrove di Indonesia Rusak

- Apahabar.com Senin, 11 Maret 2019 - 20:28 WIB

1,81 Juta Hektare Hutan Mangrove di Indonesia Rusak

3 ribu pohon mangrove ditanam dalam Gerakan Nasional Aksi Tanam Mangrove di Kabupaten Tanbu. Sumber foto-MC Tanbu

apahabar.com, BATULICIN – Kondisi hutan mangrove di Indonesia masuk kategori memprihatinkan.

Saat ini, ada 1,81 juta hektare dari total 3,48 hutan mangrove yang rusak.

Hal tersebut dinilai berdampak pada hilangnya kemampuan menyerap 190 juta ton CO2 tiap tahunnya.

“Kerusakan mangrove juga berdampak pada meningkatnya kerentanan terhadap abrasi serta bencana gelombang laut atau tsunami,” ujar Tri Suswati Tito Karnavian, saat menghadiri Gerakan Nasional Aksi Tanam Mangrove di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Senin, (11/3).

Baca Juga: Walhi Belum Yakin, Pemkab HST Takut Dipelintir

Gerakan Nasional Aksi Tanam Mangrove merupakan sebuah gerakan peduli lingkungan yang digagas oleh Iriana Joko Widodo melalui Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja di 9 Provinsi. Di Kalsel, gerakan itu dipusatkan di Kabupaten Tanbu.

Gerakan Nasional Aksi Tanam Mangrove, kata Tri Suswati, dilakukan untuk menyelamatkan ekosistem hutan mangrove yang sangat sangat bermanfaat bagi lingkungan kehidupan manusia.

Manfaat mangrove meliputi, pencegahan bencana abrasi, intrusi air laut, sarana penelitian dan pendidikan, penyimpan karbon, wisata alam, tempat pemijahan aneka biota laut dan perlindungan garis pantai dari tsunami.

Ia mengatakan, gerakan tanam mangrove serentak beranjak dari keprihatinan atas kondisi ekosistem mangrove di Indonesia yang memerlukan perhatian serta uluran tangan semua pihak, baik dari pemerintah, TNI-Polri, BUMN dan kaum perempuan.

Saat itu, ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyadari pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove dan hutan pantai serta memulihkan ekosistem mangrove yang kondisinya rusak melalui upaya rehabilitasi.

Selain dihadiri istri kapolri, kegiatan itu juga dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri, Yasmin AM. Fachir, yang turut serta melaksanakan penanaman 3 ribu batang mangrove hasil sumbangan PT Enam Sembilan.

Penanaman dilakukan di kawasan Pelabuhan ASDP Kelurahan Batulicin. Kegiatan tanam mangrove melibatkan personil dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, TNI-Polri dan ASN Tanbu.

Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu, Hj Sadariah Sudian Noor, menilai aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama sebagai komitmen gerakan perempuan Indonesia untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, terutama di kawasan hutan pantai.

Baca Juga: Clear, Polemik Amdal PT AGM Pemprov Sebut Kesalahan Pemrakarsa

Reporter: Puja Mandela
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Expo Ajang Memperkenalkan Wisata dan Budaya Banjar
apahabar.com

Kalsel

Tabalong Mulai Tes Swab Ratusan Spesimen, Termasuk Pegawai Kantoran?
Banjir

Kalsel

Polres Tanbu Kirim Bantuan Banjir ke Tala
apahabar.com

Kalsel

Optimalkan Layanan Kesehatan, Polda Kalsel Bersinergi Dengan BPJS
apahabar.com

Kalsel

Disahkan DPRD, APBD Kalsel 2020 Rp6,9 Triliun
apahabar.com

Kalsel

Terima Kunjungan Ketua PTUN Banjarmasin, Kapolresta Banjarmasin: Siap Bersinergi
apahabar.com

Kalsel

Cabai Rawit Hiyung Tapin Bakal Dipamerkan di Rakernas PDIP
apahabar.com

Kalsel

Aksi 3 Pilar Tapin Utara, Ajak Budayakan Pakai Masker
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com