Kecelakaan di Tabalong, Pengemudi Terios Meninggal Dunia Jubir Covid-19 Banjarmasin Tak Kebal Corona, Wali Kota Beber Faktanya Kalsel Hujan hingga Lusa, Tanbu-Kotabaru Kudu Waspada! Positif Covid-19 Usai Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Langsung Dirawat Intensif Gugatan 2BHD Diterima, Berikut Jadwal Sidang Sengketa Pilbup Kotabaru di MK

87 Mortir Ditemukan di Bandung, Diduga Peninggalan PD II Berdaya Ledak 30 Meter

- Apahabar.com Rabu, 6 Maret 2019 - 01:08 WIB

87 Mortir Ditemukan di Bandung, Diduga Peninggalan PD II Berdaya Ledak 30 Meter

Mortir yang ditemukan di Dago, Bandung. Foto-pikiranrakyat.com

apahabar.com, BANDUNG – Sedikitnya 87 mortir ditemukan di di bawah tanah sebuah rumah Gang Cinta Wangi, Kelurahan Dago, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/3). Sebagian masih utuh saat ditemukan.

Komandan Distrik Militer 0618/BS Letkol Inf M Herry Subagyo mengatakan hingga Selasa malam pukul 20.50 WIB sudah ditemukan 87 mortir dengan kondisi yang bervariasi.

Baca Juga: PGI : Istilah ‘Kafir’ Ganggu Persaudaraan

Ada yang masih utuh dan ada juga yang sudah rusak. Dari ukurannya mortir tersebut berjenis kaliber 80. Kekuatan daya ledak mortir itu pun cukup mematikan.

“Jenis ini cukup berbahaya jika digunakan, karena memiliki daya ledak hingga 20-30 meter,” ucap Herry dikutip dari PikiranRakyat.com. Setelah melihat kondisi dan modelnya, dia mengatakan mortir tersebut adalah model lama.

“Ada yang sudah mulai bagian-bagian rapuh berkarat. Kita duga sementara ini mengacu dari beberapa temuan di beberapa wilayah, dengan tipenya sama, kemungkinan ini bekas peninggalan Perang Dunia II,” kata Herry dikutip dari Antara.

Dia menuturkan penemuan tersebut berawal dari tukang bangunan akan membangun pondasi untuk atap garasi di rumah tersebut.

Selanjutnya berdasarkan informasi pemilik rumah Kevin Permana (27), Herry mengatakan dulu orang tua pemilik rumah tersebut adalah tentara pejuang revolusi.

“Terakhir beliau pangkatnya kopral, bagian kurir logistik. Pangkat kopral setelah pensiun kemudian profesi di bidang tekstil. Bangunan ini dibangun tahun 1938, tahun 1950 dibeli, tahun 1970 yang punya rumah mulai tinggal di sini,” terang Herry.

Dia juga akan memastikan tingkat keaktifan mortir tersebut, mengingat barang temuan tersebut memiliki daya ledak tinggi.

“Kami akan amankan di gudang milik kodam di Banjaran, lalu kita bersihkan. Nanti setelah itu akan kita teliti lebih lanjut. Untuk memastikan dan meyakinkan apakah granat ini masih aktif,” katanya pula.

Lebih lanjut, Herry mengatakan proses pencarian mortir akan kembali dilakukan hari ini, mengingat ada kemungkinan masih ada mortir tersimpan di sejumlah titik rumah dan wilayah tersebut.

“Mungkin besok (hari ini, red) kita akan pakai alat detektor logam agar bisa tahu kemungkinan masih ada tidaknya di dalam kedalaman satu meter, dimungkinkan ada beberapa lapis lagi,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Baku Tembak

Nasional

Masih Berlangsung, Baku Tembak Antara TNI dan Kelompok Separatis di Papua
apahabar.com

Nasional

Korban Meninggal Tsunami Lampung Selatan Capai 48 Orang
apahabar.com

Nasional

Jelang Debat Keempat, Pengamanan Diperketat
apahabar.com

Nasional

Yuliandre, Komisioner KPI Pusat Masuk Bursa Menteri Milenial
apahabar.com

Nasional

Lewat Peran Baru, Aktor Bio One Ingin Ubah Imej
apahabar.com

Nasional

Sidang Kasus Limpasu HST, Ortu Korban Ingin Terdakwa Dikebiri!
Pulang dari China, Lima Warga AS Terinfeksi Corona

Nasional

Pulang dari China, Lima Warga AS Terinfeksi Corona
Natal dan Tahun Baru

Nasional

Pandemi Belum Usai, Pemerintah Daerah Diminta Bersiap Hadapi Perayaan Natal dan Tahun Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com