Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Alasan BI Sarankan Masyarakat Kalsel Beralih ke Daging Beku

- Apahabar.com Selasa, 5 Maret 2019 - 13:04 WIB

Alasan BI Sarankan Masyarakat Kalsel Beralih ke Daging Beku

Ilustrasi daging beku. Foto-Reuters/Maxim Zmeyev

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Herawanto mengatakan tren konsumsi daging beku di Kalsel mengalami kenaikan.

“Naik sedikit,” ujar dia, Selasa (5/3) pagi.

Karenanya, pihaknya menekankan masyarakat untuk mulai membiasakan mengonsumsi daging kerbau. Pihaknya mengaku akan terus mengampanyekan pada masyarakat terkait konsumsi daging beku ini.

Daging ayam atau sapi di pasar tradisional saat ini adalah daging yang seolah-olah segar.

Daging yang dipotong lalu dibiarkan di ruang terbuka akan mengakibatkan kesterilan daging menjadi pertanyaan.

Lantas, dia menganjurkan masyarakat beralih ke daging beku.

“Takkan mengurangi gizi yang terkandung dalamnya,” jelas dia.

Baca Juga: Masuknya Investor Buat Produksi Daging Sapi di Tanah Air Terus Meningkat

Penggunaan daging beku dipercaya BI dapat menahan inflasi yang terjadi di pasar, utamanya akibat konsumsi ayam ras yang berlebihan.

Nah yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah bagaimana mengajak masyarakat memulai mengonsumsi daging beku.

Di Kalsel, sosialisasi daging beku sebenarnya bukan hal baru. BI telah memulainya sejak pertengahan 2017.

Soal kualitas daging beku khususnya kerbau yang diimpor pemerintah dari India, BI menjamin kehalalan produk tersebut. Kata dia, daging yang diimpor sudah pasti menjalani proses pemeriksaan di laboratorium terkait kelayakan konsumsi.

Di sisi lain, Bulog telah mulai menjalankan penugasan terkait pemenuhan permintaan daging beku di daerah Kalimantan Selatan mulai tahun ini.

Pemerintah masih impor daging kerbau dari India sebanyak 100.000 ton di tahun 2019. Hal ini dinilai lantaran kebutuhan akan daging di dalam negeri masih kurang.

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz F

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

PLN Umumkan Golongan yang Terima Stimulus Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi, Rupiah Menguat 0,28%
apahabar.com

Ekbis

Banjir Berkelanjutan Berpotensi Hambat Perekonomian
apahabar.com

Ekbis

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III dan IV Diproyeksikan Membaik Tapi Negatif

Ekbis

Pagi Buta, Penumpang Membeludak di Terminal Baru Syamsudin Noor

Ekbis

Mengelola Modal Usaha yang Berasal dari Utang
apahabar.com

Ekbis

2019, Citilink Targetkan 18 Juta Penumpang
apahabar.com

Ekbis

Paket J&T Laris Manis karena Promo, FMCG Paling Banyak Dikirim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com