Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu

Anggaran Pendidikan Merosot Tiap Tahun

- Apahabar.com Kamis, 21 Maret 2019 - 23:11 WIB

Anggaran Pendidikan Merosot Tiap Tahun

Anggota DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN –  Laporan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor yang menyebut belum sepenuhnya pendidikan dapat diakses oleh masyarakat ‘diamini’ anggota DPRD Kalsel.

Anggota DPRD Kalsel menilai, hal itu adalah buah dari terus merosotnya anggaran Pemprov Kalsel untuk pendidikan.

“Anggaran pendidikan terus merosot, sehingga kita tidak bisa memperluas akses pendidikan terutama di beberapa kabupaten yang masih ada beberapa kecamatan yang tidak mempunyai SMAN atau SMKN,” kata anggota DPRD Kalsel, M lutfi Saifuddin.

Baca Juga: Tunggu SK Tertibkan APK di Kertak Hanyar

Dari data yang dihimpun apahabar.com, anggaran belanja langsung pendidikan tahun 2018 hanya berada dikisaran  Rp248 miliar. Sedangkan tahun 2017 anggaran serupa masih berada sekitar Rp446 miliar.

Walau dalam Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pemprov harus menyisihkan 20 persen anggaran telah dipenuhi, anggaran belanja langsung Pendidikan Kalsel masih sangat rendah.

Tercatat, tahun 2018 Pemprov Kalsel menyisihkan anggaran pendidikan sebesar 22 Persen dari Anggaran Pedapatan dan Belanja Daerah.

Namun dari totalan tersebut, anggaran pendidikan mesti dipecah pada pos lain. Seperti misalnya biaya pelatihan tenaga pengajar, biaya sekolah perguruan tinggi negeri dan pos-pos lainya yang masih bersinggungan pada dunia pendidikan.

Karena itu, untuk biaya belanja langsung pendidikan Kalsel sejak kewenanganya dipegang oleh Pemerintah Provinsi hanya menerima kucuran anggaran di bawah Rp500 miliar.

“Sejak perpindahan kewenangan SMA atau SMK ke Pemprov kita hampir tidak pernah membangun sekolah baru. Baru pada anggaran 2019 ini direncanakan dibangun 1 SMK di Batola dan 1 SMA di Bajarbaru,” sambungnya.

“Setahu kami di Kabupaten Tapin masih ada beberapa kecamatan yang tidak punya SMA atau SMK,” ucapnya. Dia berharap untuk meningkatkan akses pendidikan, Pemprov Kalsel memprioritaskan pembangunan sekolah-sekolah di tingkat kecamatan.

Baca Juga: Dongkar IPM Kalsel, Gubenur Janji Tingkatkan Sektor Pendidikan

Repoerter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Dua Pejabat Banjarbaru Dibui, Wali Kota Siap Berikan Pendampingan Hukum
apahabar.com

Kalsel

Guru Zuhdi Imam Salat ID di Masjid Jami Banjarmasin  
apahabar.com

Kalsel

PUPR Kalsel Siap Dukung Infrastruktur Ibu Kota Negara Baru
apahabar.com

Kalsel

Hj Ananda Gemar Pakai Tas Purun Ketimbang Tas Branded
apahabar.com

Kalsel

Mantap Dukung Prof Denny di Pilgub Kalsel, Demokrat Perpanjang Surat Penggalangan Koalisi
apahabar.com

Kalsel

Enam Kabupaten Berpotensi Hujan, BMKG: Waspada Bahaya Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Mobil Flat Merah Terjaring Razia di Jalan Satu Arah
apahabar.com

Kalsel

BI Kalsel Beri Bantuan APD untuk Tim Medis Melalui IDI Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com