4 Kecamatan di Banjarmasin Terendam Rob, Ketinggian 60 Cm Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok Sidang Kasus Korupsi HSU, KPK Hadirkan Sekda Adik Bupati Curi Susu Demi Keponakan, Perkara Remaja Banjarmasin Dihentikan Lewat Restorasi Justice Fakta Baru Pembacokan di SPBU Banjar, Tak Ada Duit yang Hilang

3 Maret, Penumpang Dilarang di Atas Kelotok

apahabar.com, BANJARMASIN – Destinasi wisata Sungai Martapura Banjarmasin sudah menjadi ikon daerah. Dipastikan untuk beberapa hari
- Apahabar.com     Sabtu, 2 Maret 2019 - 10:54 WITA

3 Maret, Penumpang Dilarang di Atas Kelotok

Kelotok wisata tak diperkenankan lagi memuat penumpang di atas. Foto-Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Destinasi wisata Sungai Martapura Banjarmasin sudah menjadi ikon daerah. Dipastikan untuk beberapa hari lagi bakal berbeda.

Sebab Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin melalui surat nomor 551.43/299/Dishub/2019 memperingatkan kepada juragan kelotok untuk tidak memperbolehkan penumpangnya berada di atas atap kapal mesin itu.

“Iya benar, surat itu kami keluarkan untuk keselamatan penumpang juga. Makanya kami mengimbau juragan kelotok untuk melarang penumpangnya naik ke atas,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik kepada apahabar.com, Sabtu (2/3/2019).

Baca Juga: Pelanggaran APK Marak Lagi, Bawaslu Siap Beraksi

Kebijakan tersebut terbit ada setelah Peraturan Walikota Nomor 77 Tahun 2016 tentang tugas pokok, fungsi dan tata kerja Dinas Perhubungan. Hal itu juga mengacu pada Undang Undang Nomor 17 Tahun 2018 tentang keselamatan pelayaran penumpang terhitung, Minggu (3/2/2019).

Bahkan apabila tak menghiraukan peringatan tersebut, Ichwan akan melakukan tindakan tegas untuk juragan kelotok yang bandel.

Langkah itu berupa larangan untuk kelotok, agar tidak bisa beroperasi lagi dengan membawa penumpang untuk wisata susur Sungai Martapura.

“Bagi juragan yang masih menaikkan penumpang diatas atap kelotok saat berlayar. Maka kami akan mengiring kembali ke dermaga untuk ditandai dengan cat semprot sehingga tidak bisa beroperasi lagi,” tegasnya.

Namun tujuan dari larangan naik keatas atap kelotok itu hanya ditujukan ke pedagang kelotok di Siring Piere Tendean dan Menara Pandang.

Baca Juga: Pemkab HST Jamin Masyarakat Bebas dari Intervensi Perusahaan Pertambangan

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Momen Hari Anak Nasional, Hj. Sadariah Kunjungi SLBN Tanah Bumbu
Warga Alalak

Banjarmasin

Dear Pemkot Banjarmasin, Warga Alalak Selatan Perlu Dapur Umum
apahabar.com

Kalsel

Menunggu dari Pagi, Ratusan Pelajar Kecewa Tak Sempat Disalami Jokowi
apahabar.com

Kalsel

Update Kondisi Pengidap Covid-19 di Kalsel 6 April, Simak Rinciannya
apahabar.com

Kalsel

Sampai Detik Ini, Nadalsyah Bupati Barito Utara Masih Dirawat di RS Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Keuangan RSUD Ulin ‘Di Ujung Tanduk’, Memelas BPJS Kesehatan Bayar Tunggakan
apahabar.com

Kalsel

Alasan Pembakal Isah Tutup Jalan Sungai Puting Tapin
apahabar.com

Kalsel

Banjir Mulai Surut, Gubernur Kalsel Datang Naik Trail
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com