Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi? Kebakaran Simpang Telawang, Korban Tetap Tinggal Saat Api Berkobar

Alasan BI Sarankan Masyarakat Kalsel Beralih ke Daging Beku

- Apahabar.com     Selasa, 5 Maret 2019 - 13:04 WITA

Alasan BI Sarankan Masyarakat Kalsel Beralih ke Daging Beku

Ilustrasi daging beku. Foto-Reuters/Maxim Zmeyev

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Herawanto mengatakan tren konsumsi daging beku di Kalsel mengalami kenaikan.

“Naik sedikit,” ujar dia, Selasa (5/3) pagi.

Karenanya, pihaknya menekankan masyarakat untuk mulai membiasakan mengonsumsi daging kerbau. Pihaknya mengaku akan terus mengampanyekan pada masyarakat terkait konsumsi daging beku ini.

Daging ayam atau sapi di pasar tradisional saat ini adalah daging yang seolah-olah segar.

Daging yang dipotong lalu dibiarkan di ruang terbuka akan mengakibatkan kesterilan daging menjadi pertanyaan.

Lantas, dia menganjurkan masyarakat beralih ke daging beku.

“Takkan mengurangi gizi yang terkandung dalamnya,” jelas dia.

Baca Juga: Masuknya Investor Buat Produksi Daging Sapi di Tanah Air Terus Meningkat

Penggunaan daging beku dipercaya BI dapat menahan inflasi yang terjadi di pasar, utamanya akibat konsumsi ayam ras yang berlebihan.

Nah yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah bagaimana mengajak masyarakat memulai mengonsumsi daging beku.

Di Kalsel, sosialisasi daging beku sebenarnya bukan hal baru. BI telah memulainya sejak pertengahan 2017.

Soal kualitas daging beku khususnya kerbau yang diimpor pemerintah dari India, BI menjamin kehalalan produk tersebut. Kata dia, daging yang diimpor sudah pasti menjalani proses pemeriksaan di laboratorium terkait kelayakan konsumsi.

Di sisi lain, Bulog telah mulai menjalankan penugasan terkait pemenuhan permintaan daging beku di daerah Kalimantan Selatan mulai tahun ini.

Pemerintah masih impor daging kerbau dari India sebanyak 100.000 ton di tahun 2019. Hal ini dinilai lantaran kebutuhan akan daging di dalam negeri masih kurang.

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Hari Ini Terakhir Perusahaan Serahkan Nomor Rekening untuk Subsidi Gaji
PPKM Level III

Tak Berkategori

Aturan PPKM Level III di Kabupaten HSS: Masjid hingga Ponpes Prokes Ketat
apahabar.com

Tak Berkategori

Money Politics Masa Tenang, Wabup Paluta Terjaring OTT
PUPR Kalsel

Dinas PUPR Kalsel

Cakep..PUPR Kalsel Rehabilitasi Jalan Lingkar Utara Amuntai

Tak Berkategori

Duh! 58 Anak di Balikpapan Kehilangan Orang Tua karena Covid-19
Peluang Kerja

Tak Berkategori

Buka Peluang, 1 Megawatt Pembangkit Energi Bersih Butuh 30 Orang
apahabar.com

Tak Berkategori

Kaltim Desak Proyek Pipanisasi Gas Diprioritaskan
apahabar.com

Tak Berkategori

Jokowi Pimpin Rakornas Karhutla, Isran: Kaltim Tak Masuk Daerah Rawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com